JavaScript seems to be disabled in your browser.

You must have JavaScript enabled in your browser to utilize the functionality of this website. Click here for instructions on enabling javascript in your browser.


Rp.50.000,-


Novel ini berbahasa Indonesia
Mengungkap sisi gelap Gatotkaca, simak penggalan cuplikan kisah ketika dalam lelah, dan amarah, dia harus membunuh paman-pamannya yang memberontak :

… "Yang tampak kemudian, tubuh-tubuh dengan luka mengerikan tergolek di lantai istana Pringgandani. Sementara Gatotkaca tampak diam berdiri dengan sorot mata tajam, setengah menunduk memandang lantai. Entah apa yang ada di hatinya saat ini. Nafasnya memburu. Kedua tangannya berlumuran darah. Tangan kanan oleh darah Brajamusti, sementara tangan kiri oleh darah Brajalamatan. Mulutnya juga penuh darah segar karena telah merobek leher Brajadenta. Tengkuk dan punggungnya juga penuh bercak darah, karena muntahan darah dari mulut Brajawikalpa."

Atau dalam amarahnya yang memuncak, Gatotkaca dalam semalam telah membuat sebuah ibukota negri musnah :

… "Sebuah ibukota negri musnah hanya dalam waktu sehari semalam! Tampak kemudian ketika fajar menyingsing, Gatotkaca yang penuh darah musuh-musuhnya di seluruh tubuhnya itu, berdiri mematung di tengah alun-alun negri Paranggumiwang. Suasana sepi. Semua penduduk dan prajurit Paranggumiwang itu telah menjadi mayat memenuhi alun-alun dan jalan-jalan ibukota Paranggumiwang.
Gatotkaca berdiri mematung dengan sorot mata tajam menatap hamparan korbannya yang berserakan! Tangan kanannya masih menggenggam keris Pulanggeni yang juga basah oleh darah. Tangan kanan itu tampak gemetar! Nafas Gatotkaca terlihat memburu!.."



Gatotkaca adalah seorang patriot dengan kelahiran yang luar biasa. Kesaktian bangsa dewa mempercepat proses dewasanya. Dia adalah putra kedua Raden Bima, kerabat kedua Pandawa. Lahir dari ibu keturunan bangsa raksasa bernama Dewi Arimbi: seorang ibu yang hidup selamanya dalam kemelut rasa bersalah karena tidak pernah bisa menimang dan menemani masa kecil sang Gatotkaca.

Gatotkaca adalah seorang kesatria. Ia memiliki kesaktian yang luar biasa. Tak ada senjata yang mampu melukainya, kecuali satu, tombak Konta Wijayadanu. Senjata yang memang disiapkan menembus kulit tubuhnya. Dibuat pula oleh bangsa dewa.

Gatotkaca adalah seorang pahlawan. Dia menjadi benteng bagi semua keluarga dan sesepuhnya. Dia membela setiap jengkal wilayah negaranya. Dia sangat disiplin menjaga amanah. Loyal terhadap segala apa yang dijunjungnya. Membela setiap kebenaran. Menghancurkan setiap angkara murka.

Tapi, Gatotkaca selalu hidup dalam kesendirian! Dia selalu memendam dan menekan setiap kecewa di dasar hatinya. Tak ada orang di sekitarnya yang diajaknya berbagi. Dia terlalu angkuh untuk bisa mengutarakan setiap perasaannya. Dia selalu menelan beban rasa bersalah dalam dirinya. Dia selalu merasa hidup sendiri di tengah kehangatan keluarganya: meaningless, lonely, stillness, and darkness…

Novel sisi gelap Gatotkaca ini disajikan dengan amat menggelora, penuh kejutan, ledakan emosi, dan sekaligus nestapa. Membaca novel epos ini, niscaya akan menghadirkan ide dan inspirasi pada kita semua untuk mencoba melihat dan menyelami masing-masing tokoh dan karakter dalam kehidupan ini: dari keteladanan, kemarahan, kesendirian, kecongkakan, kejujuran, integritas, pengorbanan, kebijaksanaan, kebimbangan, dendam, kekecewaan, dan pencarian makna dan tujuan hidup.

THE DARKNESS of GATOTKACA
Sebuah Novel Pahlawan Kesunyian

Judul Novel : The Darkness of Gatotkaca
Penulis : Pitoyo Amrih
Tebal Halaman : 416 halaman
Ukuran Halaman : 14 x 21 cm
Penerbit : DIVAPress-Yogyakarta
ISBN : 979-963-639-0




Bisa disertakan tanda tangan penulis bila diminta.





Info Pemroduksi
Penerbit Diva Press
Pemroduksi