pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Seri Tuhan Selalu Berbicara


Menggantung di Monas PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 06 March 2013 08:07

Saya bayangkan hari-hari berganti ke depan ini adalah hari yang akan sangat panjang dan melelahkan bagi bung Anas. Tidak saja lelah karena harus meniti waktu dalam mencari jarum pembelaan diantara jerami jerat hukum dan jutaan mata rakyat Indonesia yang  memelototi kasus tersebut. Saya tidak sedang menggali tentang kasusnya, juga tidak berusaha membedah  dari perspektif hukumnya, karena toh itu diluar kompetensi saya, dan informasi yang saya dapat pun mungkin masih bias butuh verifikasi validasi lebih dalam. Saya lebih tertarik dengan pernyataan bung Anas sekitar Maret 2012 lalu yang memberi  berkata bahwa dia siap digantung di monas bila ada satu rupiah pun Hambalang masuk ke kantongnya.

Last Updated on Wednesday, 06 March 2013 08:13
Selengkapnya...
 
I'm Sure I'm not The Only One PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Tuesday, 28 January 2003 07:00

Mengikuti ‘rentetan’ tulisan saya, pernah suatu ketika salah seorang teman saya dengan antusias bertanya kepada saya “Gimana sih cara berpikir agar bisa nulis ?”. Tentunya yang dia maksud adalah secara spesifik pengin tahu bagaimana cara menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Yang mana terhadap jawaban saya waktu itu jujur saya katakan saya pun tidak begitu yakin apakah itu memang yang seharusnya.

Dengan berlagak se-elegant mungkin dalam menjawab, sebenarnya jawaban saya waktu itu kurang lebih menyadur dari tulisannya Mike Rich ketika salah seorang tokohnya William Forester berkata, “ …the key of writing is not to think what you will write, but to write what you are thingking…”. Dan untungnya dia juga belum pernah dengar perkataan tadi jadi gaya sok elegant saya cukup sempurna tanpa ketahuan bahwa saya hanya menyadur (he..he..he).

Last Updated on Friday, 06 August 2010 22:05
Read more...
 
Bangku Depan Selalu Kosong.. PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Tuesday, 24 December 2002 07:00

Setiap kali saya mengajar, dimana kebetulan saya juga dimintai tolong pada waktu luang di luar jam kerja untuk membantu memberikan materi kuliah di salah satu perguruan tinggi di Solo, ada hal menarik yang sempat saya perhatikan yaitu…selalu saja bangku deret depan kosong!

Karena budaya timur yang begitu melekat pada mahasiswa saya, mungkin saya bisa mengerti ketika pertemuan pertama semester ini beberapa bulan yang lalu hal tersebut terjadi. Yang pada dasarnya sepertinya mereka takut ketika duduk di bangku depan. Takut kalau ditanyai (karena duduk depan tentunya lebih mudah untuk kelihatan), takut kalau dimintai tolong, atau mungkin juga takut kecipratan titik-titik air dari mulut saya kalau mereka duduk tepat di depan saya ketika saya ngomong. Atau ketakutan-ketakutan lain yang saya tidak pernah ngerti kenapa.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 22:02
Read more...
 
Akankah Kita Cukup 'Abundance'? PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 06 December 2002 07:00

Pernah suatu ketika saya begitu tertarik akan kira-kira apa yang dipikirkan oleh seorang teman saya. Setiap saya bertemu dia, selalu saja pembicaraannya tidak jauh dari ‘mengapa si anu mobilnya bisa lebih bagus dari saya’. Atau ‘kok bisa ya si anu bisa beli rumah sebagus itu’. Bahkan semacam ‘andai saja saya dapat hadiah semilyar’. Atau bahkan yang lebih “parah” lagi pernah dia bercerita tentang tetangganya yang ‘kok bisa tetangganya yang tidak begitu ganteng bisa beristri cantik’.

Dari kacamata saya sebenarnya tidak ada yang kurang dari temen saya yang satu ini. Rumahnya sudah cukup mewah bagi saya, mobilnya dua dan dua-duanya juga jauh terlalu mewah bagi saya. Dari kecil saya pikir dia selalu berkecukupan mengingat dia adalah anak tunggal dari orang tua yang berada. Istrinya…seharusnya menurut saya dia musti selalu bersyukur diberi kesempatan oleh-Nya istri yang sederhana dan pengertian. Hanya saja dia selalu melihat orang lain lebih beruntung dari dia. Sehingga seolah-olah dia tidak kunjung berhenti untuk selalu bertanya akan bicara Tuhan yang terdengar kurang begitu ‘merdu’ bagi dia.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:56
Read more...
 
Ingin Sepeda... PDF Print E-mail
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 27 November 2002 07:00

Sekitar tahun 1996 sampai kurang lebih selama dua tahun, kebetulan saya terlibat dalam sebuah proyek yang disitu melibatkan seorang engineer dari sebuah perusahaan mesin besar dari Austria. Dia berasal dari Jerman, berkeluarga, memiliki dua orang anak laki-laki yang sekarang sedang menginjak dewasa. Selama hampir dua tahun di Solo, terkadang sekali waktu istri dan anaknya pun datang berkunjung, sehingga selain secara profesional saya banyak belajar dari dia, secara pribadi juga karena kami hampir tiap hari berkomunikasi kami cukup bisa saling belajar dan cukup dekat satu sama lain.

Last Updated on Friday, 06 August 2010 21:53
Read more...
 
« StartPrev123456789NextEnd »

Page 1 of 9
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2019 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com



Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo