Pak Amat rupanya masih penasaran. Siang harinya setelah makan siang, bergegas pak Amat menuju ruangan Pak Joni, sang kepala produksi. “Pak Joni, selama ini saya selalu hanya mendapat laporan hasil produksi yang akan masuk ke gudang barang jadi.., sebenarnya berapa persen sih dari sekian barang hasil produksi yang ditolak bagian QC..?”

“Ah, ndak banyak kok, pak! Paling hanya beberapa gelas tiap shiftnya..”

Pak Amat kemudian melangkah mendekati telepon, mengangkat telepon, dial beberapa angka, tak lama kemudian memulai pembicaraan, “Halo.., pak Asmuni.?”, sejenak berhenti kemudian melanjutkan, “Pak, tolong saya dikasih catatan QC hari kemarin, berapa jumlah produk gelas air mineral yang ditolak QC..”. Selesai berucap pak Amat memencet tombol speaker pada teleponnya, sehingga suara di seberang telepon bisa terdengar di ruangan itu.

“Sebentar, pak..,” terdengar suara di speaker. Suara yang tak lain adalah pak Asmuni, menjabat kepala bagian quality control di pabrik itu. Tak lama kemudian kembali terdengar kata-katanya, “hari kemarin, catatan saya adalah total masuk gudang barang jadi sebanyak 2180 karton box, yang berarti delapan puluh tujuh ribu duaratus gelas air mineral.” Pak Asmuni berhenti sejenak, “tapi tunggu, pak, dari sekian banyak hasil itu ternyata 50 karton box tidak bisa dikirim karena ketahuan, setelah sehari di gudang, ternyata bocor..”

“Bocor..?” tanya pak Amat.

“Ya, pak. Sepertinya proses penutupan gelas plastik di mesin kurang sempurna, sehingga air keluar di mulut gelas.”

"Ada lagi selain itu, pak..”

“Ada, pak.. Saya catat di sini, sebelum proses memasukkan gelas ke karton box, diketahui juga selama sehari kemarin terdapat 2560 gelas yang sudah ketahuan bocor sebelum masuk ke karton box.”

“Dua ratus lima puluh enam gelas..”, terdengar pak Amat bergumam mengulangi jumlah angka yang dikatakan pak Asmuni melalui speaker. Sambil terlihat pak Amat melakukan corat-coret di secarik kertas.

       

 pak Amat berbicara dengan pak Asmuni, kepala QC

“Kemudian khusus untuk hari kemarin, pak. Mesin A saat permulaan shift pagi, berjalan normal dengan seperti biasa membuang seratus gelas di awal karena isi air yang belum stabil benar. Tapi tidak seperti biasa, pak, Pada mesin B, untuk mencapai kestabilan isi, sampai diperlukan uji coba sampai dua jam, dan selama itu semua produk yang dihasilkan ditolak..!”

“Hmm..,” terdengar suara pak Amat, sambil tetap mencorat-coret di kertas.

(bersambung)

Pitoyo Amrih

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya