pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"Buku ini mengajari kita tentang arti kepahlawanan"
Haryo Jati


Home
Seri 7Habits dalam Keseharian
Mengerti Dahulu Sebelum Dimengerti PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 13 August 2006 07:00

“Sungguh anak-anak jaman sekarang susah dimengerti…”, adalah sebuah kalimat terucap yang cukup membuat saya tercenung dan menjadi pemikiran minggu-minggu terakhir ini bagi saya. Kalimat itu diucapkan oleh salah sorang tetangga saya, tinggal tidak jauh dari rumah saya. Kebetulan anak sulung-nya saat ini mulai menginjak usia remaja.

Di tengah derasnya arus informasi seakan semakin hari semakin mudah saja untuk mengetahui apa pun yang ingin kita ketahui di dunia ini. Bagaimana tidak, coba saja bandingkan dengan beberapa tahun lalu, tidak usah jauh-jauh, cukup sepuluh tahun lalu. Kita lihat jumlah stasiun televisi hanya dapat dihitung dengan jari, tapi sekarang secara regional hampir setiap wilayah memiliki stasiun siaran televisi sendiri. Belum lagi media radio yang begitu banyak pilihan baginya. Media cetak, kita bisa melihat bermacam ragam media cetak sekarang muncul di pasaran dengan berbagai segmentasi yang di bidik. Dari masalah umum konvensional, fokus ke berita politik, ekonomi dan bisnis, masalah teknologi, khusus bicara masalah olah-raga, mode, automotif, komputer, film, dunia anak-anak, gadget bahkan tabloit yang khusus bicara masalah handphone atau game komputer saja begitu luar biasa oplahnya.

Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 15:05
Read more...
 
Keputusan Memilih Win/Win PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 29 July 2006 07:00

Mau tak mau saya harus menghentikan mobil saya! Pagi itu, jalan kecil yang biasa saya lewati setiap pagi, dengan lebar pas untuk dua mobil, karena kebetulan saat itu berjajar beberapa mobil parkir di sisi jalan, sehingga kira-kira sejarak lima puluh meter, jalan hanya cukup dilalui oleh sebuah mobil. Ditambah lagi diujung sana jalan sedikit menikung, sehingga tidak begitu nampak mobil dari arah berlawanan. Saya pun hanya sekedar menempel mobil di depan saya, jalan perlahan menyusuri lorong jalan yang saat itu hanya cukup untuk satu mobil, mengambil sisi kanan jalan.

Karena saya mengendarai sedikit lebih pelan dibanding mobil di depan saya, saya pun tertinggal kira-kira sejarak satu mobil dengannya. Sampai kemudian di ujung jalan tempat beberapa mobil parkir di tepi jalan habis, sehingga jalan kembali cukup untuk dua mobil, mobil di depan saya sudah mengambil jalan kembali ke kiri, tampaklah sebuah taxi menunggu iring-iringan mobil dari sisi kami. Tapi aneh, belum juga saya bisa melewatkan mobil saya, sang taxi tiba-tiba maju sehingga menutup jalan saya. Sehingga saya berhenti dan sang taxi berhenti saling berhadapan dengan jarak tak lebih dari setengah meter.

Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 15:00
Read more...
 
Teliti Akan Sikap Menang-menang PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 16 July 2006 07:00

“Marilah kita semua mencoba untuk bersikap win/win solution…, saya yakin kita semua bisa…”, begitu kata seseorang dalam sebuah rapat, mencoba memberikan persuasi kepada kelompok yang menjadi lawan bicaranya agar terjadi titik temu dalam pembicaraan mereka.

Kalimat itu terlontar oleh seseorang yang memang terlihat mendominasi pembicaraan pada diskusi silang pendapat antar dua kelompok dalam sebuah kepengurusan yayasan pendidikan. Terdapat dua kubu dalam kepengurusan itu, dan dua kubu ini memang secara mendasar memiliki pendapat yang berbeda dalam upaya memecahkan persoalan yang tengah dihadapi oleh yayasan mereka.

Salah seorang diantara salah satu kubu, terlihat sangat aktif dalam mengemukakan pendapatnya. Dengan gayanya yang meyakinkan, ekspresi wajah yang sangat persuasif, tak henti-hentinya dia menjelaskan bahwa pendapatnyalah yang layak untuk diterapkan dalam memecahkan masalah mereka. Dia seperti tidak begitu peduli dengan pendapat yang dikemukakan oleh kubu yang berseberangan dengannya.

Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 14:54
Read more...
 
Berbagi Menang-menang PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 01 July 2006 07:00

Pada suatu sore, beberapa hari yang lalu, saya menyaksikan dua orang yang tak henti-hentinya saling beradu mulut. Mereka saling mencaci maki satu sama lain. Tidak ada tanda-tanda dimana mereka akan beradu fisik, tapi juga tak ada-ada tanda-tanda teriakan-teriakan mereka saling mencemooh satu sama lain akan berhenti. Malah semakin memanas. Para pengendara di jalan pun, beberapa menghentikan kendaraannya, untuk sekedar ingin tahu apa yang terjadi pada kedua orang ini. Orang-orang mulai berkerumun menyaksikan mereka. Tak seorang pun berani melerai adu mulut mereka.

Beberapa saat mendengarkan teriakan-teriakan kedua orang ini, saya mulai sedikit demi sedikit menyingkap apa dibalik perkelahian mulut mereka. Kedua orang ini adalah tukang parkir yang sama-sama bertugas di jalur jalan utama di daerah utara kota Solo. Rupanya ada satu area yang menjadi perbatasan wilayah parkir mereka yang kebetulan begitu ramainya karena ada toko makanan yang begitu larisnya sore itu. Mereka saling berebut wilayah kerja terhadap area ini.

Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 14:51
Read more...
 
Sepakbola Menang-menang PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 18 June 2006 07:00

Luar biasa! Bagaimana dalam satu bulan selama bulan Juni 2006 ini, seakan sebagian besar manusia tersihir untuk memalingkan segala urusannya, sejenak berkonsentrasi pada perhelatan piala dunia sepakbola. Dari masyarakat kelas bawah, dapat dilihat disekitar kita, ketika siaran langsung sepak bola itu ditayangkan, dihampir setiap sudut-sudut jalan bertengger sebuah televisi dengan kerumunan banyak orang berteriak-teriak dalam obsesinya masing-masing. Sampai kelas atas di bar-bar, café-café dan juga kelompok-kelompok pribadi yang menggelar nonton bareng pertandingan sepak bola. Dead-line pekerjaan, target penjualan, sasaran bulanan, setoran, seakan menjadi nomor dua.

Tapi ada yang lebih luar biasa menurut saya! Yaitu pelajaran yang seharusnya dapat kita petik dari tontonan sepak bola klas dunia tersebut. Kita boleh menganggap bahwa sebuah pertandingan olah raga adalah ‘sekedar’ pertandingan olah raga, tidak lebih! Tapi sebuah pertandingan olah raga yang menjunjung tinggi fair-play, dan semua orang yang terlibat di dalam pertandingan tersebut menaruh hormat dan menghargai aturan yang ditegakkan, adalah sebuah model akan perilaku menang-menang.

Lho! Salah satu harus kalah kok menang-menang?

Last Updated on Tuesday, 24 August 2010 16:49
Read more...
 
« StartPrev1234567NextEnd »

Page 3 of 7
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo