|
Lelakon Wayang -
Lelakon Menginspirasi
|
|
Written by Pitoyo Amrih
|
|
Monday, 13 June 2011 12:25 |
Perjalanan Arjuna sampai pada reruntuhan kuno negri Ayodya. Bekas sebuah kerajaan yang dulu pernah jaya bertahta raja Ramawijaya. Dimana saat itu sang raja memerintahkan untuk membuat sebuah prasasti. Prasasti itu berisi sebuah ajaran tentang kepemimpinan yang ditulis oleh Rama Wijaya. Sebuah gambaran ideal seorang pemimpin yang diwujudkan dalam bait-bait puisi yang diberi judul Astabrata. Apa yang terkandung dalam prasasti adalah sebuah proses belajar Rama selama hidupnya saat mengembara dulu, itulah mengapa bagi sebagian sesepuh dunia wayang pada masa ini, prasasti itu begitu penting. Isinya dipercaya merupakan wahyu yang diperoleh Rama selama pengembaraannya.
Wahyu itu hanyalah berupa sebuah pemikiran. Pemikiran sang Rama yang menjadi pegangannya saat kemudian menjadi raja dan memerintah Ayodya dulu. Sehingga berhasil membawa negri itu gilang gemilang, dan lolos dari segala cobaan. Sehingga kemudian dianggap pemikiran Rama Wijaya itu adalah merupakan mahkotanya. Yang menjadi isi kepalanya. Yang kemudian terkenal dengan sebutan Mahkota Rama, atau disebut dengan istilah wahyu Makutarama.
Makutarama yang kemudian dari cerita mulut ke mulut menjadi semacam mitos dan berubah sakral. Sehingga sebagian orang justru merasa penting untuk hanya sekedar memiliki prasasti-nya tinimbang berusaha memahami apa yang terkandung di dalamnya.
|
|
Last Updated on Wednesday, 02 May 2012 11:42 |
|
Selengkapnya..
|
|
Social Media (1) : Social Brand dan Social Bussiness |
|
|
|
|
Artikel Pitoyo Amrih -
Seri Bisnis di Internet
|
|
Written by Pitoyo Amrih
|
|
Monday, 06 June 2011 10:09 |
(Bagian pertama dari lima artikel bersambung tentang Social Media) Beberapa waktu lalu, salah seorang teman saya bertanya makna dari istilah yang saat ini sepertinya begitu sering terdengar di telinga. Social Media! Saya anggap sebagai terminologi yang relatif baru dari bahasa asing yang mungkin boleh saya terjemahkan secara bebas dengan Media Sosial, media yang memfasilitasi interaksi social. Mengenai definisi ini mungkin boleh anda mendebat atau memberikan alternatif definisi yang lebih pas. Menarik ketika dari sononya sendiri istilah ini sebenarnya masih ‘bergerak’ belum sampai pada sebuah kesepakatan tentang definisi baku sebuah istilah. Seorang teman chat saya dalam hal beginian kebetulan tinggal di Amerika dan kebetulan beberapa minggu lalu berpartisipasi dalam sebuah panel diskusi yang mencoba membuat ruang lingkup berbagai terminologi agar ketika hal ini menjadi sebuah istilah yang dipakai dalam diskusi resmi membawa setiap orang yang terlibat didalamnya pada satu perspektif yang sama. Adalah terminologi tentang Social Media, Social Brand dan Social Bussiness.
|
|
Last Updated on Monday, 06 June 2011 10:19 |
|
Read more...
|
|
Lelakon Wayang -
Goro Goro
|
|
Written by Pitoyo Amrih
|
|
Monday, 23 May 2011 16:49 |
 Klik Disini untuk memperbesar gambar. Naskah : Pitoyo Amrih Gambar : Mawan Sugiyanto
|
|
Last Updated on Tuesday, 24 May 2011 08:40 |
|
Read more...
|
|
Artikel Pitoyo Amrih -
Seri Kearifan Budaya Jawa
|
|
Written by Pitoyo Amrih
|
|
Saturday, 21 May 2011 11:45 |
(sambungan tulisan sebelumnya) Secara lengkap, kata kearifan itu berbunyi: Pasar Ilang Kumandange, Kali Ilang Kedunge, Gunung Ilang Kukuse. Kedung, adalah bagian dari alur aliran sungai dimana di daerah itu jauh lebih dalam dari rata-rata kedalaman seluruh aliran sungai. Secara hukum alam sebuah aliran alir, di daerah kedung inilah akan sempat terjadi pusaran air yang mengalir. Di permukaan akan tampak hamparan air yang terlihat lebih tenang dari aliran sungai lainnya. Sehingga membuat kehidupan ekosistem aliran sungai banyak terkonsentrasi di daerah ini. Ikan banyak dijumpai di daerah kedung, biasanya banyak orang akan berkumpul di sekitar daerah kedung untuk mengail ikan. Burung-burung lebih banyak berkeliaran di sini, karena sumber makanan mereka memang lebih banyak di daerah sini. Di sekitar tepi aliran sungai, relatif lebih banyak aneka ragam tanaman besar kecil, karena memang aliran sungai di sini jauh lebih lambat. Tidak seperti daerah aliran sungai lainnya yang lebih dangkal, dimana aliran akan jauh lebih deras, sehingga hanya tanaman-tanaman keras yang memiliki akar kokoh saja yang bisa bertahan di tepi aliran sungai.
Kali Ilang Kedunge, juga bisa diartikan sebagai sebuah pertanda akan sebuah perubahan. Orang dahulu mungkin belum begitu paham apa itu pendangkalan sungai. Saya coba renungi bahwa Kali Ilang Kedunge, secara harfiah bisa diartikan sebagai sebuah proses pendangkalan sungai. Bagi orang dahulu, mungkin belum merasa begitu penting untuk mengetahui kedalaman sebuah aliran sungai. Bisa dibayangkan waktu itu, hanya melihat dari tampak, bahwa yang disebut kedung artinya adalah bagian dari aliran sungai yang mengalir lebih tenang, banyak ikan dan warna air-nya lebih gelap (karena lebih dalam). Dan pertanda kali ilang kedunge muncul dari sebuah perubahan yang terjadi pada kedung itu, dimana ikan lambat laun semakin sedikit, aliran di permukaan tidak setenang dulu, dan semakin jarang orang memancing di sana.
|
|
Last Updated on Saturday, 21 May 2011 11:59 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 14 of 68 |