pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Seri Tuhan Selalu Berbicara


Meyakini Pendengaran .. Manusia pun Tak Pernah Sama PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 06 February 2002 07:00

Dikisahkan terdapat seorang arsitek muda, sukses di kariernya, hidup bersama istri dan anaknya. Tahun demi tahun membuat kesibukan kantornya semakin bertambah sampai hampir tak ada waktu lagi dilewatkan bersama keluarga. Kemudian timbul ide gilanya dimana dia bersedia menjadi obyek percobaan kloning di sebuah lembaga penelitian. Dengan metode akselerasi pertumbuhan jadilah si arsitek ke dua sama persis dengan dirinya sang arsitek pertama. 

Maka sang arsitek pertama melewatkan banyak waktunya di rumah, sedang sang arsitek kedua khusus konsentrasi di pekerjaan kantor. Masih belum puas dengan itu, si arsitek pertama kembali mengkloning dirinya karena merasa tidak bisa menikmati hidupnya, dimana hari-harinya selalu dipenuhi kerepotan dengan istri dan anaknya yang masih kecil. Jadilah arsitek ke tiga, yang kemudian bertugas khusus kegiatan di rumah. Sedang arsitek pertama melewatkan waktunya lebih banyak dengan hobinya. Arsitek pertama, kedua dan ketiga pada saat awal memiliki kepribadian yang sama persis karena toh 'dibuat' dari 'cetakan' yang sama yaitu arsitek pertama.

Apa yang terjadi beberapa tahun kemudian? Arsitek pertama menjadi bosan dengan kehidupannya karena melewati hari-harinya dengan hal yang itu-itu juga. Arsitek kedua kelihatannya bisa menikmati hidupnya pada kesibukan kantor, tapi karakternya telah berbeda sama sekali dengan arsitek pertama. Dimana arsitek kedua telah mejadi orang yang workalholic, sangat rasional, dan selalu menghindari hal-hal yang melibatkan emosi. Arsitek ketiga pun yang lebih banyak melewatkan waktunya dengan keluarga telah berubah menjadi orang yang perasa, pandai memasak dan mengurus rumah, selalu rapi dalam penampilan.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 20:57
Read more...
 
Meyakini Pendengaran .. Semua Tak Pernah Sama PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 06 January 2002 07:00

Pada mulanya saya sempat bingung dalam mencari judul untuk penyampaian ide saya kali ini. Setelah berbagai alternatif, akhirnya saya pilih judul seperti di atas, semoga bisa ketangkap makna ide yang saya maksud. Kata-katanya mirip benar dengan salah satu lirik lagunya Padi, salah satu kelompok musik yang lirik-liriknya hampir selalu memberikan inspirasi di kepala saya.

Pada tulisan sebelumnya saya sempat menyinggung sebuah semangat kepekaan pen'dengar'an kita terhadap sebuah perubahan. Pada tulisan ini saya memakai istilah 'semua tak pernah sama'. Sekilas rada mirip memang. Tapi bolehkan saya berbagi pemikiran saya bahwa bagi saya keduanya sama sekali beda, yang bahkan bisa jadi pada wilayah-wilayah tertentu bisa menimbulkan pemikiran yang tampaknya bisa bermakna paradoks satu sama lain.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 20:54
Read more...
 
Meyakini Pendengaran .. Semua Menuju Ke Kesetimbangan PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 06 December 2001 07:00

Sekali waktu kalau anda mau, saya minta anda untuk 'iseng' sejenak yaitu menendang bola di dalam sebuah lapangan bola, sekeras mungkin! Kita bisa bayangkan, bola akan melambung, menyentuh tanah, melambung kembali, menyentuh tanah, mungkin melambung lagi, mungkin memantul dinding, mungkin memantul pohon, masuk parit atau banyak kemungkinan lagi 'polah' gerakan bola tadi sampai kemudian suatu waktu diam. Secara fisika mungkin bolehlah dijelaskan bahwa diamnya bola adalah karena resultan gaya-gaya terhadapnya membuat bola diam. Tetapi apa pun itu yang jelas pada suatu waktu bola akan kembali diam. 

Saya yakin diamnya bola adalah salah satu bentuk kesetimbangan yang bisa kita jadikan contoh dalam hal ini. Hanya saja saya ingin memberi garis bawah bahwa bentuk kesetimbangan tidak selalu dalam bentuk diam. 

Last Updated on Friday, 06 August 2010 20:51
Read more...
 
Meyakini Pendengaran .. Semua Berakhir Kepada Tuhan PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 06 October 2001 07:00

Bila saya melihat atau kebetulan diperlihatkan sebuah momen di mana ada seseorang yang meninggal, entah itu langsung yang terjadi pada orang di sekitar saya, ataupun tidak langsung yang bila kita melihat rasanya semakin hari menjadi semakin biasa berita kematian baik di surat kabar, majalah, televisi. Saya terkadang bertanya dalam hati dengan sebuah pertanyaan yang menurut saya tak seorang pun mengetahui benar -kecuali dari petunjuk-petunjuk tuntunan agama yang tentunya dibuat oleh-Nya sebatas pada 'supaya bisa dijangkau' pikiran manusia-, yaitu: Apakah yang terjadi dengan mereka (orang yang meninggal itu)? Seandainya salah seorang dari mereka bisa menyampaikan sebuah berita kepada kita yang masih di dunia ini, kira-kira berita baikkah, sehingga membuat kita rindu ingin segera ke 'sana'. Atau kengeriankah, sehingga dari hari ke hari kita akan dihantui sebuah perasaan yang sangat lucu yaitu 'takut mati' (karena bagaimanapun juga suatu saat mati akan menjemput kita).

Last Updated on Friday, 06 August 2010 19:57
Read more...
 
Meyakini Pendengaran .. Semua Awalnya Sederhana PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 06 September 2001 07:00

"A thousand miles of journey begin with a very first one little foot-step", sebuah kalimat 'penggugah semangat' yang mungkin sering kita dengar. Sebuah pengertian yang terkandung didalamnya bisa jadi kita sambil lalu memaknainya, tapi dalam 'perjalanan' ini bolehlah kita sedikit melihat betapa kalimat tersebut memuat makna yang luar biasa berharga, sebuah makna dari 'bicara'-Nya.

Seperti misalnya kalau mungkin anda pernah tahu tentang Standart Internasional untuk lebar rel kereta-api adalah 4 feet 8,5 inchi. Kenapa sebuah angka yang begitu ganjil bisa jadi standard? Dari mana datangnya angka tersebut?

Last Updated on Friday, 06 August 2010 19:53
Read more...
 
« StartPrev123456789NextEnd »

Page 5 of 9
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo