<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0">
  <channel>

    <title>Galeri Wayang Pitoyo.com - Kerabat Kurawa</title>
    <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=28</link>
    <description><![CDATA[Tokoh-tokoh yang ada di sekitar Kurawa. Atau tokoh-tokoh segenerasi yang tidak memihak Kurawa, tapi tetap tinggal di istana Hastinapura ketika masa Kurawa berkuasa.]]></description>
    <pubDate>Mon, 25 May 2026 19:58:35 GMT</pubDate>
    
    <item>
      <title>Warsakusuma</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1387</link>
      <pubDate>Sat, 20 Sep 2014 04:31:32 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Warsakusuma adalah putra kedua Adipati Karna, raja negara Awangga dengan permaisuri Dewi Surtikanti, putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Ia mempunyai saudara kandung bernama Warsasena.

Warsakusuma berparas cakap, ia mempunyai sifat dan perwatakan: cerdik pandai, pemberani, pandai bicara dan sangat berbakti. Warsakusuma menikah dengan Dewi Laksmanawati, putri Prabu Suyudana / Duryudana, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati, putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati / Setyawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Arya Warsaka.

Warsakusuma ikut terjun di medan perang Bharatayuda membela keluarga Kurawa. Ia tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca.

Sumber tulisan: www.pdwi.org

Gambar merupakan corekan tanpa informasi pembuat, adalah koleksi dari Poppenspe (e)L Museum, Nederland.
courtesy : geheugenvannederland.nl]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=28">Kerabat Kurawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/28/wygkulit_warsakusuma.jpg" length="9714" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1387</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Adimanggala</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=362</link>
      <pubDate>Wed, 18 Feb 2009 00:15:43 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Adalah patih negri Awangga, negri bagian Hadtinapura. Dialah pembantu setia Adipati Karna.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=28">Kerabat Kurawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/28/adimanggala_solo.jpg" length="18464" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=362</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Yuyutsu</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=356</link>
      <pubDate>Sat, 14 Feb 2009 01:03:35 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Ada dua Yuyutsu dalam kisah Mahabarata. Yang pertama adalah &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=130&gt;Yuyutsu&lt;/a&gt; salah satu seratus Kurawa.
Sementara Yuyutsu ini adalah putra bungsu Yamawidura, adik Sanjaya.
Perseteruan Pandawa Kurawa, membuat dia memilih untuk tidak ikut campur. Diam di istana dan lebih banyak tertarik pada susastra dan olah kebatinan.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=28">Kerabat Kurawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/28/yuyutsu_solo.jpg" length="9623" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=356</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Sanjaya</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=355</link>
      <pubDate>Sat, 14 Feb 2009 00:58:14 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Sanjaya adalah putra sulung Yamawidura. Tidak memihak Kurawa, pun tidak mengambil sikap membela Pandawa saat Baratayudha.
Saat perang Sanjaya setia menemani uwanya, Destarastra yang buta, untuk menceritakan setiap kejadian hari demi hari perang itu.
Destarastra tak henti-hentinya menangis mendengar cerita Sanjaya.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=28">Kerabat Kurawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/28/sanjaya.jpg" length="18918" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=355</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Adirata</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=315</link>
      <pubDate>Sun, 08 Feb 2009 10:22:03 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Kusir Adirata, adalah kusir kerajaan Hastinapura sejak jaman kekuasaan Kresnadwipayana hingga Duryudana. Pada jaman Yudhistira setelah perang Baratayudha pun, Adirata masih dihormati sebagaimana mestinya sebagai seorang sesepuh abdi istana.
Dia adalah ayah angkat dan yang membesarkan Adipati Karna.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=28">Kerabat Kurawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/28/adirata_solo.jpg" length="18696" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=315</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Aswatama</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=251</link>
      <pubDate>Wed, 04 Feb 2009 00:28:14 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Bambang Aswatama adalah satu-satunya putra kesayangan Pandita Drona. Sahabat dekat dengan Kartamarma, salah satu Kurawa.
Aswatama memihak Kurawa saat perang Baratayudha, masih hidup hingga perang usai.
Dia mati di istana Hastinapura, saat dia berupaya menculik dan mencelakai Parikesit kecil, penerus keluarga Pandawa di Hastinapura.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=28">Kerabat Kurawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/28/aswatama.jpg" length="14757" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=251</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Karna</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=250</link>
      <pubDate>Wed, 04 Feb 2009 00:17:28 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Adipati Karna adalah seorang ksatria yang lahir karena hubungan gelap seorang bangsa Manusia, putri kerajaan Mandura, Dewi Kunti, dengan seorang petinggi bangsa Dewa penjaga Matahari, Batara Surya. Seorang Dewa yang duduk di singgasana bulat bersinar berada tepat di depan matahari, dan selalu bergerak mengikuti gerakan matahari.

Untuk menjaga kehormatan dan menghindari aib bagi kerajaan Mandura, setelah sang bayi lahir, kemudian di larung di sungai. Sang bayi yang kemudian diperjalanan larung itu diberi pusaka anting-anting perak, dan baju rompi lentur juga berwarna perak, oleh sang ayah, Batara Surya.

Bayi Karna ini di temukan oleh seorang kusir kerajaan bangsa Hastinapura, bernama kusir Radeya. Karna kemudian diasuh dengan kasih saying, karena memang Radeya, tidak memiliki keturunan setelah sekian lama menikah dengan istrinya. 

Karna tumbuh menjadi seorang anak yang luar biasa cerdas. Seperti layaknya bangsa Manusia yang masih memiliki darah keturunan bangsa Dewa, Karna sangat cepat dalam belajar ilmu kanuragan maupun ilmu kautaman. Membuat banyak sekali pertanyaan dalam pikirannya yang kemudian tak mampu dijawab oleh orang tua angkatnya, Radeya. Membuat Karna seringkali tidak puas, mudah marah, dan seringkali berhari-hari pergi dari tempat tinggalnya, mengembara.

Yang paling membuatnya heran dan selalu bertanya adalah, mengapa Karna begitu mudah dan cepat belajar kesaktian, sementara dia hanyalah seorang kusir, yang tidak memiliki kesaktia  apa-apa. Kesaktian dan kecakapannya, membuat dia mudah diterima ketika Karna kemudian bergabung menjadi prajurti di Hastinapura. Juga kesaktian dan kepandaiannya pula yang membuat dia begitu cepat diterima di kalangan prajurit, dan karirnya begitu cepat menanjak. Dalam waktu singkat dia diangkat menjadi ksatria, dan masuk menjadi jajaran pimpinan senapati prajurit di Hastinapura.

Sungguh sebuah kebetulan, ketika Karna mengawal rombongan Hastinapura, dalam acara gladi Drupadi di negri Cempalareja, pimpinan Hastinapura saat itu, Prabu Duryudana, melihat kecakapan dan kesaktian Karna. Di acara itu, Karna juga berhasil menjaga wibawa Duryudana, ketika merasa dipermalukan. Saat itu juga Karna diangkat menjadi bagian dari keluarga istana. Dan hanya berselang beberapa bulan kemudian, dia diangkat menjadi panglima tertinggi pasukan negri Hastinapura, menggantikan kedudukan Resi Bisma. Karnalah yang mendapat kesempatan menaklukan negri Awangga, sehingga kemudian dia diberi wilayah kekuasaan di sana sebagai seorang Adipati.

Rasa marah dan kecewa atas asal-usulnya semakin menjadi ketika beberapa bulan sebelum perang Baratayudha, Dewi Kunti, ibu kandungnya, bercerita panjang lebar kepada Karna tentang asal-usulnya. Dengan harapan Karna akan beralih memihak Pandawa saat perang. Pengakuran yang membuat Karna kecewa kepada Kunti dan ayahnya, Batara Surya.

Tapi Karna adalah seorang patriot yang selalu menjunjung tinggi kebenaran. Tidak pernah lupa akan hutang budinya, adalah salah satu kebenaran yang dipegangnya. Di perang Baratayudha dia tetap sepenuh hati memihak Duryudana, orang yang telah banyak memberinya begitu banyak kesempatan. Walaupun masih kecewa dengan kedua orangtua kandungnya, Karna mati dengan rasa bangga, saat terjadi pertempuran dua pemanah sakti Dunia Wayang, antara dirinya dan Arjuna.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=28">Kerabat Kurawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/28/karna_solo1.jpg" length="16466" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=250</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Dursala</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=212</link>
      <pubDate>Fri, 30 Jan 2009 05:43:40 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Dursala adalah anak satu-satunya Dursasana, salah satu Kurawa.
Beruntung Dursala ketika muda, mendapat berkah sebuah ajian luar biasa bernama Gineng. Ajian yang bisa membuat tubuhnya menjadi sekeras batu, berguling-guling melumat apa saja yang dilewatinya.
Dursala mati dalam kesewenangannya dalam mengamalkan ajian itu. Tubuh batunya hancur berkeping oleh ajian Narantaka milik Gatotkaca.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=28">Kerabat Kurawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/28/dursala_solo2.jpg" length="8215" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=212</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Lesmana Mandrakumara</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=211</link>
      <pubDate>Fri, 30 Jan 2009 05:38:14 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Anak semata sayang Duryudana dengan Dewi Banowati. Sejak kecil hanya mengenal kemudahan-kemudahan dan perlakuan manja kepadanya. Paman-pamannya Kurawa juga selalu mengenalkan kepadanya kehidupan yang buruk bagi umumnya perkembangan seorang pemuda. 
Maka ia tumbuh menjadi pemuda yang mudah bimbang, pemabuk, selalu takut untuk mengambil keputusan.
Dia mati dalam perang Baratayudha. Ikut paman-pamannya, yang secara curang mengeroyok dan menyiksa Abimanyu, meninggalkan watak seorang ksatria. Abimanyu dalam luka parahnya, sempat merobek leher Lesmana dengan keris. Lesmana mati seketika.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=28">Kerabat Kurawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/28/lesmana_mandrakumara_solo.jpg" length="16862" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=211</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Jayadrata</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=210</link>
      <pubDate>Fri, 30 Jan 2009 01:04:40 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Arya Jayadrata atau sering disebut dengan Arya Tirtanata. Kastria dari Banakeling. Seorang wibawa yang kemudian tidak bisa lepas dari persaudaraan Kurawa. Satu-satunya wanita Kurawa, Dursilawati adalah istrinya.
Rasa keterikatannya dengan Duryudana, membuatnya harus membela Kurawa. 
Siapa pun yang melihat akan merasa heran karena kemiripan wajahnya dengan Bima, dan cara berjalan dan bicaranya yang mirip Satyaki.
Harus membunuh Abimanyu di Baratayudha, ketika melihat Abimanyu sudah sekarat untuk mengurangi derita. Jayadrata mati oleh panag Arjuna. Kepalanya terpenggal.
Simak kisah lengkapnya di buku &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://www.pitoyo.com/duniawayang/mod.php?mod=userpage&amp;menu=600&amp;page_id=6&gt;Kebaikan Kurawa&lt;/a&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=28">Kerabat Kurawa</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/28/jayadrata_solo.jpg" length="9960" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=210</guid>
    </item>

  </channel>
</rss>