Dari ilustrasi di atas anda bisa lihat bahwa sebenarnya, dari fakta yang ada, untuk menaikkan kapasitas produk bulan berikutnya yang 30%, melakukan investasi untuk pembelian satu buah mesin lagi bukanlah pilihan satu-satunya. Masih ada pilihan lain yang bisa dan sangat mungkin untuk ditempuh.

Dari ilustrasi di atas bisa kita tarik pengertian sebagai berikut : Bahwa  kedua mesin PT MAJU pada kenyataanya –walaupun berjalan selama 24 jam nonstop- masih ‘hanya’ beroperasi pada 41,5% kemampuannya. Artinya, bila saja pak Amat beserta seluruh jajarannya di perusahaan PT MAJU mau dan mampu untuk menaikkan kemampuan kedua mesin total misalkan sampai 80% saja, itu sudah lebih dari cukup untuk dapat memenuhi kenaikkan permintaan produksi 30% bulan depan. Itu berarti pak Amat tidak perlu dipusingkan untuk mencari dan mengeluarkan uang seratus juta investasi mesin! Yang diperlukan hanyalah telaah terhadap ukuran kemampuan mesin tadi dan mencari daerah-daerah untuk melakukan perbaikan dimana kemampuan mesin bisa ditingkatkan.

Sampai disini kita telah belajar bahwa salah satu fungsi OEE adalah:

Mengukur dan memberikan informasi sampai dimana kemampuan sebuah mesin atau peralatan, sehingga dapat membantu para pengambil keputusan agar tepat dalam pengalokasian biaya. Kaitannya dengan kebutuhan kapasitas produksisebuah perusahaan manufaktur.

Mengapa? Dapat anda bayangkan sebelum pak Amat menelaah lebih jauh masalah yang terjadi dengan pabriknya. Dimana data yang diperoleh sampai kepada pak Amat hanyalah data mengenai hasil produksi dan hasil penjualan. Ditambah proposal pak Joni tentang penambahan mesin beserta segala informasi skala ekonomis akan pembelian satu mesin tersebut, dari situ seakan pilihan solusi satu-satunya terhadap permasalahan yang dihadapi PT MAJU adalah dengan membeli satu lagi mesin. Tidak ada lain!

Setelah pak Amat menelaah terhadap apa yang terjadi dengan mesin, yang dengan segala logika yang dikemukakan di atas yang merupakan faktor dasar penentu tingkat OEE, diketahui bahwa masih terdapat pilihan selain menginvestasikan uang seratus juta untuk membeli mesin lagi.

Dan pilihan apa yang dilakukan? Pada bab-bab berikutnya dengan berdasar pada data OEE yang anda peroleh anda akan bisa mendapatkan gambaran bahwa ternyata pilihan tindakan perbaikan itu begitu banyak. Yang dibutuhkan adalah sebuah pengertian dan komitmen dari semua karyawan pak Amat untuk melakukan perbaikan.

(bersambung)

Pitoyo Amrih

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya