pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"..bahasa dalam novelnya tidak semata mata mengandalkan pengetahuan wayang yang ada namun jauh lebih ke bahasa hati!"
Mochtar Bungkus


Home
Seri 7Habits dalam Keseharian
Tindakan Nyata 'Mengerti Dahulu' PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 28 October 2006 07:00

“Bagaimana mungkin melakukan kebiasaan bersepeda ke kantor, bisa dihubungkan dengan sikap mengerti dahulu?” sebuah pertanyaan muncul di e-mail ditujukan ke saya mengomentari artikel saya sebelumnya.

Susah juga memberikan sebuah jawaban yang tepat atas pertanyaan tersebut. Sebuah pertanyaan bagus, apa adanya, dan langsung memberikan sebuah rangsangan berpikir yang ingin sekali untuk menggalinya lebih dalam lagi. Bagaimana mungkin sesuatu yang mungkin sederhana (memutuskan untuk bersepeda ke kantor) bisa dihubungkan dengan sesuatu konsep berpikirnya Stephen Covey “Seek First to Understand…”

Saya merasa sebuah keputusan yang juga tidak sederhana bagi mereka yang mampu berkendara mobil ke kantor kemudian memutuskan bersepeda. Apalagi bagi mereka yang telah menduduki jabatan tertentu di kantor itu, dimana jabatan tersebut bisa merepresentasikan gengsi perusahaan. Difasilitasi mobil perusahaan untuk memberikan kesan bagi siapa pun yang melihatnya, bagaimana perusahaan tersebut memberikan sesuatu yang pantas bagi karyawannya. Karena hal ini secara tidak langsung dapat mendongkrak gengsi dan popularitas perusahaan tersebut.

Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 16:02
Read more...
 
Mengerti Dahulu Di Jalan Raya PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 08 October 2006 07:00

Panas begitu terik siang itu. Tidak ada pilihan lagi selain saya harus memacu mobil saya. Siang itu saya harus menuntaskan keperluan mendatangi beberapa tempat hanya dalam beberapa jam kesempatan. Sebuah jalan sempit panjang. Lampu merah menyebabkan antrian panjang yang membuat merambat. Dan saya terjebak di dalamnya. Lampu merah terasa begitu lama, dan ketika lampu hijau menyala terasa hanya memberi kesempatan sekejap untuk berjalan.

Perempatan itu termasuk perempatan yang begitu crowded. Mobil besar kecil memenuhi jalan seakan tidak seimbang dengan lebar jalan yang tersedia. Becak berseliweran kesana-kemari. Para pengguna motor dan sepeda seakan juga berebutan menggunakan jalan.

Tiba giliran saya, lampu hijau menyala. Saya hanya sekitar lima mobil dibelakang traffic-light. Tapi walaupun mendapat giliran jalan, tetap harus merambat. Banyak pengguna jalan lain di persimpangan jalan berusaha menerobos lampu merah. Saya pun harus ikut berjalan pelan, walaupun resah memacu perasaan. Beberapa kali saya harus lihat jam.

Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 15:41
Read more...
 
Mengertilah Dahulu PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 23 September 2006 07:00

Sudah berapa hari panasnya, Pak?”

“Kira-kira mulai kemarin sore, Dokter..”

“Batuk pilek..?”

“Sepertinya juga, pak Dokter.., terkadang juga sesekali muntah dahak..”

“Baik.., silahkan berbaring, saya akan periksa…”

Begitulah kira-kira umumnya percakapan seorang pasien yang datang mengunjungi seorang dokter. Seseorang yang datang mengunjungi dokter bisa dipastikan dia mengalami suatu masalah dengan badannya, entah itu baru merupakan gejala ataupun sudah terasakan rasa sakitnya. Orang tersebut tentunya berharap dengan datang ke dokter akan dapat mendapatkan jalan keluar penyembuhan terhadap rasa sakitnya.

Inilah kemudian menjadikan kewajiban bagi sang dokter sesuai sumpah profesinya, bahwa dia akan berusaha menyembuhkan sakit yang di derita sang pasien. Sayangnya kita hidup di dunia dimana ilmu ‘telepati’ bukan merupakan sesuatu yang umum. Maka perlu sebuah komunikasi verbal sebagai awal penyelidikan bagi sang dokter agar tahu akar masalah penyakit yang diderita pasien. Tentunya dalam rangka mencari solusi obat yang sesuai.

Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 15:37
Read more...
 
Maukah Anda Mendengar ..? PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 10 September 2006 07:00

“Saat ini saya sedang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan keuangan saya…”

“Ah, itu sih sama seperti yang pernah saya alami dulu…, cobalah kita sabar, kita rem pengeluaran kita, pilih hal yang tidak perlu untuk tidak dulu kita beli..”

“Tapi yang saya alami ini beda…”

“Ah, saya dulu juga mengalaminya. Yah, itulah yang saya lakukan, kita pilah dulu mana-mana kebutuhan yang bisa dibatalkan, kemudian mana-mana kebutuhan yang bisa ditunda. Lalu hemat pengeluaran, hemat listrik, bensin. Trus,..kita coba cari dana segar dari lembaga keuangan yang menawarkan bunga yang menarik, dari situ coba kita bangun lagi usaha kita..”, dan bla..bla…bla.

Pembicaraan tadi adalah pembicaraan antara dua orang yang kebetulan terdengar oleh saya di sebuah ruang tunggu bandara. Kebetulan kedua orang ini duduk tepat di tempat duduk yang membelakangi tempat duduk saya di belakang saya. Saya yang saat itu sedang membaca koran, justru menjadi tertarik untuk menangkap pembicaraan mereka.

Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 15:31
Read more...
 
Haruskah Tanpa Senyum ..?! PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 26 August 2006 07:00

Siang itu panas begitu terik. Saya harus bergegas memacu mobil saya dari kantor tempat saya bekerja menuju suatu tempat berjarak kira-kira duapuluh kilometer, sementara satu setengah jam kemudian saya ada jadwal pertemuan yang harus saya ikuti. Dan jalanan begitu ramai.

Siang itu saya sedang dalam perjalanan menuju kantor Samsat kabupaten Sukoharjo. Pajak nomor kendaraan mobil habis masa berlakunya akhir bulan Agustus ini. Dan kebetulan kali ini terhadap mobil saya harus dilakukan cek fisik kendaraan berupa pemeriksaan nomor rangka dan nomor chassis kendaraan.

Biasanya saya hanya sekedar melakukan cek fisik sendiri. Saya minta formulir tanda bukti cek fisik, saya lakukan sendiri membuat tanda bukti cek nomor rangka dan nomor chassis, kemudian hasil cek fisik tersebut saya titipkan orang yang biasa mengurus ini di tempat saya bekerja.

“Kali ini mobil bapak harus dibawa ke Samsat, mereka akan lakukan cek fisik sendiri…”, kata orang yang biasa melakukan pengurusan ini kepada saya suatu pagi. Saya pikir bagus juga. Birokrasi pemerintahan kita mulai melakukan segala sesuatu hal secara benar. Cukup merepotkan memang. Tapi saya pikir itulah kewajiban kita sebagai warga negara yang kebetulan memiliki kendaraan pribadi. Dan kita harus hormati itu.

Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 15:24
Read more...
 
« StartPrev1234567NextEnd »

Page 2 of 7
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo