pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Semua Artikel yang ditulis Pitoyo Amrih, baik di media internet maupun media cetak, yang telah dipublikasikan sejak tahun 1997 sampai sekarang.

Sinergi Kembar Nakula Sadewa PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 01 December 2011 09:20

Nakula dan Sadewa (wayang golek)

 

Nakula dan Sadewa memang sosok yang unik. Keduanya kembar identik. Hampir sulit dibedakan kedua wajah dan fisik mereka. Mereka juga sama-sama kidal. Walaupun tangan kanan dan kiri mereka bisa melakukan hal yang sama, tapi tangan kiri mereka seperti lebih bertenaga daripada tangan kanan mereka. Kemampuan olah kanuragan mereka juga hampir sama. Sama-sama memiliki kesaktian yang tinggi dalam memainkan pedang dan keris. Juga kemampuan memanah mereka, walaupun masih jauh bila dibanding kakak mereka, Arjuna, tapi kemampuan memanah mereka masih diatas rata-rata kemampuan memanah para ksatria pada umumnya.

Hal yang paling membedakan keduanya, antara Nakula dan Sadewa, adalah dalam hal kepribadian mereka. Nakula memiliki pribadi yang pendiam. Dia adalah seorang ksatria dengan tipe pemikir. Setiap kejadian, selalu kemudian ditelaah, diurai maknanya, dan coba dijabarkan di dalam hatinya. Nakula hanya berbagi dan menyampaikan pendapatnya, ketika diminta. Berbeda dengan Sadewa. Sadewa adalah seorang yang pandai dalam menyampaikan pendapat. Dia juga cerdas. Sadewa yang juga dikenal sebagai seorang pembicara, bila menyampaikan sesuatu hal kepada senapati prajurit atau rakyat kebanyakan. Gabungan Nakula dan Sadewa, saya bayangkan seperti sebuah miniatur dari kombinasi Yudhistira –yang lebih banyak diam dan berpikir- dan Kresna –yang lebih banyak menyampaikan pendapat dan membangun hubungan dengan orang lain-. Hanya bedanya, kalau Yudhistira dan Kresna, biasanya bekerja sama dalam ranah kebijakan strategis yang luas, menyangkut kehidupan dan hubungan antar negri di dunia wayang, Nakula dan Sadewa, lebih banyak menjalin kerjasama, untuk mengejawantahkan hal-hal yang harus dibina dan diperbaiki di lapangan, pada orang kebanyakan, terutama di lingkup dalam negri Amarta dan sekutu-sekutunya.

Last Updated on Friday, 17 January 2014 09:39
Selengkapnya..
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 5 of 28
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo