“Pak Soni..,” sapa pak Amat.

"Ya, pak..” yang disapa seperti tergagap-gagap.

“Tolong di check di file saat serah terima mesin dengan pabrik pembuat dulu, kecepatan optimum yang telah direkomendasikan waktu uji coba dengan produk, saat itu berapa ya..?”

“Mesin yang mana, ya., Pak ?”

“Mesin pengisi gelas yang dua buah di ruang produksi utama itu..”

“Oooh, sebentar ya, pak, saya lihat catatan saya dulu..”

 

Pak Sony sang Engineer bersama pak Amat

Yang disebut pak Soni rupanya menjabat sebagai engineer pabrik itu. Cukup lama dia kutak-kutik di komputernya, sesekali berdiri, memilah-milah berkas di lemari file-nya, kemudian kembali lagi memelototi komputernya. “Nah, ini dia..!!” teriaknya setelah hampir sepuluh menit pak Amat menunggu disitu sambil bengong melihat aktifitas pak Soni.”Sebentar saya print dulu, pak..” pak Soni melanjutkan.

Suara printer terdengar mengganggu telinga. Beberapa saat kemudian, “Ini laporan saya waktu serah terima mesin, pak..” berhenti sebentar mengambil nafas, pak Soni kemudian melanjutkan, “Untuk mesin A saat uji coba produksi waktu itu telah direkomendasikan untuk memakai kecepatan seratus gelas permenit…, sementara setahun kemudian mesin B,...mmm,” terlihat mata pak Soni mencari-cari informasi pada lembar kertas di depannya, “.. mesin B direkomendasikan lebih tinggi yaitu seratus duapuluh gelas permenit karena mesin B termasuk generasi yang lebih baru dan sudah dilakukan modifikasi di pabriknya..”

“Hmmm, “ kembali pak Amati mengernyitkan dahi berpikir.

Lagi lagi pak Amat rupanya mendapatkan pembelajaran yang berharga hari itu. Coba mari kita selami apa yang ada di kepala pak Amat.

Secara sederhana dapat kita lihat dari informasinya, bahwa mesin A dan mesin B berjalan tidak dalam kecepatan yang sama, bahkan kedua mesin ini masih berjalan jauh dibawah kecepatan yang diperbolehkan. Dengan alasan agar tidak cepat rusak!

Mesin A pada kenyataannya, berjalan dengan kecepatan 80 gelas permenit. Sementara kecepatan yang direkomendasikan adalah 100 gelas permenit. Sedang mesin B hanya dijalankan pada kecepatan 50 gelas permenit, padahal ketika baru, direkomendasikan untuk jalan 120 gelas permenit. Kalau kita lihat secara total kedua mesin seharusnya bisa menghasilkan 220 gelas dalam satu menit, kenyataannya hanya menghasilkan rata-rata 130 gelas dalam semenit. Dan itu berarti mesin bekerja 60% dari kemampuan yang seharusnya dia bisa!

Satu lagi kita mengenal faktor dalam OEE. Yaitu apa yang disebut dengan TINGKAT KINERJA (Performance Efficiency). Yang dari informasi secara kasar, dapat diambil kesimpulan bahwa selama ini TINGKAT KINERJA mesin pabriknya pak Amat hanya berkisar pada angka 60%!

(bersambung)

Pitoyo Amrih

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya