Minggu, 19 Mei 2013

Pencari Google



ONLINE STORE





BISNIS & INVESTASI

Login
Home
Tentang Wayang
Pitoyo Dotcom Webstore
Klipping Berita Terkini
Artikel
Kolom
Tentang Saya
Foto Galeri
Telusuri Buku-buku Pitoyo Amrih
Cari cuplikan buku Pitoyo Amrih:


Buku Pitoyo Amrih


Statistik Pitoyo.com


Related Link


Kunjungi profil Pitoyo Amrih sebagai Goodreads Author


Kunjungi profil saya


Meet me on Facebook








Artikel/Kolom / Dunia Pendidikan


Ksatria Yang Sesungguhnya
Thursday, 23-June-2011, 11:15:29
Tentara! Sudah lama sejak reformasi bergulir, kita tidak pernah lagi mendengar peran tentara, seperti di masa lampau. Seakan-akan kita menjadi negara tanpa tentara. Ada semacam kegundahan di antara kita, saat mendengar kata tentara. Ada semacam kerinduan yang bercampur dengan kebencian, saat mendengar kata tentara. Ada semacam rasa ngilu yang menyayat di dalam hati, saat mengingat apa yang pernah dilakukan tentara di masa abad pertengahan kemerdekaan kita. Saat mendengar kata tentara, jidat kita jadi berkerut. Jadi sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa kita menjadi risih, saat mendengar kata tentara diucapkan orang? (1194 clicks)

Hari Guru Yang Terlewatkan
Thursday, 27-January-2011, 18:16:14
Dalam suatu kelas di sekolah dasar elit, seorang anak mengadukan tentang peralatan lukisnya yang disembunyikan temannya. Tentu saja sang Murid ini mengharapkan keadilan. Menurut dia sepantasnya dia dapatkan keadilan itu dari gurunya. Dia berharap Sang Guru akan mencari siapa pelakunya dengan adil. Mungkin akan menasehatinya dan mendamaikan mereka. Tetapi, jawaban sang guru jauh dari harapannya,'.. Bapak tidak ikut campur..'.

Dalam kasus lain di sebuah sekolah dasar negeri di Jakarta, karena jumlah buku dari sekolah yang tidak sesuai dengan jumlah murid, seorang wali kelas (yang tentu saja guru) menyelesaikan masalah tersebut dengan cara aneh. Buku yang tersedia diletakkannya di depan kelas. Kemudian, '..Anak anak, ambillah buku kalian..'. Spontan beberapa anak yang biasa berebut lari ke depan mengambil buku bagiannya. Sebagian anak yang lain karena terlambat lari ke depan tidak kebagian buku langsung mengerutkan wajah. Ada juga satu atau dua anak yang hanya diam di tempat duduknya, mungkin tidak tahu apa yang harus dilakukan karena bukan kebiasaannya berebut seperti itu.

 (1851 clicks)

Dunia Sekolahku
Wednesday, 04-August-2010, 21:48:36
Setelah dua atau tiga bulan terakhir ini para orang tua dan calon siswa sibuk mencari 'tempat', sekarang mereka mulai tenang karena kebanyakan dari mereka sudah mendapatkan 'tempat' yang mereka sebut sekolah. Tapi pada kenyataannya, dunialah sekolah mereka.

Sebelumnya dengan penuh harap orang tua memberi pengertian kepada anak anaknya betapa mereka ingin agar anaknya dapat bersekolah di sekolah yang mereka anggap bagus. Sebagian dari mereka juga ada yang tidak memiliki kepercayaan diri sehingga merasa cukup dengan sekolah biasa biasa saja. Sebagian lagi orang tua lengah sehingga terpaksa menyekolahkan anaknya di STM. Bukan Sekolah Teknologi Menengah, tapi Sekolah Teko Mulih (sekolah datang pulang), karena gurunya sering tidak hadir.  (1766 clicks)

Pendidikan dan Peran Perempuan
Thursday, 29-April-2010, 22:26:48
Hiruk pikuk dunia pendidikan kita. Baru saja pengumuman kelulusan Ujian Nasional untuk SMU dirayakan (atau ditangisi), menunggu pengumuman kelulusan di jenjang yang lain dan antrian mendaftar ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Bukan saja para pelajar yang bersangkutan yang sibuk, tetapi terutama para orang tua mereka. Mungkin para orang tua justru sudah merencanakan pendidikan anak-anaknya sebelum anak anak mereka sendiri sadar dengan cita citanya. Di Indonesia prosentase bapak yang berperan sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga masih tinggi, sekitar 70% dibandingkan dengan ibu. Artinya, mayoritas, kepada ibulah pendidikan anak dipercayakan.  (2058 clicks)

Indonesian Educational Dignity
Saturday, 28-November-2009, 21:57:10
Mulanya saya enggan menggunakan istilah asing untuk artikel ini. Tetapi ternyata maksud dari kata ‘dignity’ di sini tidak dapat diterjemahkan menjadi satu kata dalam bahasa Indonesia yang mengartikannya secara utuh. Martabat pendidikan atau kewibawaan pendidikan Indonesia bisa dijadikan salah satu arti dari frasa judul di atas.  (2502 clicks)

Ujian Kesetaraan
Sunday, 25-October-2009, 15:30:42
(Pupusnya Cita-cita atau Kesempatan Meraih Cita-cita?)

Setiap pertengahan tahun dan sekitar bulan November Departemen Pendidikan mengadakan ujian kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA). Persyaratannya adalah ijasah jenjang sebelumnya yang sudah cukup waktu berlakunya, mempunyai akte kelahiran atau terdaftar dalam Kartu Keluarga, dan biaya ujian tentunya. Untuk calon peserta ujian Paket B dan C, harus mempunyai ijasah/sertifikat setara SD dan SMP yang sudah berumur 3 tahun atau 2 tahun dengan persyaratan tertentu. Sedangkan biaya ujian beragam di setiap daerah, berkisar antara ratusan ribu, sampai ada yang memungut biaya lebih dari satu juta rupiah tiap peserta. Peserta umumnya adalah siswa siswi kelompok belajar, praktisi homeschooling, beberapa peserta perseorangan dan siswa siswi sekolah yang tidak lulus ujian nasional tetapi tidak ingin mengulang satu tahun pelajaran di sekolah. (2607 clicks)

Narkoba sebagai Penghambat dalam Proses Pendidikan
Friday, 03-July-2009, 15:13:50
Hari Jumat lalu, 26 Juni adalah hari anti narkoba sedunia. Bagi kalangan tertentu mungkin hal ini tidak berarti apa apa. Bukan karena tidak mungkin mereka tersentuh oleh jenis obat obatan ini, tetapi karena kurang menyadari keadaan di sekitarnya. Narkoba bisa mencandui siapa saja, kelompok masyarakat mana saja, usia berapa saja.

Fakta
Narkotika, obat obatan terlarang dan psikotropika, mulai dari ekstasi, morfin sampai metafetamin, ini merupakan jenis obat obatan yang bisa merangsang suatu jenis sel dalam otak yang membangkitkan rasa rileks, gembira dan nyaman bagi pemakainya. Kita sering melihat berita tentang beberapa kasus narkoba ini. Kenyataannya, fenomena gunung es. Para pemakai dan pencandu dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang berekonomi mampu dan tidak mampu. Dari kalangan ekonomi mampu ini menjadi bagian dari kesibukan dan jadwalnya. Sedangkan dari kalangan ekonomi tidak mampu ini menjadi tujuan hidupnya sehari hari. Untuk kasus kecanduan yang parah mereka sanggup tidak makan asalkan bisa membeli pengobat kecanduannya. Uangnya? Karena mereka tidak mampu yang mungkin mengemis, mencuri atau cara apapun. Beberapa dari mereka memang hanya pemakai tanpa kecanduan, tapi itu sangat sedikit. Kebanyakan dari mereka adalah pasien yang menunggu ajal.
 (8251 clicks)

Menjadi Pembelajar dalam Proses Pendidikan
Saturday, 06-June-2009, 16:42:14
Sebelum masa ujian, saya memberikan tugas kepada mahasiswa untuk menerangkan cara kerja sebuah alat, lengkap dengan bagan, keterangan, cara kerja dan hukum hukum fisika yang diterapkan. Paling lambat sehari sebelum ujian dikumpulkan. Pada hari ujian soal tentang alat itu keluar. Tetapi hanya sedikit dari para mahasiswa yang menjawab dengan benar. Apa yang terjadi? (2471 clicks)

Memaknai 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional
Friday, 01-May-2009, 20:39:30
Di tengah tekanan pemerintah Belanda dan propaganda betapa pentingnya mempelajari bahasa Belanda dan modernisasi, seorang putra Indonesia menjabarkan arti pendidikan bagi bangsanya sendiri, secara komprehensif. Tidak hanya berpikir dan bicara, Soewardi Surjaningrat, nama tokoh itu, juga mengimplementasikan suatu tindakan nyata, yaitu mendirikan perguruan Taman Siswa, yang mempunyai visi dan sistem yang bertentangan dengan pemerintah Belanda pada saat itu. (7119 clicks)

Guru (digugu lan ditiru)
Friday, 03-April-2009, 23:04:11
Setelah Hiroshima dan Nagasaki diratatanahkan pada tahun 1945, Hirohito, Sang Kaisar Jepang pada waktu itu bertanya,Berapa guru yang masih hidup? Pertanyaan aneh bagi beberapa pihak. Tetapi sekarang Jepang adalah raksasa Asia dan negara berpengaruh di dunia.

Hirohito tahu dari mana harus mulai bangkit membangun sebuah negara yang baru saja ambruk baik secara materi maupun kemanusiaan. Mengapa guru? Sebelum era modernisasi guru adalah sosok yang sangat sakral. Seseorang yang dihormati karena ilmunya, perbuatannya dipuji, diperhatikan, dijadikan teladan (digugu) dan ditiru. Perannya dalam masyarakat sebagai pendongkrak intelektualitas dan budi pekerti. Seiring dengan munculnya media informasi modern, mulai dari radio, televisi, telepon sampai telepon genggam dan internet dengan berbagai fasilitasnya, sosok guru semakin luntur. Apa hubungannya? Studi ilmiah tentang adanya hubungan ini mungkin belum populer. Tetapi orang tua yang tidak lagi mengajarkan budi pekerti pada anak anaknya sehingga anak belajar dari media lain, siswa sekolah yang overload dengan muatan akademik, guru yang dikejar target kurikulum serta informasi dan ilmu pengetahuan yang bisa diakses dari sumber di luar sekolah, pasti merupakan faktor yang mempengaruhi bergesernya image guru.  (2737 clicks)

Memilih Sekolah untuk Anak : Dasar & Menengah
Sunday, 22-March-2009, 07:53:19
Bulan Juli adalah awal tahun ajaran bagi siswa siswi pendidikan dasar dan menengah. Di kota kota besar, para orang tua mulai sibuk memilih sekolah yang sesuai untuk anak anaknya. Sedangkan di sebagian masyarakat daerah yang jauh dari perkotaan, para orang tua mulai berpikir apakah akan menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak.

Jika para orang tua sudah memutuskan untuk memasukkan anaknya ke jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) atau menengah (SMA atau kejuruan), hal hal berikut ini sebaiknya menjadi bahan pertimbangan.  (3042 clicks)

Sekolah Rumah, Solusi dari Beberapa Masalah Pendidikan
Monday, 02-March-2009, 21:54:53
Sistem pendidikan di Indonesia harus diakui masih mempunyai banyak kelemahan. Proses perbaikan terus dilakukan,. Tentu ini bukan hal yang mudah, mengingat beragamnya tingkat sosial dan kemasyarakatan. Melaksanakan pendidikan secara mandiri, atau sekolah rumah, bisa menjadi solusi. Tetapi peraturan tentang ini pun masih berubah-ubah dan terus diperbaiki. (6993 clicks)

Homeschooling dan Motivasi Homeschoolers
Saturday, 07-February-2009, 21:49:33
Homeschooling. Tahun tahun belakangan ini menjadi trend di beberapa kota besar seperti Jakarta. Konsep bersekolah yang tidak mengharuskan siswa hadir di kelas tiap hari ini menjadi alternatif pendidikan bagi anak anak usia sekolah. Alasan mereka berbeda beda, ada yang karena keterpaksaan, ada juga yang memang memilih untuk belajar mandiri. Beberapa paparan berikut mungkin bisa dijadikan gambaran. (2284 clicks)

Discussion
Latest Post
. Sampan, Transportasi Air...
. Harga Bibit Karet Turun
. Keindahan Luar Biasa Di ...
. Rekomendasi Libur Akhir T...
. Pesona Pulau Bali di Pant...
Latest Response
. Apapun Bisnis Anda - Inil...
. Jual Tiket WS 2009 MURAH
. Jual Tiket WS 2009 MURAH
. ###DIBANTU MODAL AWAL S/D...
. Penting
Iklan Baris
Iklan Terbaru
. Layanan Travel Pribadi, Bookin...
. Pengecoran Logam
. Pengecoran Logam
. Pengecoran Logam
. ((((=Green Tea, bahan herbal, ...
. Menguasai Tulisan Arab Elektro...
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
. panduan Memperbaiki printer Ca...
. Dokter Mekanik
. Pengecoran Logam
. ===transfer advanced=~tranfer ...
. Pengecoran Logam
. ====Infinycal order 081516666...
. ((((___glutera=Order 081516666...
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
. Menguasai Tulisan Arab Elektro...
. Dokter Mekanik
. panduan Memperbaiki printer Ca...
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
Kids Science
Advertising

Adsense Indonesia


Buku Erlangga for Kids





powered by eNdonesia 8.3, designed and engineered by pitoyo.com
Kirim kritik, komentar atau saran tentang web-sites ini ke  webmaster@pitoyo.com  
Copyright © 2005 www.pitoyo.com

Pitoyo Dotcom | Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552 | HP (SMS only) 08122972783; 08112639751; 08122659684 | phone/fax : +62-271-631671