The Pharmaceutical Inspection Convention dan Pharmaceutical Inspection Co-operation Scheme (yang kemudian bergabung dikenal sebagai PIC/S), adalah dua instrumen yang mewadahi kerjasama antar otoritas pharmaceutical inspection negara, yang bersama-sama bekerjasama secara aktif dan konstruktif dalam bidang GMP (Good Manufacturing Practices)

Misi PIC/S adalah  "to lead the international development, implementation and maintenance of harmonised Good Manufacturing Practice (GMP) standards and quality systems of inspectorates in the field of medicinal products."

Adalah untuk mengupayakan pengembangan dan pengkampanyean GMP standards dalam bentuk penerbitan dokumen-dokumen petunjuk (guide document), pelatihan untuk menghasilkan otoritas yang kompeten, assessing terhadap inspektor, dan memfasilitasi kerjasama dan networking untuk mewujudkan otoritas yang kompeten dalam sebuah organisasi internasional.

Terdapat 46 participant anggota PIC/S. Yang setiap participant merupakan lembaga negara yang memiliki otoritas sebagai pengawas obat dan makanan di negara mereka masing-masing. Semangat untuk selalu menjamin produk obat dan makanan yang berkualitas dan aman bagi pengguna adalah hal yang menjadi acuan untuk selalu meningkatkan komunikasi dalam organisasi ini. Sehingga penting bagi PIC/S untuk selalu meningkatkan kompetensi seluruh komponen yang terlibat. Itulah mengapa membutuhkan proses yang panjang untuk menjadi anggota PIC/S agar bisa benar-benar terjalin kerjasama yang saling menguntungkan sesuai tujuannya.

Indonesia menjadi anggota PIC/S sejak 1 Juli 2012. Sehingga pada akhirnya menjadi tuntutan industri terutama obat dan masyarakat konsumen obat untuk dapat meningkatkan pengetahuan untuk menjangkau standard kualitas yang lebih baik.

PIC/S menerbitkan document guide. Dibawah adalah PIC/S Guide To Good Manufacturing Practices for Medicinal Product (Part I: Basic Requirements for Medicinal Products):

sumber: www.picscheme.org 

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya