Minggu, 19 Mei 2013

Pencari Google



ONLINE STORE





BISNIS & INVESTASI

Login
Home
Tentang Wayang
Pitoyo Dotcom Webstore
Klipping Berita Terkini
Artikel
Kolom
Tentang Saya
Foto Galeri
Telusuri Buku-buku Pitoyo Amrih
Cari cuplikan buku Pitoyo Amrih:


Buku Pitoyo Amrih


Statistik Pitoyo.com


Related Link


Kunjungi profil Pitoyo Amrih sebagai Goodreads Author


Kunjungi profil saya


Meet me on Facebook









Artikel/Kolom / Panduan Tayangan
“Watchmen” (2009)
By Irwan Aldrin
Monday, 14-December-2009, 22:53:41 2119 clicks Send this story to a friend Printable Version Langganan Artikel Pitoyo Dotcom
Selamat datang di alternatif Amerika tahun 1985 yang dimain mainkan dengan asumsi asumsi sejarah yang berbeda: AS memenangkan Perang Vietnam, Presiden Nixon masih berkuasa untuk kesekian kali. Dalam distopia ini, yang mengambil peran penting adalah sekelompok superhero pelat merah, yang menjalankan tugas tugas khusus dari pemerintah. Pada tahun 40an mereka bernama Minutemen. Nama Watchmen diberikan untuk generasi kedua yang muncul tahun 60 an. Tahun 1977, kegiatan Watchmen dibubarkan. Tahun 1985, dunia yang dalam puncak ancaman perang nuklir, mengundang kembalinya para jagoan berpakaian norak ini.
Click to view another photos...



“Watchmen” diangkat dari novel grafis tahun 1987, yang boleh disebut “Gone With The Wind”-nya genre komik serius. Sebagian gagasan orisinal “Watchmen” tak baru lagi sekarang karena sudah dikembangkan misalnya oleh komik “Identity Crisis” (2004), atau filem “The Incredibles” (2004). Ketika akhirnya diangkat ke layar lebar, masalah terbesarnya adalah: “Watchmen” tak memerlukan interpretasi ulang, karena ia cuma punya satu versi yang tuntas. Tapi, ia harus dipindahkan dengan cara yang tepat; karena panel komik sangat berbeda dengan media filem yang bergerak dan bersuara.

Skenario David Hayter dan Alex Tse mempersingkat komik aslinya (400 halaman lebih), dan berfokus pada konflik yang pokok. Sub-plot lain pun harus mengalah. Reduksi ini, yang menyederhanakan kompleksitas isyu-isyu politik dan psikologis, tak mengecewakan, bahkan ia mampu membuat akhir yang lebih kuat ketimbang novel grafisnya.

Para aktor utama, samasekali jauh dari bintang besar, mampu menghidupkan keenam “Watchmen”: Silk Spectre II (Malin Akerman) si penggoda yang mewarisi pekerjaan superhero dari ibunya, Nite Owl II (Patrick Wilson) si penyendiri yang sensitif, Dr. Manhattan (Billy Crudup) si manusia atom tanpa emosi, Ozymandias (Matthew Goode) manusia tercerdas di dunia, dan Comedian (Jeffrey Dean Morgan) yang brutal, amoral dan nihilistik. Tapi, jempol khusus diberikan untuk Jackie Earle Haley yang memainkan Rorschach, yang kumuh dan misterius, tapi hitam-putih, pemilik kepriyayian super-hero yang sesungguhnya.

Memfilemkan “Watchmen” adalah dilema. Ia tak kan pernah memuaskan para pemuja komiknya. Sementara bila ia bersetia pada pola komiknya, penonton awam yang tak pernah membaca komik bakal cukup sulit menggapainya. Walhasil, sutradara Snyder bukan sekedar berkompromi, tapi ia menetapkan jalan sendiri. Visualisasi dilebih-lebihkan untuk mengesankan distopia (sekali lagi aneh bahwa kita di tahun 2009 menonton distopia tentang tahun 1986). Visualisasi ini lebih dekat pada pilihan gaya “Dark City” (1998) yang menggambar sketsa kasar; bukan citra yang halus dan detil. Kekerasan dan darah maujud dalam cara yang vulgar mengulang resep laga Snyder di “300” (2006). Berbeda dengan jalur “Dark Knight” (2008) atau “Iron Man” (2008) yang berusaha membuat dunia komik jadi dunia nyata; “Watchmen” justru menariknya masuk lebih komikal lagi (misalnya dengan visualisasi Nixon yang prostetik). Pilihan ini beresiko tinggi, tapi Snyder berhasil membuat “Watchmen” dinikmati kalangan yang lebih luas.

Catatan: jangan sampai terlambat masuk bioskop buat “opening scene” yang dahsyat, kaya, penuh referensi, dengan iringan paten dan dinamis Bob Dylan “The Times They Are a-Changin'”. Wow…

--------------
ponten biyoskop : A

Billy Crudup, Patrick Wilson, Malin Akerman, Jackie Earle Haley, Matthew Goode, Jeffrey Dean Morgan.
Sutradara: Zack Snyder
Skenario: David Hayter dan Alex Tse, dari novel grafis karya Alan Moore dan Dave Gibbons,
Sinematografi: Larry Fong.
Musik: Tyler Bates.
Panjang filem: 163 menit.
---------------

Diresensi oleh Irwan Aldrin
klik for profile.
 
SocialTwist Tell-a-Friend
Artikel/Kolom Panduan Tayangan lainnya
.The Curious Case of Benjamin Button
.The Kite Runner
.Belajar dari KUNGFU PANDA
.Masyarakat Diminta Waspadai 10 Acara TV
.Wabah ‘Ayat-ayat Cinta’
.FIDDLER ON THE ROOF
.MPAA Rating
.THE INCREDIBLES
.SPIDERMAN 2
Discussion
Latest Post
. Sampan, Transportasi Air...
. Harga Bibit Karet Turun
. Keindahan Luar Biasa Di ...
. Rekomendasi Libur Akhir T...
. Pesona Pulau Bali di Pant...
Latest Response
. Apapun Bisnis Anda - Inil...
. Jual Tiket WS 2009 MURAH
. Jual Tiket WS 2009 MURAH
. ###DIBANTU MODAL AWAL S/D...
. Penting
Iklan Baris
Iklan Terbaru
. Layanan Travel Pribadi, Bookin...
. Pengecoran Logam
. Pengecoran Logam
. Pengecoran Logam
. ((((=Green Tea, bahan herbal, ...
. Menguasai Tulisan Arab Elektro...
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
. panduan Memperbaiki printer Ca...
. Dokter Mekanik
. Pengecoran Logam
. ===transfer advanced=~tranfer ...
. Pengecoran Logam
. ====Infinycal order 081516666...
. ((((___glutera=Order 081516666...
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
. Menguasai Tulisan Arab Elektro...
. Dokter Mekanik
. panduan Memperbaiki printer Ca...
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
Kids Science
Advertising

Adsense Indonesia


Buku Erlangga for Kids





powered by eNdonesia 8.3, designed and engineered by pitoyo.com
Kirim kritik, komentar atau saran tentang web-sites ini ke  webmaster@pitoyo.com  
Copyright © 2005 www.pitoyo.com

Pitoyo Dotcom | Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552 | HP (SMS only) 08122972783; 08112639751; 08122659684 | phone/fax : +62-271-631671