Advanced search
 
Registered users

Username:

Password:

Log me on automatically next visit?

» Forgot password
» Registration
Random image

Brajamusti
Brajamusti
Kerabat Pringgandani
Comments: 0


About Pitoyo Amrih

Pitoyo Amrih

NovelWayang PitoyoAmrih


Flag counters!

 

 

 

Donate 5 USD to contribute on building the valuable content about Wayang Indonesia to this Galeri Wayang site

loading...

Hanoman, Akhir Bisu Sebuah Perang Besar


 

NovelWayang PitoyoAmrih

 


 

Hanoman, Akhir Bisu Sebuah Perang Besar

            


Hanoman, Akhir Bisu Sebuah Perang Besar
Description:
KLIK DISINI untuk pemesanan novel secara online.


Penulis : Pitoyo Amrih
Ukuran : 14x20cm
Tebal : 472 halaman
Terbit : April 2014
Penerbit : DIVA Press
ISBN : 978-602-255-539-1


Hanoman dikenal sebagai seorang panglima bangsa Kera yang hanya menghamba pada dirinya sendiri. Mengukir perjalanan hidupnya sendiri. Bukan karena perintah, bukan karena pengaruh. Arah kehidupannya adalah kemana harus berjalan menurut pemahaman kebenarannya. Hanoman yang selalu belajar.

Dia sendiri tak yakin siapa ayahnya. Yang dia tahu, ibunya bernama Dewi Anjani yang tak terlalu sering menemuinya saat kecil. Adalah Sang Hyang Bayu yang justru membentuk pendiriannya sampai dengan remaja. Hidup di negri para Dewa, negri di awan Jonggring Saloka, di istana Bayu bernama Panglawung.

Saat mulai beranjak dewasa, Batara Bayu mengirimnya mengembara ke pulau selatan Dunia Wayang. Bersama Anila yang juga tak pernah tahu asal-usulnya sendiri. Menjelajah mengenali merah hitam kehidupan dunia yang sesungguhnya. Belajar memahami apa arti teman, mengenali rasa kecewa, marah. Melihat dan mendengar tentang makna kepemimpinan. Sampai kemudian takdir membuat dia ditunjuk menjadi seorang panglima sebuah penyerangan besar terhadap suatu negri seberang lautan bernama Alengka.

Hanoman yang kemudian memahami bahwa pertikaian, peperangan sampai pada pertempuran yang semula menurutnya berisi semangat perjuangan antara yang baik dan angkara murka, tak lebih adalah silang sengkarut benturan kepentingan. Kepentingan untuk menguasai, kepentingan untuk mengalahkan, kepentingan mewujudkan keinginan.

Itulah mengapa Hanoman mengambil pendirian tak terlibat Baratayudha. Perang dahsyat yang dia mengira akan menjadi pembelajaran. Ternyata Hanoman keliru. Ternyata perang akan selalu ada. Pertempuran tetap akan selalu terjadi..



KLIK DISINI untuk pemesanan novel secara online.

Keywords: hanoman, pitoyo, amrih
Date: 30.04.2014 11:16
Hits: 6438
Downloads: 0
Rating: 0.00 (0 Vote(s))
File size: 226.2 KB
Added by: pitoyo

 



 



Author: Comment:
There are no comments for this image



Previous image:
Wisanggeni Membakar Api

 
 Next image:
Semar Mesem

 

 

RSS Feed: Hanoman, Akhir Bisu Sebuah Perang Besar (Comments)

Wayang Pedia