<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0">
  <channel>

    <title>Galeri Wayang Pitoyo.com - Wayang Purwa Ramayana</title>
    <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=3</link>
    <description><![CDATA[Tokoh-tokoh di Era jaman keemasan negri sisi tenggara Dunia Wayang, Negri Ayodya. Ketika dipimpin oleh Prabu Sri Rama.
Dan kisah kolosal pertempuran dua negri Ayodya dan Alengkapura.]]></description>
    <pubDate>Mon, 25 May 2026 00:50:00 GMT</pubDate>
    
    <item>
      <title>Kalamarica</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1265</link>
      <pubDate>Wed, 08 Jan 2014 08:31:39 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Corekan tokoh Wayang Purwa, bernama Kalamarica. Corekan gagrak Cirebon.
Kalamarica adalah salah satu kepercayaan Dasamuka yang memiliki kemampuan bisa merubah wujud tubuhnya.

sumber gambar : Ensiklopedi Wayang Indonesia
courtesy : Harmanto]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=3">Wayang Purwa Ramayana</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/3/KALA_MARICA_CIREBON.jpg" length="10320" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1265</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Guwarsi</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1264</link>
      <pubDate>Wed, 08 Jan 2014 08:29:54 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Corekan tokoh Wayang Purwa, bernama Guwarsi. Guwarsi adalah putra Resi Gotama yang tinggal di Grastina. 
Karena tepedaya oleh pusaka Cupumanik Astagina, wujudnya berubah menjadi kera. Berganti nama menjadi Sugriwa. Dia adalah adik Guwarsa yang juga berubah menjadi wujud kera berganti nama menjadi Subali.

sumber gambar : Ensiklopedi Wayang Indonesia
courtesy : Harmanto]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=3">Wayang Purwa Ramayana</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/3/GUWARSI_SOLO.jpg" length="6591" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1264</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Guwarsa</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1263</link>
      <pubDate>Wed, 08 Jan 2014 08:28:18 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Corekan tokoh Wayang Purwa, bernama Guwarsa. Guwarsa adalah putra Resi Gotama yang tinggal di Grastina. 
Karena tepedaya oleh pusaka Cupumanik Astagina, wujudnya berubah menjadi kera. Berganti nama menjadi Subali.

sumber gambar : Ensiklopedi Wayang Indonesia
courtesy : Harmanto]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=3">Wayang Purwa Ramayana</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/3/GUWARSA_SOLO.jpg" length="8046" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1263</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Bala Kethek</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=838</link>
      <pubDate>Thu, 24 May 2012 11:45:48 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Penggambaran Wayang kulit bala kethek, yang menggambarkan pasukan bangsa Kera, pada kisah Ramayana.
gambar diambil dari buku Ramayana tulisan Kartapradja (Balai Pustaka, 1937).
Koleksi pustaka : Budi Soewirjo.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=3">Wayang Purwa Ramayana</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/3/ramayana_balakethek.jpg" length="6721" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=838</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Kidang Kencana</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=837</link>
      <pubDate>Thu, 24 May 2012 11:44:42 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Penggambaran Wayang kulit kidang Kencana pada kisah Ramayana.
gambar diambil dari buku Ramayana tulisan Kartapradja (Balai Pustaka, 1937).
Koleksi pustaka : Budi Soewirjo.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=3">Wayang Purwa Ramayana</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/3/ramayana_kidangjatayu.jpg" length="7903" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=837</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Jatayu</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=836</link>
      <pubDate>Thu, 24 May 2012 11:43:39 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Penggambaran Wayang kulit Jatayu pada kisah Ramayana.
gambar diambil dari buku Ramayana tulisan Kartapradja (Balai Pustaka, 1937).
Koleksi pustaka : Budi Soewirjo.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=3">Wayang Purwa Ramayana</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/3/ramayana_jatayu.jpg" length="8689" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=836</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Sayempraba</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=654</link>
      <pubDate>Mon, 02 Jan 2012 08:18:45 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[DEWI SAYEMPRABA adalah putri Prabu Wisakarma, raja raksasa negara Kotawindu dengan permaisuri Dewi Merusupami atau Dewi Sumeru (Mahabharata), salah seorang keturunan Sanghyang Taya..Dewi Sayempraba berwajah cantik, berpenampilan halus dan sopan santun, tapi dalam hatinya terkandung sifat kejam dan senang mencelakakan orang lain. Setelah kedua orang tuanya meninggal dan istana Kotawindu dihancurkan Bathara Indra, Dewi Sayempraba tetap tinggal di bekas reruntuhan istana yang kemudian dikenal dengan nama Gowawindu, yang terletak di lereng gunung Warawendya.
Selain sakti dan dapat beralih rupa menjadi apa saja yang dikehendaki, Dewin Sayempraba juga ahli aklam soal racun, dan menjadi orang kepercayaan Prabu Dasamuka/Rahwana, raja negara Alengka. Dengan mantra racunnya, Dewi Sayempraba pernah membuat buta mata Anoman dan laskar kera Gowa Kiskenda tatkala mereka tersesat masuk kawasan Gowawindu dalam perjalanan menuju negara Alengka. Kebutaan Anoman dan laskar keranya dapat disembuhkan kembali oleh Garuda Sempati yang memiliki mantra penawar racun ajaran Resi Rawatmaja.
Akhir riwayat Dewi Sayempraba diceritakan; setelah berakhirnya perang Alengka, ia kemudian diperistri oleh Anoman yang merasa kecewa karena gagal memperistri Dewi Trijata. Dewi Sayempraba meninggal tanpa mempunyai keturunan. Jenasahnya dimakamkan di dalam istana Gowawindu. 
sumber gambar : buku 'Rama' karangan Kartapradja (1937).
sumber tulisan : Senawangi]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=3">Wayang Purwa Ramayana</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/3/sayempraba.jpg" length="6602" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=654</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Trijata</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=653</link>
      <pubDate>Mon, 02 Jan 2012 08:11:47 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[DEWI TRIJATA adalah putri sulung Arya Wibisana, dari negara Alengka dengan Dewi Triwati, seorang hapsari keturunan Sanghyang Taya. Ia mempunyai adik kandung bernama; Dentawilukrama. Dewi Trijata sangat cantik. Mempunyai watak; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun).
Dewi Trijata sangat berjasa dalam melayani dan mengasuh serta melindungi Dewi Sinta yang pada saat itu menjadi tawanan Prabu Dasamuka, di puri Taman Hargasoka negara Alengka. Ia dapat mempertahankan Dewi Sinta dari sentuhan tangan kotor Prabu Dasamuka yang akan memaksakan kehendaknya tuk memperistri Dewi Sinta. Prabu Dasamuka yang merasa sangat kesal karena keinginanya selalu dihalangi oleh Dewi Trijata, mengeluarkan kutuk saktinya, bahwa Trijata kelak akan bersuamikan monyet tuek (kera tua bangka). Dewi Trijata yang menangis sedih atas kutukan Prabu Dasamuka, akhirnya terhibur oleh janji Dewi Sinta yang akan memohon pada Dewata, walaupun bersuamikan kera tua, kelak anak perempuan Dewi Trijata akan diperistri satria titisan Bathara Wisnu.
Setelah berakhirnya perang Alengka, Dewi Trijata diperistri oleh Kapi Jembawan, kera tua pengasuh Resi Subali dan Anoman. Ia dan Kapi Jembawan kemudian tinggal di pertapaan Gadamadana. Dari perkawinan tersebut, ia mempunyai seorang putri yang diberi nama; Dewi Jembawati, yang setelah dewasa menjadi istri Prabu Kresna, raja titisan Bathara Wisnu, dari negara Dwarawati. Dewi Trijata meninggal dalam usia lanjut dan jenazahnya dimakamkan di pertapaan Gadamadana. 
sumber gambar : buku 'Rama' karangan Kartapradja (1937).
sumber tulisan : Senawangi]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=3">Wayang Purwa Ramayana</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/3/trijata.jpg" length="9241" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=653</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Jambumangli</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=652</link>
      <pubDate>Mon, 02 Jan 2012 04:31:38 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Ditya JAMBUMANGLI adalah putra Ditya Maliawan, adik Prabu Sumali, raja negara Alengka. Meskipun memiliki bentuk tubuh agak pendek menurut ukuran raksasa, karena ketekunanya bertapa, Jambumangli menjadi sangat sakti.
Jambumangli sebenarnya ingin memperistri Dewi Sukesi, putri Prabu Sumali, yang berarti saudara sepupunya sendiri. Tetapi keinginan itu hanya disimpan dalam hati, takut mengutarakan dengan terus terang. Ketika Dewi Sukesi menjadi lamaran banyak satria dan raja-raja, dan Dewi Sukesi sendiri juga mengeluarkan persyaratan penjabaran ilmu &quot;Sastra Harjendra Yuningrat&quot;, Jambumangli memaksakan keinginannya kepada Prabu Sumali agar dirinya dijadikan satu persyaratan : bahwa hanya mereka yang dapat mengalahkannya yang berhak memperistri Dewi Sukesi.
Akhirnya Jambumangli tewas dalam pertempuran melawan Resi Wisrawa, brahmana dari pertapaan Girijembatan yang datang melamar Dewi Sukesi untuk putranya, Prabu Danaraja raja negara Lokapala. Resi Wisrawa juga berhasil menjabarkan ilmu &quot;Sastra Harjendra Yuningrat&quot; Jambumangli mati dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Anggota tubuhnya terpotong-poptong. Sebelum ajal merenggut jiawanya, Jambumangli mengeluarkan kutukan, bahwa kelak akan ada anak Wisrawa yang mati dengan cara yang sama seperti dirinya.
Sumber gambar : buku &quot;Rama&quot; oleh Kartapradja (1937).
Sumber tulisan : Senawangi.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=3">Wayang Purwa Ramayana</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/3/jambumangli.jpg" length="10231" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=652</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Aswanikumba</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=486</link>
      <pubDate>Tue, 25 Oct 2011 03:51:08 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Ditya ASWANIKUMBA adalah putra kedua Arya Kumbakarna dengan Dewi Aswani .Ia mempunyai kakak kandung bernama Kumba-Kumba.Aswanikumba tinggal bersama orang tuanya di kesatrian/negara Leburgangsa, wilayah negara Alengka.

Aswanikumba sangat sakti. Memiliki sifat dan perwatakan; pemberani, jujur, setia dan sangat patuh. Pada saat pecah perang besar Alengka, negara Alengka diserang oleh balatentara kera Prabu Rama di bawah pimpinan Prabu Sugriwa, raja kera dari Gowa Kiskenda dalam upaya membebaskan Dewi Sinta dari sekapan Prabu Dasamuka, Aswanikumba masih kanak-kanak. Atas perintah Prabu Dasamuka, Aswanikumba maju ke medan perang karena ayahnya, Kumbakarna sedang tidur dan tak bisa dibangunkan.

Aswanikumba tewas dalam pertempuran melawan Leksmana. Mati oleh panah sakti Surawijaya.
sumber : &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://wayangprabu.com&quot;&gt;Wayang Prabu.&lt;/a&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=3">Wayang Purwa Ramayana</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/3/aswanikumba-solo.jpg" length="9653" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=486</guid>
    </item>

  </channel>
</rss>