pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


bannerkomentar

"..cerita wayang yang 'hidup'!!"
Nihayatul Karimah


Home
Seri Tuhan Selalu Berbicara
(Tuhan Selalu Berbicara) Kita Hampir Selalu Mendengar Beda (4) PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 04 March 2001 07:00

Sungguh menarik ketika berusaha melihat, kemudian mencoba menarik kesimpulan bahwa, dari semua laki-laki yang saya kenal bila mereka menghadapi suatu masalah mereka cenderung menyendiri, memutar otak agar segera didapat solusi akan masalah tersebut, bila kemudian tak kunjung di dapat solusi mereka masih tetap menyendiri, kemudian melakukan kegiatan yang bisa me-'relieve' sejenak dengan melakukan hobi, olahraga atau apa saja yang menurut mereka mengasyikan, sambil siapa tahu muncul ide baru. Bila kemudian masih juga belum ditemukan solusi-nya, maka mereka mencari orang-orang yang dirasa ahli dalam hal masalah tersebut untuk dimintai pendapat. Tetap dalam rangka mencari solusi sesegera mungkin.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:14
Read more...
 
(Tuhan Selalu Berbicara) Kita Hampir Selalu Mendengar Beda (5) PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 14 March 2001 07:00

Suatu sore saya melihat tetangga saya menghardik anaknya yang baru berumur belum genap tiga tahun karena dia begitu asyik menjatuhkan benda-benda apa saja ke lantai dari atas meja. Ada Koran, kertas, asbak, vas bunga dan beberapa benda lagi saya tidak begitu ingat. "Adee', jangan, nanti pecah …!", ucap orang tuanya saat itu. Atau kemudian terucap, " Jangan ade', nanti berantakan..".

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:14
Read more...
 
(Tuhan Selalu Berbicara) Kita Hampir Selalu Mendengar Beda (6) PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Tuesday, 03 April 2001 07:00

"Apakah Keadilan itu?" Sebuah pertanyaan yang rasanya makin absurd di telinga kita akhir-akhir ini. Tapi sungguh pertanyaan inilah yang mengganggu pikiran Plato beberapa ratus tahun sebelum Masehi. Sebuah pertanyaan yang berawal dari bicara-Nya tentang 'Adil', yang pada detik ini hasil pen'dengar'an kita akan hal ini dahsyat sekali beda-bedanya. Anda boleh melakukan riset kecil terhadap sepuluh orang untuk memberikan pendapat tentang apa itu 'adil', bisa jadi anda malah mendapatkan limabelas macam jawaban mungkin.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:13
Read more...
 
(Tuhan Selalu Berbicara) Kita Hampir Selalu Mendengar Beda (7) PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 04 April 2001 07:00

Satu hal yang sering kita 'saudara-kembarkan' dengan kata keadilan adalah apa yang kita sebut sebagai kemakmuran. Yang bahkan kita bisa melihat keduanya dimunculkan dalam sebuah tujuan negara kita: "Mewujudkan masyarakat Adil dan Makmur…"

Makna 'makmur' ini terus-terang bagi saya termasuk 'barang' aneh. Secara sederhananya mungkin karena kita lebih mudah berpikir secara pragmatis kalau adil itu kaitannya adalah kehidupan dari sisi 'hukum', kalau makmur adalah kehidupan dari sisi 'ekonomi'. Saya terkadang suka bertanya-tanya apa kira-kira yang dirasakan oleh 'pembuat' kata ini sehingga kemudian mereka sepakat me-label-i makna tesebut dengan kata 'makmur'. Sungguh menjadi pertanyaan bagi saya apa ya yang dimaksud 'makmur' pertama kali kata tersebut lahir bermakna sama dengan persepsi kita sekarang akan 'makmur'.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:12
Read more...
 
(Tuhan Selalu Berbicara) Kita Hampir Selalu Mendengar Beda (8) PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 04 May 2001 07:00

Gunawan Wibisana dan Kumbakarna adalah dua kakak-beradik. Yang keduanya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai yang masing-masing mereka pegang. Keduanya memiliki kejujuran dan integritas tinggi terhadap apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka katakan. Keduanya berani berkata benar bila memang benar menurut mereka dan salah bila ada yang keliru menurut pandangan mereka. Keduanya adalah simbol-simbol karakter dalam kisah Ramayana yang layak untuk kita teladani dan jadikan sebuah inspirasi. Tapi sungguh aneh mereka berdua memilih berhadapan, mempertaruhkan nyawa berhadapan satu dengan yang lain.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:12
Read more...
 
(Tuhan Selalu Berbicara) Kita Hampir Selalu Mendengar Beda (9) PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Monday, 04 June 2001 07:00

Cinta ... apakah sebenarnya dia? Apakah dia semacam ilusi yang menimang pikiran dan perasaan manusia? Ataukah dia memang bentuk 'bicara' Tuhan yang ter'dengar' oleh kita. Saya sendiri lebih setuju bahwa cinta adalah 'bicara'-Nya, hanya saja sungguh menyedihkan ketika saya melihat pen-'dengar'-an kita akan hal ini begitu sudah porak-poranda. Ketika setiap orang mencoba membangun kembali makna cinta, beberapa diantara mereka justru menambah runtuh keagungannya.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:11
Read more...
 
Meyakini Pendengaran .. Semua Berawal Dari Tuhan PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 04 July 2001 07:00

Sebagian dari kita mendengar bicara-Nya dan berkesimpulan bahwa kita dilahirkan kemudian 'mengarungi' kehidupan sampai kemudian suatu hari mati, adalah untuk mencari kebenaran. Sehingga kemudian alam pikiran kita selalu melihat sesuatu hal sebagai benar atau salah. Apakah yang mereka lakukan benar? Atau apakah jalan hidup yang saya lalui adalah suatu kesalahan? Kalau kemudian terbentur pada suatu hal yang susah sekali untuk diambil keputusan, kemudian melunak dengan kata-kata semacam: Sampai seberapa benarkah pilihan saya? Tapi benarkah demikian? Bukankah kebenaran itu adalah sifat-Nya dan sudah pasti berasal dari-Nya.

Sebagian lagi melihat bahwa untuk menjalani hidup ini kita harus untung, entah iru secara materi, secara rohani, atau hal-hal diluar itu semua. Hidup dijalani untuk menjadi orang beruntung. Dengan mencari uang sebanyak-banyaknya sebagai beruntung materi. Dengan berderma sebanyak-banyaknya sebagai bentuk beruntung pada rohani (dengan harapan keuntungan akan didapat setelah mati). Kurang untung apakah kita ketika kita bangun pagi O2 sudah tersedia berlimpah sehingga bisa enak bernafas. Masih merasa rugikah kita ketika selalu terbuka banyak pilihan bagi kita untuk berkarya di atas bumi ini? Dan itu semua tidak lain berawal dari karunia-Nya.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:09
Read more...
 
Meyakini Pendengaran .. Betapa Sedikit Yang Kita Tahu PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Monday, 06 August 2001 07:00

Sebuah kalimat bijak menarik pernah menghiasi meja kerja mendiang John F Kennedy ketika beliau masih menjabat president Amerika Serikat di awal tahun enampuluhan. Kalimat tersebut berbunyi: "..Oh, God…, Thy sea is so great and my boat is so small….".

Sebuah kata yang berisi sebuah 'semangat' kerendah-hatian kita manusia dihadapan Tuhan Sang Pencipta. Dan menurut saya memang benar begitulah adanya, ketika saya berusaha untuk mendengar bicara-Nya, semakin saya merasa bahwa apa yang telah bisa saya tangkap dan akan saya tangkap di otak saya sampai tiba ketika saya mati nanti, pastilah hanya seperti sebuah benda kecil di jagad renik dibandingkan samudera jagad raya alam semesta tak terhingga ilmu Tuhan yang sebenarnya.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 19:49
Read more...
 
Meyakini Pendengaran .. Semua Awalnya Sederhana PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Thursday, 06 September 2001 07:00

"A thousand miles of journey begin with a very first one little foot-step", sebuah kalimat 'penggugah semangat' yang mungkin sering kita dengar. Sebuah pengertian yang terkandung didalamnya bisa jadi kita sambil lalu memaknainya, tapi dalam 'perjalanan' ini bolehlah kita sedikit melihat betapa kalimat tersebut memuat makna yang luar biasa berharga, sebuah makna dari 'bicara'-Nya.

Seperti misalnya kalau mungkin anda pernah tahu tentang Standart Internasional untuk lebar rel kereta-api adalah 4 feet 8,5 inchi. Kenapa sebuah angka yang begitu ganjil bisa jadi standard? Dari mana datangnya angka tersebut?

Last Updated on Friday, 06 August 2010 19:53
Read more...
 
« StartPrev12345NextEnd »

Page 2 of 5
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo