<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0">
  <channel>

    <title>Galeri Wayang Pitoyo.com - Naskah Wayang Modern</title>
    <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=166</link>
    <description><![CDATA[Naskah wayang modern ini, dari sisi cerita, sebagian tetap perpedoman pada cerita klasik wayang dan pedalangan, sebagian lagi sudah membuat nuansa kekinian.
Yang menjadi ciri modern adalah pada cara penyajian naskah yang lebih mengutamakan tersampaikannya ide dengan diksi dan tata bahasa pergaulan masa kini.
Untuk kemudahan, kelompok naskah wayang modern dalam laman ini adalah naskah tentang wayang yang pertama kali ditulis setelah tahun 1990-an.]]></description>
    <pubDate>Wed, 29 Apr 2026 07:22:23 GMT</pubDate>
    
    <item>
      <title>Semar Mesem</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1448</link>
      <pubDate>Tue, 19 Aug 2014 04:14:01 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Kumpulan kisah Semar dari sudut pandang filsafat dan pendapat penulisnya.
Buku ini ditulis oleh R. Toto Sugiharto, diterbitkan oleh Divapress, Yogyakarta.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=166">Naskah Wayang Modern</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/166/semarmesem-toto-s.jpg" length="12649" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1448</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Hanoman, Akhir Bisu Sebuah Perang Besar</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1447</link>
      <pubDate>Wed, 30 Apr 2014 04:16:05 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?cPath=26_57&amp;products_id=474&quot;&gt;&lt;b&gt;KLIK DISINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; untuk pemesanan novel secara online. 
&lt;hr&gt;
Penulis : Pitoyo Amrih 
Ukuran : 14x20cm 
Tebal : 472 halaman 
Terbit : April 2014 
Penerbit : DIVA Press 
ISBN : 978-602-255-539-1 
&lt;br&gt;
Hanoman dikenal sebagai seorang panglima bangsa Kera yang hanya menghamba pada dirinya sendiri. Mengukir perjalanan hidupnya sendiri. Bukan karena perintah, bukan karena pengaruh. Arah kehidupannya adalah kemana harus berjalan menurut pemahaman kebenarannya. Hanoman yang selalu belajar.

Dia sendiri tak yakin siapa ayahnya. Yang dia tahu, ibunya bernama Dewi Anjani yang tak terlalu sering menemuinya saat kecil. Adalah Sang Hyang Bayu yang justru membentuk pendiriannya sampai dengan remaja. Hidup di negri para Dewa, negri di awan Jonggring Saloka, di istana Bayu bernama Panglawung.

Saat mulai beranjak dewasa, Batara Bayu mengirimnya mengembara ke pulau selatan Dunia Wayang. Bersama Anila yang juga tak pernah tahu asal-usulnya sendiri. Menjelajah mengenali merah hitam kehidupan dunia yang sesungguhnya. Belajar memahami apa arti teman, mengenali rasa kecewa, marah. Melihat dan mendengar tentang makna kepemimpinan. Sampai kemudian takdir membuat dia ditunjuk menjadi seorang panglima sebuah penyerangan besar terhadap suatu negri seberang lautan bernama Alengka.

Hanoman yang kemudian memahami bahwa pertikaian, peperangan sampai pada pertempuran yang semula menurutnya berisi semangat perjuangan antara yang baik dan angkara murka, tak lebih adalah silang sengkarut benturan kepentingan. Kepentingan untuk menguasai, kepentingan untuk mengalahkan, kepentingan mewujudkan keinginan.

Itulah mengapa Hanoman mengambil pendirian tak terlibat Baratayudha. Perang dahsyat yang dia mengira akan menjadi pembelajaran. Ternyata Hanoman keliru. Ternyata perang akan selalu ada. Pertempuran tetap akan selalu terjadi.. 
&lt;br&gt;
&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?cPath=26_57&amp;products_id=474&quot;&gt;&lt;b&gt;KLIK DISINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; untuk pemesanan novel secara online. 
&lt;hr&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=166">Naskah Wayang Modern</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/166/coverHanoman_front.jpg" length="19548" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1447</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Wisanggeni Membakar Api</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1446</link>
      <pubDate>Fri, 08 Mar 2013 03:39:00 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Novel Wayang Berbahasa Indonesia.&lt;br&gt;
Penulis : Pitoyo Amrih 
Ukuran : 14x20cm
Tebal : 436 halaman 
Terbit : Februari 2013 
Penerbit : DIVA Press 
ISBN : 9786022550495 &lt;br&gt;
&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?products_id=471&gt;Klik disini&lt;/a&gt; untuk pembelian novel secara online.&lt;br&gt;&lt;hr&gt;&lt;br&gt;

Atas nama kemurnian ras dewa, Batara Brama berniat melenyapkan bayi buah hubungan putrinya, Dewi Dresanala, dan Arjuna, yang notabene seorang ras manusia. &lt;br&gt;
Bola api raksasa pun melesat cepat keluar dari telapak tangan Batara Brama dan menerjang bayi hingga di sekujur tubuhnya diselimuti nyala api, membuatnya mencelat dan melesat ke negeri Samudra di ujung timur, lalu tubuh mungilnya melesak ke dasar samudra.
Bayi yang ternyata tidak ditakdirkan mati itu (namun sekarat) dirawat oleh Batara Baruna, penguasa negeri Dasar Samudra, lalu diberilah si kecil tersebut sebuah nama yang kelak bakal membuat alam kayangan tergetar dan takut: dialah Wisanggeni! &lt;br&gt;
Saat usianya makin dewasa, pertanyaan tentang asal-usul dirinya terus menggelayuti benak Wisanggeni. Merasa keberadaannya telah dimungkiri oleh leluhurnya sendiri, bangsa dewa, Wisanggeni pun menantang kekuasaan dan wibawa bangsa dewa. &lt;br&gt;
Lantas, berhasilkah ia mendapatkan pengakuan dari leluhurnya, bangsa dewa? Dan, bagaimana kehidupannya kelak saat ia tidak ditakdirkan terlibat dalam perang akbar Bharatayuda untuk membantu kubu ayahandanya?&lt;br&gt;
Simak novel yang demikian menyentuh dan kaya akan pesan moral ini! &lt;br&gt;&lt;br&gt;

“…Jagat cilik adalah semua hal yang ada pada dirimu atas apa yang kamu alami di jagat gedhe, Ngger. Hanya sedikit orang yang bisa mengenali jagat ciliknya, dan hampir tak ada orang yang mampu melihat dan memahami jagat ciliknya,” ucap Sang Hyang Wenang kepada Wisanggeni. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Gelegar Amuk Batin sang Titisan Dewa!&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?products_id=471&gt;Klik disini&lt;/a&gt; untuk pembelian novel secara online.&lt;br&gt;&lt;hr&gt;
&lt;p&gt;Pada tanggal 27 Maret 2013, buku 'Wisanggeni Membakar Api' ini diulas dalam acara Book Review sekaligus sebagai kegiatan launch buku dalam Talk Show on-air Radio di RRI Pro2 FM Yogyakarta, bersama penulis Pitoyo Amrih, editor dari penerbit DivaPress Misni Parjiati, dipandu oleh host Lulu Rahadi. &lt;br&gt;&lt;br&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=166">Naskah Wayang Modern</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/166/front_cover_Wisanggeni.jpg" length="8187" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1446</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Pandawa Tu7uh</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1456</link>
      <pubDate>Mon, 02 Jul 2012 10:35:34 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Judul Novel : Pandawa Tu7uh
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 493 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-766-509-5

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?products_id=465&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk pembelian buku secara online.

Semua tahu Pandawa berarti para putra Pandu. Putra Pandu yang berjumlah lima. Yudhistira, Bima, Arjuna dan si kembar Nakula dan Sadewa. Kelahiran mereka begitu istimewa, bahkan beberapa tokoh bangsa Dewa pun berkehendak menemani kelahiran mereka. Kemunculan mereka di dunia wayang terasa akan menjadi sebuah keajaiban. Semuanya begitu sempurna.

Sampai ketika takdir berkata lain. Cobaan demi penderitaan justru yang mereka hadapi. Pengkhianatan, upaya pembunuhan, penghinaan, pelecehan, terkucilkan, hidup dalam pengasingan. Segala bentuk ujian dan perjuangan mereka alami. Tapi justru itulah yang mendewasakan mereka. Semakin menyempurnakan ilmu kanuragan dan kautaman mereka. Melihat semakin benderang rahasia alam, makna kehidupan dan arti kematian.

Sampai akhirnya perang saudara Baratayudha itu harus terjadi. Kemenangan Pandawa tak lebih adalah buah yang mereka petik atas perjuangan yang mereka tanam. Dan setelah kemenangan perang, bukan disikapi dnegan pesta pora. Setelah Baratayudha, Pandawa kembali dengan tanggung jawabnya, dan menjalani kehidupan seperti biasa. Dan seperti layaknya manusia, ada kala bersinar, suatu saat redup, dan akhirnya menemui ajal. Sebuah kisah perjalanan hidup para Pandawa yang penuh liku, dan segala manis pahit kehidupan.

Namun banyak orang, terutama para penduduk Amarta, negri yang Pandawa bangun, berpendapat bahwa apa yang mereka alami juga terdapat peran yang tidak sederhana dari saudara, teman sekaligus sahabat seiring mereka. Adalah orang-orang yang selalu berada diantara mereka baik dalam suka maupun duka, dikala bahagia maupun saat pedih derita. Adalah Kresna, putra kerajaan Mandura, yang kemudian menjadi raja Dwarawati yang selalu mendampingi Pandawa. Juga Satyaki, ksatria dari Lesanpura yang menjadi panglima Dwarawati. Dua orang ini adalah seorang raja sekaligus ksatria yang tahu benar arti sebuah persahabatan dan makna sebuah persaudaraan. Pendapat yang sama bila hal sama ditanyakan kepada para penduduk Dwarawati.

Hal yang beda disampaikan oleh rakyat Mandura, mereka menganggap raja mereka Baladewa menjadi penentu kemenangan Pandawa di Baratayudha, ketika Baladewa tak memihak saat perang di Kurusetra itu. Baladewa bisa jadi akan merubah keadaan bila saja dia hadir di padang Kurusetra itu dan memihak Kurawa. Sehingga rakyat Mandura lebih suka menganggap Baladewa dan Kresna yang berperan atas kejayaan Pandawa. Tapi tetap saja, pendapat kebanyakan lebih suka memihak kepada Kresna dan Satyaki yang selalu menemani Pandawa saat suka maupun susah. 

Sehingga bisa dipahami ketika orang-orang itu kemudian berpendapat bahwa perjuangan Pandawa tidak sekedar dialami oleh lima anak Pandu. Perjuangan hidup mereka juga selalu ditemani Kresna dan Satyaki. Itulah mengapa, bagi mereka, Pandawa tidak hanya lima. Mereka seharusnya ber-tujuh. Pandawa tujuh…

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?products_id=465&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk pembelian buku secara online.]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=166">Naskah Wayang Modern</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/166/cover_pandawa7_r.jpg" length="8030" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1456</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Memburu Kurawa</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1455</link>
      <pubDate>Thu, 13 Oct 2011 06:01:06 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[&lt;b&gt;Memburu Kurawa&lt;/b&gt;
Risalah Kematian Di Padang Kurusetra.

Judul Novel : MEMBURU KURAWA
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 417 halaman
Ukuran Halaman : 15,5 x 24 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-978-850-1

Mereka begitu banyak. Tidak mudah untuk dihafal, begitu gampang dilupakan. Tapi begitulah, mereka terlanjur dilahirkan, dan sudah menjadi suratan takdir terabaikan di usia kanak-kanak mereka.
Apa yang ada dikepala mereka hanyalah apa yang menurut mereka baik untuk dirinya. Tak pernah berpikir tentang perasaan orang lain, tak pernah berpikir untuk berbagi menciptakan suasana bahagia bersama. Yang mereka bisa lakukan tak lain hanyalah menebar angkara, dan menciptakan keresahan dan ketakutan.

Tak ada kata-kata lagi yang sanggup mendewasakan mereka. Tak ada contoh teladan lagi yang sanggup memberi mereka pencerahan hidup. Mereka menantang, tak ada pilihan lain bagi Pandawa selain membela diri. Dan kematian adalah satu-satunya cara untuk menghentikan para Kurawa!  Yang tersisa pun kemudian harus diburu.

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?cPath=26_51&amp;products_id=460&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; untuk pembelian buku secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Simak nukilan novel di Googlebooks:

&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; style=&quot;border:0px&quot; src=&quot;http://books.google.co.id/books?id=LfIiIUfNMukC&amp;lpg=PP1&amp;dq=pitoyo%20amrih&amp;hl=id&amp;pg=PP1&amp;output=embed&quot; width=600 height=1000&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;&lt;br&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=166">Naskah Wayang Modern</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/166/frontcover_memburukurawa.jpg" length="8686" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1455</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Resi Durna Sang Guru Sejati</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1454</link>
      <pubDate>Sun, 26 Dec 2010 15:45:13 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Judul Novel : &lt;b&gt;RESI DURNA, Sang Guru Sejati&lt;/b&gt;
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 462 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-978-402-2

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?products_id=444&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian buku secara online

Ada yang memanggilnya dengan sebutan Pandita Durna. Sebagian lagi bercerita tentang nama Dorna. Tapi sebenarnya dia mengaku bernama Resi Drona. Seorang sakti yang sebagian besar waktu hidupnya digunakan untuk mengajarkan semua ilmu yang dimilikinya. Baik itu ilmu baik ataupun ilmu jahat.

Resi Drona adalah guru sejati, dia bisa mengajarkan banyak ilmu, dari ilmu ksatria menelisik rahasia alam, sampai ilmu kelam milik para jahanam.

Lahir dengan nama Bambang Kumbayana. Dia memberontak karena kehidupan mudanya tak memberinya harapan. Dia terusir oleh kesombongannya. Dia tertipu oleh nafsunya. Dia terbelenggu oleh tanggung jawab cintanya kepada sang anak, Aswatama. Dia terpenjara oleh ganasnya alam Atasangin, juga oleh nikmatnya kehidupan istana Hastinapura. Dia dikhianati oleh sahabatnya, Sucitra. Dia merasa bersalah kepada murid Ekalaya, yang bukan muridnya. Dia kecewa atas dirinya.

Tapi Drona adalah seorang bijak yang mau berbagi dan mengajarkan segala kemarahan, kekecewaan, dan semua kekeliruannya.

Ada empat kejadian yang selalu memberi perubahan dalam dirinya. Saat dirinya diusir oleh ayahnya sendiri dari tanah kelahirannya. Saat dirinya tahu bahwa dia telah menanamkan benih yang membuatnya harus belajar mencintai seorang anak. Saat dia dikhianati seseorang yang selama ini dianggap sahabatnya. Dan saat dia menyadari anaknya, yang menjadi semangat hidupnya selama ini, memilih berpihak pada Kurawa saat perang besar Baratayudha.

Tapi Drona adalah seorang bijak yang mau berbagi dan mengajarkan segala perubahan-perubahan dalam dirinya.

Bima mungkin tak pernah tahu bahwa ilmu sejati yang dimilikinya adalah juga buah dari kerasnya Drona dalam mendidiknya dan membiarkannya ditempa segala kepedihan. Seperti juga Arjuna yang bisa jadi tak pernah tahu bagaimana dia bisa menimba ilmu pada belasan resi dan memiliki belasan pusaka, adalah juga buah dari petunjuk dan segala &quot;tipuan&quot; Drona.

Dan dari semua apa yang telah dilakukannya, Drona membiarkan semua orang menghujat dirinya…

Bukan hanya sebuah novel epos, tapi super novel! lantaran muatan-muatan inspirasionalnya yang amat berharga untuk diri kita di masa kini!

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?products_id=444&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian buku secara online.

Simak nukilan novel di Googlebooks:

&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; style=&quot;border:0px&quot; src=&quot;http://books.google.co.id/books?id=0NeaBAjEFEkC&amp;lpg=PA1&amp;dq=pitoyo%20amrih&amp;hl=id&amp;pg=PA1&amp;output=embed&quot; width=600 height=1000&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;&lt;br&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=166">Naskah Wayang Modern</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/166/frontcover_durna.jpg" length="10870" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1454</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Perjalanan Sunyi Bisma Dewabrata</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1453</link>
      <pubDate>Sun, 26 Dec 2010 15:35:53 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?products_id=440&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian buku secara online.
&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=https://payhip.com/b/dTA5&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian versi E-bookNovel, download pdf langsung ke PC atau Gadget anda.

Judul Novel : Perjalanan Sunyi Bisma Dewabrata
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 476 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-955-737-4

Ilustrasi cover buku diinspirasi dari karya &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://transbonja.deviantart.com/gallery/?offset=48#/d1fpbuq&gt;Sweta Kartika&lt;/a&gt;

Ketika tahta Hastinapura yang menjadi haknya, dilepaskannya. Ketika dia bersumpah untuk tidak akan pernah menikah, agar tak ada keturunannya yang menuntut tahta Hastinapura... Apalagi tujuan hidup yang tersisa, yang menjadi semangat hari demi hari menjalani hidupnya yang begitu lama.

Cerita tentang pengabdian yang bisa menjadi cermin kehidupan kita.

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?products_id=440&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian buku secara online.
&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=https://payhip.com/b/dTA5&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;untuk pembelian versi E-bookNovel, download pdf langsung ke PC atau Gadget anda.


Simak nukilan novel di Googlebooks:

&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; style=&quot;border:0px&quot; src=&quot;http://books.google.co.id/books?id=1xvOH8TuzwkC&amp;lpg=PA1&amp;dq=pitoyo%20amrih&amp;hl=id&amp;pg=PA1&amp;output=embed&quot; width=600 height=1000&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;&lt;br&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=166">Naskah Wayang Modern</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/166/frontcover_bisma.jpg" length="33890" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1453</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Pertempuran 2 Pemanah ARJUNA-KARNA</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1452</link>
      <pubDate>Fri, 26 Feb 2010 14:45:09 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[Judul Novel : Pertempuran 2 Pemanah ARJUNA-KARNA
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 426 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress
ISBN : 978-602-955-522-6

Seorang ksatria lahir dengan sebuah anugrah luar biasa. Wajahnya memiliki aura tampan yang mempesona siapa saja yang melihatnya, apalagi seorang perempuan. Lahir dilingkungan istana besar Hastinapura yang membuatnya merasa dia adalah seorang istimewa.

Perjalanan hidup berliku membuatnya harus keluar istana. Tapi justru itulah, dia mengalami pendewasaan hati dan pikiran. Kesaktiannya juga luar biasa. Berguru kepada banyak resi, bahkan pernah tinggal di kahyangan tempat bangsa Dewa. Banyaknya pusaka yang diberikan kepadanya, semakin menambah wibawa dirinya. Panah Pasopati, Sarutama, Harudadali. Keris Pulanggeni, Kalanadah, adalah sebagian dari beberapa pusaka yang terkenal itu.

Keelokan wajahnya membuat banyak perempuan di setiap persinggahan rela untuk menjadi istrinya. Dia bukan lelaki pencari wanita. Dia juga bukan lelaki pengumbar kesenangan. Dia hanya seorang pria yang tak kuasa menolak setiap wanita yang memohon untuk menjadi istrinya. Tercatat limabelas wanita telah menjadi istrinya. Sumbadra, Srikandi, Larasati, Ulupi, Ratri, Jimambang, Supraba, Wilutama, Dresanala, Manuhara, Antakawulan, Juwitaningrat, Meswara, Retno Kasimpar dan Dyah Sarimaya.

Sang ksatria pemanah yang tak pernah berhenti belajar itu bernama Arjuna. Duduk di singgasana negri bagian Amarta bernama Madukara.

Ada seorang ksatria lain yang lahir dan tersia-siakan. Sepanjang hidupnya diliputi rasa ketidakpuasan ketika dia selalu melihat bahwa kemampuan dan kesaktiannya senantiasa bisa lebih tinggi dari anggapan orang. Dia dibuang dan harus menjalani hidup sebagai seorang anak kusir kerajaan.

Kemauan dan tekadnya yang begitu besar membuatnya dia menjadi sosok sakti tanpa guru. Tak ada yang mau membimbing seorang anak kusir kecuali seorang guru kehidupan bernama Rama Bargawa. Yang kemudian memberinya pusaka sakti panah Wijayacapa, keris Kalatida dan Kyai Jalak.

Satu-satunya istri yang dicintai adalah Dewi Surtikanti. Seorang putri negri Mandraka. Namun selalu menjaga jarak dengan mertuanya, Prabu Salya. Sampai ketika rahasia itu terungkap bahwa sebenarnya dia masih keturunan seorang putri raja dan seorang petinggi bangsa Dewa. Lengkaplah rasa marahnya kepada setiap orang yang seharusnya dihormatinya.

Sang ksatria pemanah lain itu bernama Karna. Bergelar Adipati dan duduk di singgasana negri bagian Hastinapura, bernama Awangga.

Dua ksatria pemanah, Arjuna dan Karna, ternyata lahir dari kandungan seorang ibu yang sama! Dan dua sedarah seibu itu harus menjalani pilihan untuk saling berhadapan, saling membunuh. Dua orang pemanah sakti yang harus berseberangan, sama-sama demi sebuah kebenaran!

&lt;hr&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?cPath=26_51&amp;products_id=423&gt;&lt;b&gt;KLIK DISINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; untuk pembelian buku secara on-line.&lt;hr&gt;

Simak nulikan novel di Googlebooks:

&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; style=&quot;border:0px&quot; src=&quot;http://books.google.co.id/books?id=cZ0v3_IukoYC&amp;lpg=PR1&amp;dq=pitoyo%20amrih&amp;hl=id&amp;pg=PR1&amp;output=embed&quot; width=600 height=1000&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;&lt;br&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=166">Naskah Wayang Modern</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/166/arjunakarna_rev.jpg" length="29987" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1452</guid>
    </item>
    <item>
      <title>The Darkness of Gatotkaca</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1451</link>
      <pubDate>Wed, 05 Aug 2009 05:37:04 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[&lt;b&gt;THE DARKNESS of GATOTKACA&lt;/b&gt;
Sebuah Novel Pahlawan Kesunyian

Judul Novel : The Darkness of Gatotkaca
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 416 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress-Yogyakarta
ISBN : 979-963-639-0

Gatotkaca adalah seorang patriot dengan kelahiran yang luar biasa. Kesaktian bangsa dewa mempercepat proses dewasanya. Dia adalah putra kedua Raden Bima, kerabat kedua Pandawa. Lahir dari ibu keturunan bangsa raksasa bernama Dewi Arimbi: seorang ibu yang hidup selamanya dalam kemelut rasa bersalah karena tidak pernah bisa menimang dan menemani masa kecil sang Gatotkaca.

Gatotkaca adalah seorang kesatria. Ia memiliki kesaktian yang luar biasa. Tak ada senjata yang mampu melukainya, kecuali satu, tombak Konta Wijayadanu. Senjata yang memang disiapkan menembus kulit tubuhnya. Dibuat pula oleh bangsa dewa.

Gatotkaca adalah seorang pahlawan. Dia menjadi benteng bagi semua keluarga dan sesepuhnya. Dia membela setiap jengkal wilayah negaranya. Dia sangat disiplin menjaga amanah. Loyal terhadap segala apa yang dijunjungnya. Membela setiap kebenaran. Menghancurkan setiap angkara murka.

Tapi, Gatotkaca selalu hidup dalam kesendirian! Dia selalu memendam dan menekan setiap kecewa di dasar hatinya. Tak ada orang di sekitarnya yang diajaknya berbagi. Dia terlalu angkuh untuk bisa mengutarakan setiap perasaannya. Dia selalu menelan beban rasa bersalah dalam dirinya. Dia selalu merasa hidup sendiri di tengah kehangatan keluarganya: meaningless, lonely, stillness, and darkness…

Novel sisi gelap Gatotkaca ini disajikan dengan amat menggelora, penuh kejutan, ledakan emosi, dan sekaligus nestapa. Membaca novel epos ini, niscaya akan menghadirkan ide dan inspirasi pada kita semua untuk mencoba melihat dan menyelami masing-masing tokoh dan karakter dalam kehidupan ini: dari keteladanan, kemarahan, kesendirian, kecongkakan, kejujuran, integritas, pengorbanan, kebijaksanaan, kebimbangan, dendam, kekecewaan, dan pencarian makna dan tujuan hidup.

&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?cPath=26_51&amp;products_id=382&gt;Klik Disini&lt;/a&gt; untuk pembelian buku secara online di Pitoyo Dotcom Webstore.

Simak nukilan novel di Googlebooks:
&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; style=&quot;border:0px&quot; src=&quot;http://books.google.co.id/books?id=dCEH2VFFWEEC&amp;lpg=PR1&amp;dq=pitoyo%20amrih&amp;hl=id&amp;pg=PR1&amp;output=embed&quot; width=600 height=1000&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;
&lt;br&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=166">Naskah Wayang Modern</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/166/The_Darkness_of_Gatotkaca_big.jpg" length="15397" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1451</guid>
    </item>
    <item>
      <title>Narasoma, Ksatria Pembela Kurawa</title>
      <link>https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1450</link>
      <pubDate>Sun, 18 Jan 2009 04:01:41 GMT</pubDate>
      <description><![CDATA[JUDUL NOVEL : NARASOMA, Ksatria Pembela Kurawa
PENULIS : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 358 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : PINUS-Yogyakarta
ISBN : 979-99012-5-1

“ Mengapa akhirnya saya harus membela Kurawa….?” itulah mungkin suara hati yang selalu terngiang di nurani Prabu Salya, terutama ketika menjalani hari demi hari perang dahsyat Baratayudha.

 Sebuah perang yang begitu hebat, puluhan ribu orang tewas, ratusan ksatria senapati menemui ajal, karena Baratayudha, perang antar saudara ras bangsa Manusia yang seharusnya tak perlu terjadi.

 Tapi bagi Salya, perang itu masih tidak seberapa. Peperangan yang sebenarnya, baginya sudah dimulai jauh sebelum Baratayudha. Bahkan sejak muda ketika dirinya masih dipanggil sebagai Narasoma.

 Sebuah hingar bingar pertempuran yang terjadi dalam kurun waktu begitu lama, di kesunyian lubuk hati nurani dirinya. Salya, seorang raja besar Mandraka yang harus selalu mengalami pertentangan batin selama hidupnya.

Penulis
&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=http://pitoyo.com/webstore/product_info.php?cPath=26_51&amp;products_id=46&gt;Klik Disini&lt;/a&gt; untuk pembelian buku secara online.

Simak nukilan novel di Googlebooks :
&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; style=&quot;border:0px&quot; src=&quot;http://books.google.co.id/books?id=e6zQYSvqngYC&amp;lpg=PA248&amp;dq=pitoyo%20amrih&amp;hl=id&amp;pg=PA248&amp;output=embed&quot; width=600 height=1000&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;]]></description>
          <category domain="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/categories.php?cat_id=166">Naskah Wayang Modern</category>
              <author><![CDATA[example@example.com (pitoyo)]]></author>
              <enclosure url="https://pitoyo.com/duniawayang/galery/data/thumbnails/166/narasomanovel.jpg" length="13931" type="image/jpeg" />
          <guid isPermaLink="false">https://pitoyo.com/duniawayang/galery/details.php?image_id=1450</guid>
    </item>

  </channel>
</rss>