GALERI WAYANG
NOVEL DUNIA WAYANG
BUKU WAYANG
BUKU BUDAYA JAWA
Home Dunia Wayang
Home Pitoyo Dotcom
Yang Baru di Dunia Wayang
Tentang Dunia Wayang
Buku Pitoyo Amrih
Galeri Wayang
Advertising


Pitoyo Amrih's reviews on Goodreads


Antareja Antasena: Jalan Kematian Para KsatriaAntareja Antasena: Jalan Kematian Para Ksatria
reviews: 4
ratings: 12 (avg rating 3.62)



Kebaikan Kurawa, mengungkap kisah-kisah yang tersembunyiKebaikan Kurawa, mengungkap kisah-kisah yang tersembunyi
reviews: 2
ratings: 9 (avg rating 3.25)



Narasoma: Ksatria Pembela KurawaNarasoma: Ksatria Pembela Kurawa
reviews: 1
ratings: 5 (avg rating 4.00)



Perjalanan Sunyi Bisma DewabrataPerjalanan Sunyi Bisma Dewabrata
reviews: 1
ratings: 4 (avg rating 3.00)




Sponsored Link


Kunjungi Toko online Pitoyo Dotcom Webstore


Kunjungi profil Pitoyo Amrih sebagai Goodreads Author


Kunjungi profil saya


Meet me on Facebook



Login
Nickname:
Password:
  Registrasi?
 
Dunia Wayang Adalah Cermin Dunia Kita
pitoyo

Mengapa kita harus memiliki amarah? Mengapa kita harus memiliki rasa kecewa? adakah itu semua ada sebagai pertanda bahwa kita manusia adalah orang yang lemah dan merugi?

Ribuan generasi sudah orang belajar, ternyata kita juga tak kunjung pandai. Masih ada peperangan di sekitar kita, masih ada pembunuhan di sekitar kita. Bahkan terkadang itu semua tak jauh dari kita, terkadang masih saja ada kekerasan dalam lingkungan dan keluarga kita...

Untuk apa itu semua..?

Dunia wayang menceritakan puluhan generasi, ribuan tokoh dan karakter. Ada kesedihan, ada kebahagiaan, ada dendam dan amarah, ada nasihat, ada kejahatan ada kebijaksanaan. Ada pertumpahan darah yang tak kunjung reda, membunuh saudara sendiri, lebih mementingkan harta daripada anaknya, lebih mementingkan martabat daripada istrinya, ..ternyata sama seperti kita. Dan perang dahsyat yang terjadi juga pun terjadi antara saudara. Sama seperti kita yang semua bersaudara..

Maukah kita belajar darinya..?

Maukah kita bercermin darinya...?

Perjalanan imaginer saya telah membawa saya ke Dunia Wayang, saya pulang membawa cermin itu kepada anda..



pitoyo