pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Semua Artikel yang ditulis Pitoyo Amrih, baik di media internet maupun media cetak, yang telah dipublikasikan sejak tahun 1997 sampai sekarang.

Antareja dan Durna di Singapura PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 02 June 2012 21:42

“..bukumu ada di Perpustakaan sini, Pit… kamu musti lihat..”, begitu kalimat terlontar dari salah seorang sahabat yang tinggal di Singapura, ketika kami bertemu beberapa hari lalu saya berkesempatan beberapa hari tugas di negri itu. Di hari keempat saya di sana, sore hari kami pun menyusuri jalan Victoria Street, dari hotel ke arah utara. Sungguh kebetulan, hotel tempat saya menginap ternyata tidak begitu jauh dengan National Library Board of Singapore. Dan betul kata teman saya, kunjungan saya ke negri itu tidak boleh melewatkan agenda ‘menjenguk’ buku saya yang menjadi koleksi perpustakaan di sana.NLBSing2

Singapura adalah negri yang menarik. Sekitar setahun lalu juga saya pernah berkunjung ke sana. Tak banyak yang berubah. Semua tertata rapi. Segala infrastruktur dan prasarana kehidupan seolah ditata dan disiapkan begitu rupa dengan sempurna. Kereta MRT yang murah dan tak pernah terlambat. Lalu lintas yang terkelola kepadatannya. Taman kota yang selalu tertata rapi. Pejalan kaki yang ditempatkan lebih tinggi kedudukannya daripada pengguna jalan lainnya. Fasilitas yang juga selalu tersedia bagi para difabel. Saya yang kebetulan menginap di bilangan City Hall, dengan agenda seminar di gedung Suntec City, jarak yang harus ditempuh kurang lebih sekitar dua kilometer, tapi terasa nyaman dan tak terasa, ketika jalur jalan kaki ke sana menyusuri jalan bawah tanah bernama City-Link yang ditata bak super market dengan gerai-gerai toko aneka macam di kiri-kanan sepanjang perjalanan.

Belum lagi tentang aturan dan hukum yang dijunjung tinggi ditegakkan. Saya bahkan hampir tak pernah melihat lalu-lalang atau polisi penegak hukum di pinggir jalan. Tapi orang-orang itu begitu taat. Tak ada buang sampah sembarangan. Larangan merokok di tempat umum, membuat seorang perokok yang pernah saya jumpai seperti terpaksa malu-malu merokok di sudut pojok bangunan dan merasa kikuk bila ada orang melihatnya merokok. Tak ada corat-coret di dinding ataupun fasilitas umum yang rusak.

Last Updated on Saturday, 02 June 2012 21:59
Selengkapnya..
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 4 of 28
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo