|
RESI DURNA, Sang Guru Sejati |
|
|
|
|
Buku Pitoyo Amrih -
Novel Dunia Wayang
|
|
Written by Pitoyo Amrih
|
|
Friday, 24 December 2010 22:12 |
Judul Novel : RESI DURNA, Sang Guru Sejati Penulis : Pitoyo Amrih Tebal Halaman : 462 halaman Ukuran Halaman : 14 x 21 cm Penerbit : DIVAPress ISBN : 978-602-978-402-2
Ada yang memanggilnya dengan sebutan Pandita Durna. Sebagian lagi bercerita tentang nama Dorna. Tapi sebenarnya dia mengaku bernama Resi Drona. Seorang sakti yang sebagian besar waktu hidupnya digunakan untuk mengajarkan semua ilmu yang dimilikinya. Baik itu ilmu baik ataupun ilmu jahat.
Resi Drona adalah guru sejati, dia bisa mengajarkan banyak ilmu, dari ilmu ksatria menelisik rahasia alam, sampai ilmu kelam milik para jahanam.
Lahir dengan nama Bambang Kumbayana. Dia memberontak karena kehidupan mudanya tak memberinya harapan. Dia terusir oleh kesombongannya. Dia tertipu oleh nafsunya. Dia terbelenggu oleh tanggung jawab cintanya kepada sang anak, Aswatama. Dia terpenjara oleh ganasnya alam Atasangin, juga oleh nikmatnya kehidupan istana Hastinapura. Dia dikhianati oleh sahabatnya, Sucitra. Dia merasa bersalah kepada murid Ekalaya, yang bukan muridnya. Dia kecewa atas dirinya.
Tapi Drona adalah seorang bijak yang mau berbagi dan mengajarkan segala kemarahan, kekecewaan, dan semua kekeliruannya.
Ada empat kejadian yang selalu memberi perubahan dalam dirinya. Saat dirinya diusir oleh ayahnya sendiri dari tanah kelahirannya. Saat dirinya tahu bahwa dia telah menanamkan benih yang membuatnya harus belajar mencintai seorang anak. Saat dia dikhianati
|
|
Last Updated on Wednesday, 02 May 2012 11:29 |
|
Selengkapnya..
|
|
Jejaring Sosial di Dunia Maya |
|
|
|
|
Artikel Pitoyo Amrih -
Seri Bisnis di Internet
|
|
Written by Pitoyo Amrih
|
|
Saturday, 08 November 2008 07:00 |
Beberapa artikel saya sebelumnya, pernah saya coba sampaikan beberapa contoh cakupan tema dalam sebuah situs. Salah satu cakupan tema yang saya coba utarakan di sana adalah apa yang saya sebut sebagai Function Engine. Tema ini memang saya rasa masih begitu luas cakupannya. Karena namanya juga fungsi, anda bisa cari apa saja fungsi dalam sebuah interaksi di masyarakat, dan itu bisa kemudian diwujudkan dalam layanan sebuah situs. Yang itu semua tetap berangkat dari upaya menangkap kebutuhan para netter, kemudian diwujudkan dalam situs bertema Function Engine tadi, demi menjaring para member sebanyak-banyaknya atas layanan fungsi yang disediakan. Yang sekarang lagi ngetop adalah Youtube.com misalnya. Sebuah kerja kreatif dimana para kreator situs ini bisa mengendus kebutuhan orang yang terkadang ingin berbagi koleksi video-nya kepada orang lain. Entah itu mengenai dirinya, mengenai keluarganya, tentang artis yang dikaguminya, potongan-potongan adegan film yang memberi inspirasi kepadanya. Dengan ketekunan mereka membuat bahasa pemrograman yang tentunya tidak sederhana, jadilah situs ini. Orang bisa bebas dan gratis men-upload semua koleksi video-nya ke situs ini. Semua orang bisa melihat. Bahkan situs ini juga dilengkapi kemampuan embeded dimana tayangan video itu bisa juga tampil di situs atau blog kita tanpa bahasa pemrograman yang rumit. Tinggal ‘copy-paste’ semua petunjuk URL yang mereka berikan.
|
|
Read more...
|
|
Bisnis di Internet Adalah Hal Serius |
|
|
|
|
Artikel Pitoyo Amrih -
Seri Bisnis di Internet
|
|
Written by Pitoyo Amrih
|
|
Sunday, 19 October 2008 07:00 |
Pada artikel saya beberapa waktu lalu, pernah saya sampaikan bahwa ketika kita menempuh bisnis di internet ‘pure play’ sekalipun, untuk target pasar domestik, tetap kita perlu memampang alamat darat kita di sana, nomor telepon detail kalau perlu. Hal ini memang sebuah hal yang juga cukup unik bagi negara kita, atau mungkin juga bagi negara-negara yang mana jumlah melek internet dibanding jumlah penduduk negara itu masihlah sangat-sangat kecil. Sehingga ketika orang mengakses sebuah website atau bahkan online store misalnya, orang masih sekedar melihat-lihat, bahkan juga mungkin hanya sekedar bertanya-tanya ‘apakah toko ini memang ada?’, ‘apakah kalau saya bayar barang memang akan dikirim?’, dan sederet pertanyaan ragu lainnya. Bagi negara maju, dimana kebanyakan melek internet sudah lebih dari separuh populasi jumlah penduduk negara itu, justru belanja di internet sudah menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya. Mereka butuh baju, mereka tinggal cari toko baju on-line. Dan ketika mereka nemu website penjual baju, apalagi kalau brand toko itu sudah begitu dikenal, maka sepertinya tak ada sebuah keraguan untuk mempertanyakan bahwa apakah toko itu sebuah kenyataan. Anda bisa bayangkan sebuah toko dunia nyata, maka para netter negara maju itu bisa saya umpamakan, mereka masuk toko, langsung pilih-pilih apa yang mereka butuhkan, keluar toko bila memang tak ada yang cocok, atau beli bila memang sudah ketemu yang disukai. Sementara konsumen on-line kita masih berkebiasaan, masuk toko itu, lihat sana lihat sini sambil dibenak dipenuhi pertanyaan ‘apakah toko ini benar-benar ada?’, ‘apakah barang-barang ini memang dijual?’.
|
|
Read more...
|
|
Kreatifitas Tanpa Batas Di Internet |
|
|
|
|
Artikel Pitoyo Amrih -
Seri Bisnis di Internet
|
|
Written by Pitoyo Amrih
|
|
Monday, 06 October 2008 07:00 |
Kreativitas bila dikaitkan dengan usaha, bagi saya adalah sesuatu yang cukup unik. Dalam dunia usaha, orang tentunya menciptakan sebuah nilai tambah bagi produk yang dia jual sebagai salah satu bagian dalam menciptakan diferensiasi. Atas dasar nilai tambah waktu, orang menciptakan kredit pinjaman. Atas dasar nilai tambah rasa nyaman, orang menciptakan tempat rekreasi. Atas dasar nilai tambah keamanan finansial, orang membuat produk asuransi. Demi sebuah rasa aman, terciptalah nilai tambah bagi produk semacam brangkas, alarm, sampai produk jasa semacam security service. Sampai yang lucu dan aneh-aneh, semisal ditawarkannya nilai tambah uang kertas baru yang bernilai lebih tinggi walaupun nominalnya sama, sebuah fenomena yang selalu terjadi menjelang lebaran dan mungkin hanya terjadi di negara kita. Kebalikannya, atas dasar nilai tambah yang berbeda, uang kuno kumal terbitan seratus tahun lalu, mungkin akan bernilai jauh lebih tinggi dari nominal yang tertera! Tapi nilai tambah kreativitas (creative value added) adalah sesuatu yang tak kalah unik. Sebuah nilai tambah yang susah untuk di-standardisasi, sepertinya tidak mungkin dipelajari secara pasti polanya, dan bila menjadi inspirasi dan diikuti banyak orang kemudian, bisa jadi malah akan timbul masalah hak cipta dan sebagainya. Nilai tambah kreativitas juga yang membuat group band Radja yang mungkin sepuluh tahun yang lalu masih hanya bermimpi masuk televisi, saat ini harus bingung membagi waktu untuk tampil di berbagai stasiun TV. Dengan kreativitas pula, orang-orang semacam Olga, Tukul, Eko Patrio, bisa membangun aset usaha mereka berlipat ribuan kali hanya dalam hitungan beberapa tahun. Atas dasar nilai kreativitas pula, sebuah lukisan bisa dihargai milyaran rupiah, sementara lukisan lain dihargai ‘hanya’ skala ratusan ribu rupiah saja, padahal keduanya menggunakan ‘modal’ yang sama besarnya bila dihitung dari segi rupiah.
|
|
Read more...
|
|
|