pitoyo.com menu left
pitoyo.com menu right

Webpitoyo.com

Advertisement


Buku Pitoyo Amrih

Novel-novel Kisah Dunia Wayang yang kembali diungkap secara lengkap sejak jaman para Dewa, era raja Harjunasasra, kejayaan Sri Rama, sampai kisah perseteruan dua saudara Pandawa dan Kurawa, hingga perang besar Baratayudha. Diakhiri dengan masa kejayaan dan keruntuhan negri Hastinapura di masa raja Parikesit.



KostumAnak Pitoyo.com

Ready stock berbagai kostum profesi untuk anak usia 3 s.d 8 th. Juga melayani pesanan berbagai kostum untuk anak maupun dewasa.


Herbadrink

Minuman Herbal untuk kesehatan. Dibuat dari ekstrak bahan alami, yang diproses dengan teknologi modern dan kualitas sesuai standard Good Manufacturing Practices


Menggambar Sawah PDF Print E-mail
Lelakon Wayang - Goro Goro
Written by Pitoyo Amrih   
Friday, 28 January 2011 07:00
 
Klik Disini untuk memperbesar gambar.
Naskah : Pitoyo Amrih
Gambar : Mawan Sugiyanto
Last Updated on Saturday, 21 May 2011 22:21
Read more...
 
Kaya Tanpa Harta PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Kearifan Budaya Jawa
Written by Pitoyo Amrih   
Wednesday, 21 July 2010 07:00

Saya yakin hampir semua orang bila ditanya arti kata kaya, maka mereka akan mengubungkannya dengan hal-hal yang terkait dengan materi. Kaya berarti memiliki materi berlimpah lebih dari kebutuhan, kaya diartikan dengan memiliki rumah mewah, mobil lebih dari satu, Kaya berarti bisa memenuhi secara melimpah kebutuhan tersier-nya. Tapi benarkah demikian?

Sebuah semangat kearifan budaya Jawa mengatakan: “Sugih Tanpa Banda” yang berarti Kaya Tanpa Harta. Tentunya ungkapan ini akan menjadi sebuah paradoks bila dikembalikan dengan sebuah persepsi akan kaya bagi kebanyakan orang. Karena jelas, bagi sebagian besar orang, yang disebut kaya adalah ketika memiliki harta, oleh karena itu seseorang tanpa harta, terminologinya bukanlah kaya. Tapi benarkah begitu? Karena pertanyaan selanjutnya tentunya akan menantang kita, jangan-jangan kearifan budaya Jawa tadi sudah tidak lagi pas bagi perikehidupan masa kini.

Last Updated on Monday, 31 January 2011 09:26
Read more...
 
Pagar Mangkok PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Kearifan Budaya Jawa
Written by Pitoyo Amrih   
Sunday, 13 June 2010 07:00

Mungkin kita mulai bisa melihat harapan-harapan di negri ini, ketika kita lihat di hampir setiap kota, banyak tumbuh pemukiman-pemukiman baru. Geliat para pengembang dalam berinvestasi di sektor usahanya, memang bisa menjadi salah satu indikasi sebuah pertumbuhan ekonomi secara fundamental. Hanya saja, dari kaca mata saya, ada hal yang terkadang membuat saya sedih. Tak habisnya sesekali saya bertanya mengapa ketika di pinggiran-pinggiran kota besar dibangun pemukiman yang cenderung kurang bersahabat dengan pemukiman asli di sana yang ada di sekitarnya. Pemukiman-pemukiman itu, terutama yang memang dibuat mewah menjangkau segmen kalangan paling atas, sengaja dibuat sangat eksklusif dan seperti tak peduli kepada sekelilingnya.

Sebuah pertumbuhan budaya, yang menurut saya, membuat persepsi akan rasa aman menjadi sesuatu yang agak berbeda dari pemahaman saya. Saat ini sebagian besar orang melihat bahwa rasa aman diciptakan dengan cara membangun tembok tinggi, hidup di sebuah lingkungan eksklusif, membayar fasilitas security 24 jam, menciptakan budaya rasa saling curiga, menciptakan rasa takut pada orang yang melihat kita. Yang kalau secara jernih kita selami lebih dalam, mungkin hal itu akan menjadi sebuah paradoks karena sepertinya apa yang kita lakukan untuk menciptakan rasa aman pada diri kita, justru semakin membuat kita merasa tidak aman.

Last Updated on Monday, 31 January 2011 09:22
Read more...
 
Sedikit Bisa Cukup, Banyak Bisa Kurang PDF Print E-mail
Artikel Pitoyo Amrih - Seri Kearifan Budaya Jawa
Written by Pitoyo Amrih   
Saturday, 08 May 2010 07:00

Sesekali saya coba manfaatkan waktu untuk sekedar ngobrol dengan siapa saja yang saya temui ketika kebetulan saya berada dalam situasi menunggu. Kadang menunggu anak saya yang sedang les musik, menunggu istri saya belanja, sambil menunggu mobil di tempat pencucian, menunggu antrian. Dan beberapa hari lalu saya berkesempatan untuk berbincang panjang dengan seorang bapak tukang parkir karena saya datang ke sebuah bank terlalu pagi.

Beliau bukan seorang tukang parkir resmi. Hanya serabutan mengatur parkir mobil di pinggir jalan besar bila saja parkir di halaman bank itu atau kantor-kantor sebelahnya, sudah penuh oleh mobil. Atau bila seseorang tak mau repot memarkir mobil ke dalam halaman karena buru-buru sekedar masuk ATM, biasanya memilih parkir di luar di pinggir jalan. Demikianlah sang bapak tukang parkir bisa memberikan jasanya untuk mengatur dan menjaga mobil-mobil yang parkir di luar halaman.

Last Updated on Monday, 31 January 2011 09:18
Read more...
 
« StartPrev11121314151617181920NextEnd »

Page 19 of 68
Like Pitoyo Amrih on FacebookFollow @PitoyoAmrih on Twitter



Copyright © 2013 KupasPitoyo, KumpulanTulisan PitoyoAmrih. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Novel Wayang Pitoyo AmrihGaleri Wayang Pitoyo.com


Komentar NovelWayang

"Terlalu hebat! Terlalu menakjubkan!.."
Nuhib Fauzan Gumelar

novel wayang_snovel wayang_ss

Statistik

 





Flag counters!

 

Kearifan Nusantara

"Digdaya tanpa aji, sugih tanpa bandha, menang tanpa ngasorake" (Sakti tanpa ajian, kaya tanpa harta, menang tanpa mengalahkan)
Kearifan Jawa

Kutipan

"Don't be afraid of enemies who attack you. Be afraid of the friends who flatter you."
Dale Carnegie (How to Win Friends & Influence People)







feed-image Feed Entries


Terbaru

Popular

NovelWayang

GaleriWayang


Powered by Joomla!. Template by Themza Joomla 1.5. Design by Pitoyo.com. Valid XHTML and CSS.

Pitoyo Dotcom | Jl Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552, Indonesia | Telp/Fax +62-271-631671

Twitter @PitoyoAmrih
Beli Buku karya Pitoyo Amrih
Kontak Pitoyo Amrih
Facebook Pitoyo Amrih
LinkedIn Pitoyo Amrih
Langganan KupasPitoyo