<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0">
  <channel>

    <title>Galeri Wayang Pitoyo.com - Novel Wayang Pitoyo Amrih</title>
    <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=6</link>
    <description><![CDATA[&lt;a href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; hspace=&quot;5&quot; align=&quot;left&quot; vspace=&quot;5&quot; src=&quot;http://pitoyo.com/duniawayang/galery/templates/old_style/images/dalang/nw.gif&quot; width=&quot;70&quot; height=&quot;105&quot;&gt;&lt;/a&gt;Kisah Dunia Wayang yang dikemas dalam bentuk novel yang akan mengungkap kembali kisah Dunia Wayang secara detail lengkap dan berkesinambungan. Tertib ruang dan waktu.
Masing-masing buku bisa dinikmati secara terpisah, tapi semua buku tersebut memuat jalinan benang merah yang saling berhubungan satu sama lain, sebagai wujud kesinambungan keseluruhan cerita. Membangun cerita Wayang sejak kisah Lokapala, Ramayana, Mahabarata, Baratayudha, sampai kisah Parikesit.
&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk lihat katalog pembelian NovelWayang PitoyoAmrih secara online di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://webstore.pitoyo.com&quot;&gt;Pitoyo Dotcom Webstore.&lt;/a&gt;]]></description>
    <pubDate>Wed, 29 Apr 2026 06:42:37 GMT</pubDate>
    
    <item>
      <title>Rama Dan Sinta</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1660</link>
      <pubDate>Thu, 26 Dec 2024 14:10:59 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Novel ini merupakan edisi cetak ulang tahun 2024 dengan judul yang sama dan pembaruan cover

Judul Novel : Rama Dan Sinta
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 428 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-623-189-418-2

Rama berhenti melangkah. Wajahnya tetap panik kebingungan. Rama yang bisa mengendalikan diri bila menghadapi keadaan apa pun terkait dirinya ataupun urusan kerajaan negeri Ayodya atau kisut keadaan Pesanggrahan Dandaka sekalipun, ternyata tetap rapuh menghadapi kenyataan bahwa siang itu dia telah kehilangan istrinya entah kemana.
Rama mulai sadar bahwa dia terlalu melihat sepele urusan kebersaman dengan Sinta.
Sorot mata Rama memperlihatkan bahwa kini dia lebih melihat Sinta menjadi sebuah hal yang penting melebihi apa pun.
Namun itu semua timbul justru saat Rama kehilangan istrinya..]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=6">Novel Wayang Pitoyo Amrih</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/6/RamaSintaPAM-uplo.jpg" length="21444" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1660</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Sisi Gelap Gatotkaca</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1659</link>
      <pubDate>Thu, 26 Dec 2024 05:52:02 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[&lt;b&gt;SISI GELAP GATOTKACA&lt;/b&gt;

&lt;hr&gt;
Novel ini adalah cetak ulang dengan pembaruan kover dan judul dari novel The Darkness of Gatotkaca &lt;br&gt;
&lt;hr&gt;

“Kedua tanganku ini berlumuran darah, Resi.”

Kesatria paling tangguh di Dunia Wayang ini merupakan putra dari garis Pandawa yaitu Bima dan Raksasa bernama Arimbi. Kelahirannya telah dinantikan para Dewa untuk melindungi mereka dari berbagai serangan yang membahayakan negeri Jonggring Saloka. Untuk menunaikan tugas tersebut, Gatotkaca sudah diberikan berbagai kesaktian. Tak ada senjata yang bisa melukai kulitnya. Kecuali satu, tombak Konta Wijayadanu.

Terus-menerus menumpahkan darah musuh, perlahan membuat sisi manusianya rapuh. Gatotkaca tidak mungkin mengabaikan kesedihan ketika menyaksikan kematian demi kematian yang dia sebabkan sementara tugas melindungi wilayah Amarta dan Dwarawati tidak ada habisnya bahkan hingga Perang Baratayudha berlangsung di Padang Kurusetra.

Tetapi, dia tak punya pilihan lain. Gatotkaca tak mungkin berhenti di tengah jalan.

Judul: Sisi Gelap Gatotkaca
Penulis: Pitoyo Amrih
Penerbit: Laksana
Tahun Terbit: 2023
Halaman: 340 hlm.
Kategori: Novel]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=6">Novel Wayang Pitoyo Amrih</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/6/GatotkacaPAM-uplo.jpg" length="18869" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1659</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Baratayuda</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1658</link>
      <pubDate>Thu, 26 Dec 2024 05:38:22 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;Klik Disini&lt;/a&gt; untuk pembelian buku secara online.

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

Rincian buku:
Penulis: Pitoyo Amrih
Penerbit: DIVA Press
ISBN: 978-623-189-383-3
Tebal: 356 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2024
Ukuran: 14x20 (cm)

&quot;sehari kemarin hujan gerimis mengguyur Kurusetra, Uwa Prabu. Pagi hari ini kabut terlihat pekat menyelimut padang itu....&quot;

&quot;... kabut, hanya kata-kata lirih yang keluar dari orang tua kurus itu. Wajahnya cekung. Matanya buta sejak lahir. Sang Destarastra. Bapak para Kurawa.&quot;

&quot;kabut itu merah. kata seorang kekar yang bicara kepada Destarastra. Bernama Raden Sanjaya. Anak dari Arya Widura, adik Destarastra. Berkata tentang halimun pagi di penglihatan sukmanya yang tampak janggal, yang lamat-lamat berwarna merah darah.&quot;

&quot;mengapa kabut itu berwarna merah?&quot;

&quot;entahlah, Uwa Prabu.&quot;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=6">Novel Wayang Pitoyo Amrih</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/6/BaratayudaPAM-uplo.jpg" length="19028" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1658</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Rama Dan Sinta</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1618</link>
      <pubDate>Sun, 27 Jan 2019 02:19:30 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Judul Novel : Rama Dan Sinta
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 416 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-391-232-2

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian buku secara online.

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

Rama berhenti melangkah. Wajahnya tetap panik kebingungan. Rama yang bisa mengendalikan diri bila menghadapi keadaan apa pun terkait dirinya ataupun urusan kerajaan negeri Ayodya atau kisut keadaan Pesanggrahan Dandaka sekalipun, ternyata tetap rapuh menghadapi kenyataan bahwa siang itu dia telah kehilangan istrinya entah kemana.
Rama mulai sadar bahwa dia terlalu melihat sepele urusan kebersaman dengan Sinta.
Sorot mata Rama memperlihatkan bahwa kini dia lebih melihat Sinta menjadi sebuah hal yang penting melebihi apa pun.
Namun itu semua timbul justru saat Rama kehilangan istrinya..

Novel ini berbahasa Indonesia
Setiap pembelian di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;DISINI &lt;/a&gt; atau &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;di TOKOPEDIA ini&lt;/a&gt; bisa disertakan tanda tangan penulis bila diminta.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=6">Novel Wayang Pitoyo Amrih</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/6/coverramasinta.jpg" length="27294" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1618</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Cinta Mati Dasamuka</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1561</link>
      <pubDate>Sun, 04 Sep 2016 13:09:37 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Judul Novel : Cinta Mati Dasamuka
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 364 halaman
Ukuran Halaman : 15,5 x 24 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-391-232-2

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian buku secara online.

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

Dia bernama Rahwana. Kemudian nama itu berganti menjadi Dasamuka. Takdir telah mengikat dirinya. Kesaktian yang hanya mampu menahan hidup saat kepala terpisah raga yang kesepuluh kalinya. Dialah sang Dasamuka yang membawa nafas keberanian. Merupakan anak sulung dari pasangan yang terlanjur melakukan kesalahan, Wisrawa dan Sukesi. Tapi mungkin tak sepenuhnya salah, karena ilmu Sastrajendra memang selalu membawa hal-hal yang sulit dimengerti.

Anak kedua yang lahir membawa berkah kelembutan dan kesabaran. Walau wujudnya tetaplah mengerikan seperti layaknya raksasa, seperti sang kakak, Dasamuka. Raksasa lembut sabar itu diberi nama Kumbakarna. Pikirannya sederhana, hidup seharusnya bahagia. Yaitu bila sudah merasa enak makan dan nyaman tidur.

Semakin sulit dipahami ketika yang ketiga lahir seorang raksasa perempuan Sarpakenaka. Dia justru cermin setiap orang yang tak mampu menyembunyikan kehendak hati yang paling kelam. Bicaranya sulit dipahami. Makanannya adalah racun bagi orang kebanyakan. Dan yang ada dikepalanya hanya nafsu pemuas syahwat.

Hingga lahir anak keempat. Adalah sang tampan Wibisana. Sosok yang pandai dan selalu berupaya menelisik kebaikan dan kebenaran. Wujudnya bukan raksasa. Posturnya adalah seorang manusia biasa. Tapi tetap, kepandaian terkadang masih juga menjaga jaraknya dengan kebaikan. Pun dengan kebenaran.

Mereka semua adalah keturunan dari dua negri besar. Alengka dan Lokapala. Tapi kelahiran mereka terjadi saat pelarian, masa kecil mereka dipenuhi kebencian, hingga tumbuh besar dalam hukuman. Bahkan saat mendapat hak tahta negri pun mereka masih saja terbelenggu. Terikat oleh kemauan-kemauan mereka sendiri.

Sampai kemudian rasa cinta itu tumbuh. Cinta yang justru membawa perpecahan diantara mereka. Cinta itu yang mereka bawa dan pegang hingga harus mati.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=6">Novel Wayang Pitoyo Amrih</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/6/coverdpn_Dasamukajpg.jpg" length="17258" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1561</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Hanoman, Akhir Bisu Sebuah Perang Besar</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1289</link>
      <pubDate>Wed, 30 Apr 2014 04:16:05 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;&lt;b&gt;KLIK DISINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; untuk pemesanan novel secara online. 

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://play.google.com/store/books/details/Pitoyo_Amrih_Hanoman?id=26z0DwAAQBAJ&quot;&gt;&lt;b&gt;KLIK DISINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; untuk pembeilan novel versi digital di Google Play Books.
&lt;hr&gt;
Penulis : Pitoyo Amrih 
Ukuran : 14x20cm 
Tebal : 472 halaman 
Terbit : April 2014 
Penerbit : DIVA Press 
ISBN : 978-602-255-539-1 
&lt;br&gt;
Hanoman dikenal sebagai seorang panglima bangsa Kera yang hanya menghamba pada dirinya sendiri. Mengukir perjalanan hidupnya sendiri. Bukan karena perintah, bukan karena pengaruh. Arah kehidupannya adalah kemana harus berjalan menurut pemahaman kebenarannya. Hanoman yang selalu belajar.

Dia sendiri tak yakin siapa ayahnya. Yang dia tahu, ibunya bernama Dewi Anjani yang tak terlalu sering menemuinya saat kecil. Adalah Sang Hyang Bayu yang justru membentuk pendiriannya sampai dengan remaja. Hidup di negri para Dewa, negri di awan Jonggring Saloka, di istana Bayu bernama Panglawung.

Saat mulai beranjak dewasa, Batara Bayu mengirimnya mengembara ke pulau selatan Dunia Wayang. Bersama Anila yang juga tak pernah tahu asal-usulnya sendiri. Menjelajah mengenali merah hitam kehidupan dunia yang sesungguhnya. Belajar memahami apa arti teman, mengenali rasa kecewa, marah. Melihat dan mendengar tentang makna kepemimpinan. Sampai kemudian takdir membuat dia ditunjuk menjadi seorang panglima sebuah penyerangan besar terhadap suatu negri seberang lautan bernama Alengka.

Hanoman yang kemudian memahami bahwa pertikaian, peperangan sampai pada pertempuran yang semula menurutnya berisi semangat perjuangan antara yang baik dan angkara murka, tak lebih adalah silang sengkarut benturan kepentingan. Kepentingan untuk menguasai, kepentingan untuk mengalahkan, kepentingan mewujudkan keinginan.

Itulah mengapa Hanoman mengambil pendirian tak terlibat Baratayudha. Perang dahsyat yang dia mengira akan menjadi pembelajaran. Ternyata Hanoman keliru. Ternyata perang akan selalu ada. Pertempuran tetap akan selalu terjadi.. 
&lt;br&gt;
&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;&lt;b&gt;KLIK DISINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; untuk pemesanan novel secara online. 

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://play.google.com/store/books/details/Pitoyo_Amrih_Hanoman?id=26z0DwAAQBAJ&quot;&gt;&lt;b&gt;KLIK DISINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; untuk pembeilan novel versi digital di Google Play Books.
&lt;hr&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=6">Novel Wayang Pitoyo Amrih</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/6/coverHanoman_front.jpg" length="19548" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1289</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Wisanggeni Membakar Api</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1060</link>
      <pubDate>Fri, 08 Mar 2013 03:39:00 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;Klik disini&lt;/a&gt; untuk pembelian novel secara online.

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://play.google.com/store/books/details/Pitoyo_Amrih_Wisanggeni_Membakar_Api?id=H-C_DwAAQBAJ&quot;&gt;Klik disini&lt;/a&gt; untuk pembelian novel versi digital di Google Play Books.&lt;hr&gt;

Novel Wayang Berbahasa Indonesia.&lt;br&gt;
Penulis : Pitoyo Amrih 
Ukuran : 14x20cm
Tebal : 436 halaman 
Terbit : Februari 2013 
Penerbit : DIVA Press 
ISBN : 9786022550495 

Atas nama kemurnian ras dewa, Batara Brama berniat melenyapkan bayi buah hubungan putrinya, Dewi Dresanala, dan Arjuna, yang notabene seorang ras manusia. 
Bola api raksasa pun melesat cepat keluar dari telapak tangan Batara Brama dan menerjang bayi hingga di sekujur tubuhnya diselimuti nyala api, membuatnya mencelat dan melesat ke negeri Samudra di ujung timur, lalu tubuh mungilnya melesak ke dasar samudra.
Bayi yang ternyata tidak ditakdirkan mati itu (namun sekarat) dirawat oleh Batara Baruna, penguasa negeri Dasar Samudra, lalu diberilah si kecil tersebut sebuah nama yang kelak bakal membuat alam kayangan tergetar dan takut: dialah Wisanggeni! 
Saat usianya makin dewasa, pertanyaan tentang asal-usul dirinya terus menggelayuti benak Wisanggeni. Merasa keberadaannya telah dimungkiri oleh leluhurnya sendiri, bangsa dewa, Wisanggeni pun menantang kekuasaan dan wibawa bangsa dewa. 
Lantas, berhasilkah ia mendapatkan pengakuan dari leluhurnya, bangsa dewa? Dan, bagaimana kehidupannya kelak saat ia tidak ditakdirkan terlibat dalam perang akbar Bharatayuda untuk membantu kubu ayahandanya?
Simak novel yang demikian menyentuh dan kaya akan pesan moral ini! 

“…Jagat cilik adalah semua hal yang ada pada dirimu atas apa yang kamu alami di jagat gedhe, Ngger. Hanya sedikit orang yang bisa mengenali jagat ciliknya, dan hampir tak ada orang yang mampu melihat dan memahami jagat ciliknya,” ucap Sang Hyang Wenang kepada Wisanggeni. 

Gelegar Amuk Batin sang Titisan Dewa!&lt;br&gt;

&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;Klik disini&lt;/a&gt; untuk pembelian novel secara online.

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://play.google.com/store/books/details/Pitoyo_Amrih_Wisanggeni_Membakar_Api?id=H-C_DwAAQBAJ&quot;&gt;Klik disini&lt;/a&gt; untuk pembelian novel versi digital di Google Play Books.&lt;hr&gt;

&lt;p&gt;Pada tanggal 27 Maret 2013, buku 'Wisanggeni Membakar Api' ini diulas dalam acara Book Review sekaligus sebagai kegiatan launch buku dalam Talk Show on-air Radio di RRI Pro2 FM Yogyakarta, bersama penulis Pitoyo Amrih, editor dari penerbit DivaPress Misni Parjiati, dipandu oleh host Lulu Rahadi. &lt;br&gt;&lt;br&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=6">Novel Wayang Pitoyo Amrih</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/6/front_cover_Wisanggeni.jpg" length="8187" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1060</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Pandawa Tu7uh</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=871</link>
      <pubDate>Mon, 02 Jul 2012 10:35:34 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk pembelian buku secara online.

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://play.google.com/store/books/details/Pitoyo_Amrih_PANDAWA_TU7UH?id=d029DwAAQBAJ&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk pembelian buku versi digital di Google Play Books.&lt;hr&gt;

Judul Novel : Pandawa Tu7uh
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 493 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-766-509-5

Semua tahu Pandawa berarti para putra Pandu. Putra Pandu yang berjumlah lima. Yudhistira, Bima, Arjuna dan si kembar Nakula dan Sadewa. Kelahiran mereka begitu istimewa, bahkan beberapa tokoh bangsa Dewa pun berkehendak menemani kelahiran mereka. Kemunculan mereka di dunia wayang terasa akan menjadi sebuah keajaiban. Semuanya begitu sempurna.

Sampai ketika takdir berkata lain. Cobaan demi penderitaan justru yang mereka hadapi. Pengkhianatan, upaya pembunuhan, penghinaan, pelecehan, terkucilkan, hidup dalam pengasingan. Segala bentuk ujian dan perjuangan mereka alami. Tapi justru itulah yang mendewasakan mereka. Semakin menyempurnakan ilmu kanuragan dan kautaman mereka. Melihat semakin benderang rahasia alam, makna kehidupan dan arti kematian.

Sampai akhirnya perang saudara Baratayudha itu harus terjadi. Kemenangan Pandawa tak lebih adalah buah yang mereka petik atas perjuangan yang mereka tanam. Dan setelah kemenangan perang, bukan disikapi dnegan pesta pora. Setelah Baratayudha, Pandawa kembali dengan tanggung jawabnya, dan menjalani kehidupan seperti biasa. Dan seperti layaknya manusia, ada kala bersinar, suatu saat redup, dan akhirnya menemui ajal. Sebuah kisah perjalanan hidup para Pandawa yang penuh liku, dan segala manis pahit kehidupan.

Namun banyak orang, terutama para penduduk Amarta, negri yang Pandawa bangun, berpendapat bahwa apa yang mereka alami juga terdapat peran yang tidak sederhana dari saudara, teman sekaligus sahabat seiring mereka. Adalah orang-orang yang selalu berada diantara mereka baik dalam suka maupun duka, dikala bahagia maupun saat pedih derita. Adalah Kresna, putra kerajaan Mandura, yang kemudian menjadi raja Dwarawati yang selalu mendampingi Pandawa. Juga Satyaki, ksatria dari Lesanpura yang menjadi panglima Dwarawati. Dua orang ini adalah seorang raja sekaligus ksatria yang tahu benar arti sebuah persahabatan dan makna sebuah persaudaraan. Pendapat yang sama bila hal sama ditanyakan kepada para penduduk Dwarawati.

Hal yang beda disampaikan oleh rakyat Mandura, mereka menganggap raja mereka Baladewa menjadi penentu kemenangan Pandawa di Baratayudha, ketika Baladewa tak memihak saat perang di Kurusetra itu. Baladewa bisa jadi akan merubah keadaan bila saja dia hadir di padang Kurusetra itu dan memihak Kurawa. Sehingga rakyat Mandura lebih suka menganggap Baladewa dan Kresna yang berperan atas kejayaan Pandawa. Tapi tetap saja, pendapat kebanyakan lebih suka memihak kepada Kresna dan Satyaki yang selalu menemani Pandawa saat suka maupun susah. 

Sehingga bisa dipahami ketika orang-orang itu kemudian berpendapat bahwa perjuangan Pandawa tidak sekedar dialami oleh lima anak Pandu. Perjuangan hidup mereka juga selalu ditemani Kresna dan Satyaki. Itulah mengapa, bagi mereka, Pandawa tidak hanya lima. Mereka seharusnya ber-tujuh. Pandawa tujuh…

&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk pembelian buku secara online.

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://play.google.com/store/books/details/Pitoyo_Amrih_PANDAWA_TU7UH?id=d029DwAAQBAJ&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk pembelian buku versi digital di Google Play Books.&lt;hr&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=6">Novel Wayang Pitoyo Amrih</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/6/cover_pandawa7_r.jpg" length="8030" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=871</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Memburu Kurawa</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=452</link>
      <pubDate>Thu, 13 Oct 2011 06:01:06 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk pembelian buku secara online.

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://play.google.com/store/books/details/Pitoyo_Amrih_MEMBURU_KURAWA?id=0zWxDwAAQBAJ&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk pembelian buku versi digital di Google Play Books.&lt;hr&gt;

&lt;b&gt;Memburu Kurawa&lt;/b&gt;
Risalah Kematian Di Padang Kurusetra.

Judul Novel : MEMBURU KURAWA
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 417 halaman
Ukuran Halaman : 15,5 x 24 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-978-850-1

Mereka begitu banyak. Tidak mudah untuk dihafal, begitu gampang dilupakan. Tapi begitulah, mereka terlanjur dilahirkan, dan sudah menjadi suratan takdir terabaikan di usia kanak-kanak mereka.
Apa yang ada dikepala mereka hanyalah apa yang menurut mereka baik untuk dirinya. Tak pernah berpikir tentang perasaan orang lain, tak pernah berpikir untuk berbagi menciptakan suasana bahagia bersama. Yang mereka bisa lakukan tak lain hanyalah menebar angkara, dan menciptakan keresahan dan ketakutan.

Tak ada kata-kata lagi yang sanggup mendewasakan mereka. Tak ada contoh teladan lagi yang sanggup memberi mereka pencerahan hidup. Mereka menantang, tak ada pilihan lain bagi Pandawa selain membela diri. Dan kematian adalah satu-satunya cara untuk menghentikan para Kurawa!  Yang tersisa pun kemudian harus diburu.

&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk pembelian buku secara online.

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://play.google.com/store/books/details/Pitoyo_Amrih_MEMBURU_KURAWA?id=0zWxDwAAQBAJ&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk pembelian buku versi digital di Google Play Books.&lt;hr&gt;

Simak nukilan novel di Googlebooks:

&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; style=&quot;border:0px&quot; src=&quot;http://books.google.co.id/books?id=LfIiIUfNMukC&amp;lpg=PP1&amp;dq=pitoyo%20amrih&amp;hl=id&amp;pg=PP1&amp;output=embed&quot; width=600 height=1000&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;&lt;br&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=6">Novel Wayang Pitoyo Amrih</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/6/frontcover_memburukurawa.jpg" length="8686" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=452</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Resi Durna Sang Guru Sejati</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=392</link>
      <pubDate>Sun, 26 Dec 2010 15:45:13 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian buku secara online.

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://play.google.com/store/books/details/Pitoyo_Amrih_Resi_Durna_Sang_Guru_Sejati?id=KNqdDwAAQBAJ&quot;&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian buku versi digital di Google Play Books.&lt;hr&gt;

Judul Novel : &lt;b&gt;RESI DURNA, Sang Guru Sejati&lt;/b&gt;
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 462 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-978-402-2

Ada yang memanggilnya dengan sebutan Pandita Durna. Sebagian lagi bercerita tentang nama Dorna. Tapi sebenarnya dia mengaku bernama Resi Drona. Seorang sakti yang sebagian besar waktu hidupnya digunakan untuk mengajarkan semua ilmu yang dimilikinya. Baik itu ilmu baik ataupun ilmu jahat.

Resi Drona adalah guru sejati, dia bisa mengajarkan banyak ilmu, dari ilmu ksatria menelisik rahasia alam, sampai ilmu kelam milik para jahanam.

Lahir dengan nama Bambang Kumbayana. Dia memberontak karena kehidupan mudanya tak memberinya harapan. Dia terusir oleh kesombongannya. Dia tertipu oleh nafsunya. Dia terbelenggu oleh tanggung jawab cintanya kepada sang anak, Aswatama. Dia terpenjara oleh ganasnya alam Atasangin, juga oleh nikmatnya kehidupan istana Hastinapura. Dia dikhianati oleh sahabatnya, Sucitra. Dia merasa bersalah kepada murid Ekalaya, yang bukan muridnya. Dia kecewa atas dirinya.

Tapi Drona adalah seorang bijak yang mau berbagi dan mengajarkan segala kemarahan, kekecewaan, dan semua kekeliruannya.

Ada empat kejadian yang selalu memberi perubahan dalam dirinya. Saat dirinya diusir oleh ayahnya sendiri dari tanah kelahirannya. Saat dirinya tahu bahwa dia telah menanamkan benih yang membuatnya harus belajar mencintai seorang anak. Saat dia dikhianati seseorang yang selama ini dianggap sahabatnya. Dan saat dia menyadari anaknya, yang menjadi semangat hidupnya selama ini, memilih berpihak pada Kurawa saat perang besar Baratayudha.

Tapi Drona adalah seorang bijak yang mau berbagi dan mengajarkan segala perubahan-perubahan dalam dirinya.

Bima mungkin tak pernah tahu bahwa ilmu sejati yang dimilikinya adalah juga buah dari kerasnya Drona dalam mendidiknya dan membiarkannya ditempa segala kepedihan. Seperti juga Arjuna yang bisa jadi tak pernah tahu bagaimana dia bisa menimba ilmu pada belasan resi dan memiliki belasan pusaka, adalah juga buah dari petunjuk dan segala &quot;tipuan&quot; Drona.

Dan dari semua apa yang telah dilakukannya, Drona membiarkan semua orang menghujat dirinya…

Bukan hanya sebuah novel epos, tapi super novel! lantaran muatan-muatan inspirasionalnya yang amat berharga untuk diri kita di masa kini!

&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://novelwayang.pitoyo.com&quot;&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian buku secara online.

Novel ini juga tersedia di &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://www.tokopedia.com/novelwayang&quot;&gt;TOKOPEDIA&lt;/a&gt;

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;https://play.google.com/store/books/details/Pitoyo_Amrih_Resi_Durna_Sang_Guru_Sejati?id=KNqdDwAAQBAJ&quot;&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian buku versi digital di Google Play Books.&lt;hr&gt;

Simak nukilan novel di Googlebooks:

&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; style=&quot;border:0px&quot; src=&quot;http://books.google.co.id/books?id=0NeaBAjEFEkC&amp;lpg=PA1&amp;dq=pitoyo%20amrih&amp;hl=id&amp;pg=PA1&amp;output=embed&quot; width=600 height=1000&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;&lt;br&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=6">Novel Wayang Pitoyo Amrih</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/6/frontcover_durna.jpg" length="10870" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=392</guid>
    </item>

  </channel>
</rss>