pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Seri Tuhan Selalu Berbicara


Ingat Dan Waspadalah.. ! PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 06 November 2002 07:00

Sebuah pengalaman yang bagi saya terasa aneh pernah saya rasakan sekitar beberapa bulan lalu, dimana saat saat itu saya sedang merenungi bacaan saya waktu itu berupa beberapa lembar tulisan tangan yang berisi saduran naskah ramalan Jayabaya. Saya tidak tahu persis darimana tulisan itu, karena tiba-tiba saya menemukan di tumpukan kertas-kertas di rak buku saya. Sepertinya bagian dari tulisan tinggalan dari kakek saya yang pernah saya kumpulkan, yang baru sekarang saya coba luangkan waktu untuk membuka-buka apa isinya.

Saduran tersebut dalam bahasa jawa halus yang terkadang saya juga kurang mengerti benar maknanya, tapi kurang lebih mengisyaratkan sebuah ramalan akan ‘masa depan’ (mungkin saat ini adalah bagian dari ‘masa depan’ yang di ramalkan Jayabaya) yang beliau sebut sebagai ‘Jaman Edan’ dimana sebagian besar orang yang mengisi bumi ini telah ‘lupa’. Lupa akan hakekatnya sebagai manusia.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:50
Read more...
 
PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Tuesday, 29 October 2002 07:00

Beberapa tahun yang lalu ketika saya masih kost, pernah saya tinggal di suatu lingkungan di daerah pinggiran kota yang mungkin bagi sementara orang cukup mengerikan. Hampir setiap malam di depan pintu pagar rumah kost saya selalu berkumpul banyak pemuda dari yang seusia SMA sampai seumuran saya bahkan ada yang beberapa tahun lebih tua dari saya, mereka melewatkan waktu mereka hingga menjelang pagi bermabukan.

Saya mendengar berbagai upaya telah dilakukan agar mereka tidak melakukan hal tersebut oleh para perangkat desa dengan pendekatan terhadap terutama keluarga-keluarga dekat mereka, agar mereka mau membatasi kegiatan tersebut terutama demi menjaga kondisi keamanan desa. Tapi toh hal tersebut selama saya tinggal di sana tidak pernah berubah.

Hampir setiap malam, saya melihat dari kejauhan mencoba untuk melihat dan memikirkan, kira-kira mengapa sampai kemudian mereka memilih untuk melakukan hal demikian. Sampai kemudian suatu malam saya beranikan diri untuk mendekati mereka mencoba berbaur dengan mereka.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:48
Read more...
 
PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 06 October 2002 07:00

Dulu ketika kuliah saya punya seorang sahabat, sebut saja namanya Joe (sampai sekarang pun terkadang kami masih kontak lewat E-mail, walau kami dipisahkan oleh jarak hampir setengah keliling bumi).  Bagi saya si Joe ini orang nya sangat istimewa, walau terkadang juga sangat menjengkelkan saya.

Selama saya dulu sering ketemu dia, sering ngobrol, selama kurang lebih lima tahun, sampai sekarang masih susah bagi saya untuk bisa melihat apa sih yang sebenarnya dia lihat atas hidup ini. Apa sih yang dia dengar atas bicara-Nya.

Secara sepintas bisa saya ceritakan dia adalah tipe orang yang saya sebut sebagai ‘tidak pernah berhenti’ dalam konotasi yang bisa hampir sangat ekstrim. Baik dari sisi baiknya, misalnya dalam mengerjakan tugas kuliah, dia tidak pernah berhenti untuk corat-coret kertas buramnya sampai dia rasa apa yang dia inginkan untuk dicari solusinya dapat terpecahkan. Saya pernah menemani dia hampir selama dua-puluh empat jam tanpa tidur dan hampir tanpa makan dan minum, ‘hanya’ untuk mengerjakan satu soal thermodinamika dimana penyelesaiannya sebenarnya tidak terlampau sulit, tetapi menjadi panjang lebar diskusinya ketika si Joe teman saya ini ‘mencurigai’ bahwa soalnya salah.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:41
Read more...
 
PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Monday, 30 September 2002 07:00

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menunggui istri saya menanti saat-saat kelahiran anak pertama saya. Kurang lebih dua hari saat istri saya masuk ruang bersalin sampai saat kelahiran anak saya. Dalam dua hari itu ada salah satu hal yang menjadi perhatian yang sungguh menarik bagi saya. Yaitu bagaimana sikap dokter dan para perawat yang melayani istri saya.

Dokter adalah sebuah sebutan bagi seseorang yang menyelesaikan pendidikan kedokteran dan melakukan beberapa kewajibannya setelah lulus sehingga kemudian mendapat hak untuk disebut sebagai dokter. Bagi saya dokter adalah sebuah profesi yang sangat mulia. Bisa dibayangkan seseorang yang secara sengaja mengeluarkan begitu banyak biaya dan sumber daya pikiran di bangku kuliah, untuk nantinya mendapat semacam ijin kolektif untuk menolong kesehatan seseorang.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:38
Read more...
 
Sudah Bersyukurkah Kita Hari Ini? PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 06 September 2002 07:00

Kalau anda pernah tahu seorang penyanyi Inggris bernama Phil Collins,  bisa dipastikan anda pernah tahu salah satu lagunya berjudul “Another Day in Paradise”. Dirilis dalam satu album Berjudul “But Seriously “.

Lagu ini kurang lebih berkisah tentang seseorang yang karena super sibuknya –beberapa orang percaya bahwa kisah ini adalah kisah pribadi Phil Collins sendiri-, berjalan begitu cepat memburu waktu, tidak perduli ada seorang peminta-minta yang dilewatinya. Sampai kemudian orang tadi sadar akan perasaan yang dipunyai peminta-minta tadi, dia bermaksud kembali untuk sedikit membantu kebutuhan sang peminta, tapi sang peminta yang memang hidup berpindah-pindah tidak ada ditempatnya semula.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:36
Read more...
 
« StartPrev123456789NextEnd »

Page 2 of 9
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo