Sabtu, 18 Mei 2013

Pencari Google



ONLINE STORE





BISNIS & INVESTASI

Login
Home
Tentang Wayang
Pitoyo Dotcom Webstore
Klipping Berita Terkini
Artikel
Kolom
Tentang Saya
Foto Galeri
Telusuri Buku-buku Pitoyo Amrih
Cari cuplikan buku Pitoyo Amrih:


Buku Pitoyo Amrih


Statistik Pitoyo.com


Related Link


Kunjungi profil Pitoyo Amrih sebagai Goodreads Author


Kunjungi profil saya


Meet me on Facebook









Artikel/Kolom / Seri Home Improvement
TELITI AKAN SIKAP MENANG-MENANG
By Pitoyo Amrih
Friday, 15-December-2006, 01:18:18 4270 clicks Send this story to a friend Printable Version Langganan Artikel Pitoyo Dotcom
Marilah kita semua mencoba untuk bersikap win/win solution , saya yakin kita semua bisa, begitu kata seseorang dalam sebuah rapat, mencoba memberikan persuasi kepada kelompok yang menjadi lawan bicaranya agar terjadi titik temu dalam pembicaraan mereka.
Click to view another photos...
Kalimat itu terlontar oleh seseorang yang memang terlihat mendominasi pembicaraan pada diskusi silang pendapat antar dua kelompok dalam sebuah kepengurusan yayasan pendidikan. Terdapat dua kubu dalam kepengurusan itu, dan dua kubu ini memang secara mendasar memiliki pendapat yang berbeda dalam upaya memecahkan persoalan yang tengah dihadapi oleh yayasan mereka.

Salah seorang diantara salah satu kubu, terlihat sangat aktif dalam mengemukakan pendapatnya. Dengan gayanya yang meyakinkan, ekspresi wajah yang sangat persuasif, tak henti-hentinya dia menjelaskan bahwa pendapatnyalah yang layak untuk diterapkan dalam memecahkan masalah mereka. Dia seperti tidak begitu peduli dengan pendapat yang dikemukakan oleh kubu yang berseberangan dengannya.

Suatu saat dia mengajak semua yang hadir disitu untuk bersikap win/win. Win/win yang saya melihat, berdasarkan terjemahan dari pengertiannya, sepertinya win/win yang dia maksud adalah ajakan untuk menyetujui pendapatnya. Sehingga kemudian ada yang sedikit menganggu pikiran saya waktu itu, benarkah dia mengerti benar esensi dari win/win? Ketika dia mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu seperti pendapatnya, dan dengan segala argumentasi dan teknik persuasi yang dia perlihatkan, seakan ungkapan win/win yang dia kemukakan hanyalah sekedar ungkapan, sebagai alat untuk mempengaruhi orang lain agar sependapat dengan dia.

Saat itulah saya menjadi teringat banyak kejadian serupa yang pernah saya alami. Sebuah keprihatinan tersendiri bagi saya. Bagaimana tidak, pertama kali istilah win/win diperkenalkan, seakan orang begitu takjub, begitu antusias, sehingga kemudian istilah win/win ini seakan menjadi alat ampuh bagi siapa saja yang berdiskusi mencari pemecahan masalah. Tapi begitulah, yang terjadi, win/win, selalu terbatas pada kata-kata, terbatas pada jargon. Seakan win/win adalah sekedar teknik atau alat dalam melakukan interaksi.

Dalam bukunya, Stephen Covey mengatakan tentang apa yang diperkenalkannya dengan istilah win/win. Win/win solution is not a personality technique. It's a total paradigm of human interaction. It comes from a character integrity, maturity, and the abundance mentality, begitu katanya.

So, win/win bukanlah sesuatu yang bisa dalam sekejap terbentuk, apalagi sesuatu yang bisa dijadikan alat untuk mempengaruhi pendapat atau pendirian orang lain. Win/win adalah hasil dari jalan panjang yang selalu berkesinambungan dari seseorang yang selalu berusaha untuk proaktif, selalu fokus pada lingkaran pengaruhnya, selalu melihat keseimbangan antara 'angsa' dan 'telur emasnya'. Win/win akan muncul secara simultan dari seseorang yang selalu melihat dan merumuskan hasil akhir dari tahapan, dan yang kemudian mau dan mampu mendahulukan apa-apa yang penting baginya. Tidak hanya itu, win/win hanya bisa dirasakan bagi mereka yang mampu mendidik dirinya untuk bermentalitas abundance, mampu berpikir secara dewasa, dan selalu menjaga integritas dirinya.

Sekarang, dari pengertian di atas, marilah kita coba sedikit untuk bermain logika. Diawali dengan pertanyaan, mungkinkah pengertian win/win betul-betul dipahami oleh mereka, yang justru berulangkali selalu mengajak untuk mencari win/win solution dalam sebuah diskusi.

Apa yang saya alami saat itu, adalah salah satu contohnya. Apa yang saya ceritakan tentang seseorang yang selalu mengajak orang lain untuk bersikap win/win solution, tanpa sedikit pun terlihat usaha darinya untuk sejenak mendengar pendapat yang berseberangan dengannya. Seakan hanya pendapatnyalah yang paling benar, dan win/win solution hanya terjadi jika orang lain setuju dengan pendapatnya.

Apa yang saya ceritakan ini bukan untuk mengajak kita semua berlomba-lomba untuk melihat orang-orang disekitar kita, kira-kira siapa yang berperilaku kurang lebih seperti orang yang saya contohkan di atas. Saya lebih bermaksud agar kita semua berkaca, termasuk juga saya, mungkinkah dalam suatu waktu suatu keadaan, bisa jadi secara sadar maupun tidak kita berlaku seperti orang yang saya ceritakan di atas.

Tidak perlu berandai-andai ketika kita melakukan negosiasi di kantor, berinteraksi di tempat kerja, dengan klien dan sebagainya. Dengan pasangan kita, pastilah hampir setiap hari kita melakukan 'negosiasi' dengannya. Dengan anak-anak kita pastilah setiap hari ada saja masalah yang harus dipecahkan bersama. Dengan tetangga-tetangga di lingkungan tempat kita tinggal, pastilah setiap saat kita dihadapkan pada hal-hal yang harus dicarikan jalan keluarnya. Dan mungkinkah kita, suatu ketika justru berlaku seperti orang yang saya contohkan di atas.

Dengan bermodalkan pemahaman teori tentang konsep win/win solution, seakan menjadikan kita arogan berusaha memanipulasi hubungan kita dengan orang-orang disekitar kita. Dan disinilah sebenarnya letak sampai dimana pemahaman kita diuji. Karena walaupun ketika kita mampu menghafal teori ini, tapi dalam prakteknya justru sesekali kita berusaha memaksakan kehendak kita, dengan cara justru berlindung dibalik win/win solution, dan mempredikati orang yang tidak sependapat sebagai orang yang tidak berpikir menang-menang, maka sebenarnya yang dipraktekkan adalah win/loose, bukan win/win.

Saya mungkin bisa saja keliru. Tapi saya mencoba mengajak kita semua untuk mencoba teliti dalam kita bersikap dan mengambil keputusan sampai kepada hal-hal terkecil di dalam perilaku kita. Misalnya interaksi kita dengan anak-anak kita. Seperti yang saya kemukakan, bahwa win/win atau menang-menang hanya akan terjadi ketika orang bisa bersikap dewasa, beritegritas dan bermentalitas abundance. Dan syarat ini bila kita renungi lebih lanjut, sebenarnya adalah sebuah esensi akan bibit saling percaya. Dan kita semua tahu, komunikasi kita dengan anak-anak kita hanya akan efektif ketika telah terjalin rasa saling percaya.

Cobalah kita teliti akan apa saja yang menjadi isi kepala kita ketika kita menghadapi beda pendapat dengan anak kita. Upaya untuk memaksakan kehendak-kah? Berpolitik untuk tujuan tertentu-kah? Karena bisa jadi upaya seperti diatas, tetap akan menghasilkan respon yang begitu tipis jaraknya dengan upaya tulus untuk mewujudkan menang-menang. Itulah mengapa saya ajak anda untuk teliti.

Dari apa yang saya tahu dan rasakan, menang-menang adalah sesuatu yang ditawarkan oleh Covey, dan begitu baik untuk bisa kita alami dan rasakan bersama. Saya melihat memang generasi kita dengan latar belakang pengalaman, pendidikan dan lingkungan yang membentuk kita- begitu tertatih-tatih untuk menggapai apa itu makna dari sebuah paradigma menang-menang. Sudah selayaknya generasi setelah kita bisa melihat, merasakan dan belajar tentang ini secara lebih baik.

Dan tauladan akan sebuah sikap untuk berpikir menang-menang, bisa jadi akan menjadi sumbangan yang berharga dari kita untuk mewujudkan itu semua?.


Pitoyo Amrih
Artikel yang pernah dipublikasikan oleh www.pembelajar.com pada minggu ketiga bulan Juli 2006
 
SocialTwist Tell-a-Friend
Artikel/Kolom Seri Home Improvement lainnya
.Perasaan Marah dan Memarahi
.MENGERTI DAHULU SEBELUM DIMENGERTI
.Top 10 Signs of a Good Kindergarten Classroom
.KEPUTUSAN MEMILIH WIN/WIN
.BERBAGI MENANG-MENANG
.SEPAKBOLA MENANG-MENANG
.MENGAPA KITA SELALU LUPA..?
.MENANG-MENANG DALAM KESEHARIAN
.SEBUAH KEMENANGAN
.MENDEFINISIKAN KEMBALI ‘BATU BESAR’
Discussion
Latest Post
. Sampan, Transportasi Air...
. Harga Bibit Karet Turun
. Keindahan Luar Biasa Di ...
. Rekomendasi Libur Akhir T...
. Pesona Pulau Bali di Pant...
Latest Response
. Apapun Bisnis Anda - Inil...
. Jual Tiket WS 2009 MURAH
. Jual Tiket WS 2009 MURAH
. ###DIBANTU MODAL AWAL S/D...
. Penting
Iklan Baris
Iklan Terbaru
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
. panduan Memperbaiki printer Ca...
. Dokter Mekanik
. Menguasai Tulisan Arab Elektro...
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
. Botanical collagen drink ,PURT...
. Menguasai Tulisan Arab Elektro...
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
. panduan Memperbaiki printer Ca...
. Video Memperbaiki Laptop (VML)
. Dokter Mekanik
. BajuMart Menjual Baju Import B...
. jual film stephen chow
. Beragam Tas Import Fashion - ...
. Pusat Grosir Baju Import di ww...
. Perpustakaan Link
. =SARI Stem SERUM== hub=0815166...
. "_==kuat gagah-perkasa=gasa_=-...
. Oris Breast Cream ,PURTIER pla...
. ""susu kolostrum prebiotik= G...
Kids Science
Advertising

Adsense Indonesia


Buku Erlangga for Kids





powered by eNdonesia 8.3, designed and engineered by pitoyo.com
Kirim kritik, komentar atau saran tentang web-sites ini ke  webmaster@pitoyo.com  
Copyright © 2005 www.pitoyo.com

Pitoyo Dotcom | Cemani Indah D-22, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Solo 57552 | HP (SMS only) 08122972783; 08112639751; 08122659684 | phone/fax : +62-271-631671