pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Semua Artikel yang ditulis Pitoyo Amrih, baik di media internet maupun media cetak, yang telah dipublikasikan sejak tahun 1997 sampai sekarang.

Wayang Dalam Perspektif Kekinian PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 11 May 2011 12:23

“Oo, festival wayang golek, to..” adalah ungkapan yang pertama keluar dari seorang teman saya yang kebetulan juga penggiat budaya di kota Solo, ketika saya bercerita tentang keterlibatan saya sebagai pembicara pada acara Bandung Wayang Festival 2011 beberapa waktu lalu.

Sebuah “Wayang Festival” yang diselenggarakan di Bandung memang sebuah event yang unik dan bisa jadi akan membuat setiap orang terutama para penggiat budaya wayang yang berada di Jawa  akan bertanya-tanya,.. mengapa Bandung? Bukan apa-apa, karena memang persepsi wayang terutama bagi pelaku seni di Jawa Tengah khususnya Yogyakarta dan Surakarta ketika bicara kata “Wayang” dan dikorelasikan dengan “Bandung”, mereka langsung meng-‘karantina’ pemikiran pada –hanya- ruang lingkup budaya ‘wayang golek’.

Tapi tidak. Seperti semangat para panitia yang sempat bercerita kepada saya, Bandung Wayang Festival mengakomodasi semua budaya wayang. Dari Sabang sampai Merauke, bahkan budaya wayang negeri manca. Lalu mengapa memilih Bandung? Dan sebuah semangat luar biasa ketika panitia itu akan bertekad membuat festival ini menjadi agenda tahunan, dengan juga penyelenggaraan event-event kecil yang melingkupinya, entah itu event pementasan ataupun pameran. Panjang lebar salah seorang panitia bercerita kepada saya mengenai pilihan kota Bandung yang dalam penerimaan pemahaman saya menangkap sebuah tekad untuk bisa menjembatani perspektif ‘wayang klasik’ dan ‘wayang modern’. Lalu mengapa ada penglihatan ‘wayang klasik’ dan ‘wayang modern’?

 

 

Last Updated on Sunday, 15 May 2011 10:19
Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 7 of 28
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo