OEE adalah alat ukur. Memakai dasar waktu. Sesuatu yang tak sulit-sulit amat sebenarnya. Mengukur kinerja mesin dengan alat ukur OEE didasari pada konsep seberapa lama mesin beroperasi menghasilkan produk baik dibandingkan waktu yang tersedia baginya. Satuannya dalam persen. Seratus persen dikurangi prosentase OEE adalah apa yang disebut sebagai 'Total Losses'. Akan terdiri dari banyak elemen 'losses' yang bila dicermati dengan analisa, akan bisa langsung merujuk pada faktor yang berkontribusi terhadap losses. Hal yang membuat mengapa sebuah mesin tidak menghasilkan produk baik selama waktu tersedianya.

Setiap elemen, setiap terminologi, setiap losses, bakalan ada penjelasan spesifik terhadapnya pada tulisan-tulisan berikutnya. Berangkat dari Total Time (lihat bagan di bawah pada tulisan selengkapnya). Anda bayangkan bar-chart horisontal adalah dalam satuan waktu. Total Time adalah waktu yang tersedia total. Artinya 24 jam dalam sehari, 7 hari seminggu dan seterusnya. Berikutnya adalah Loading Time. Adalah waktu tersedia mesin. Ada yang melakukan pendekatan Total Time adalah juga Loading Time. Artinya waktu tersedia mesin adalah 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Boleh-boleh saja, hanya saja akan membuat kendala dimana ada losses Machine Shutdown yang tidak terlihat dan mungkin terlupakan untuk dianalisa bila saja kebetulan hal itu menduduki prosentase yang dominan.

Machine Shutdown bisa berarti mesin berhenti karena tidak ada permintaan pasar terhadap produk, atau mesin sengaja dihentikan oleh manajemen karena satu hal. Dalam hal ini mesin tidak rusak, mesin bisa dioperasikan, hanya saja mesin tidak dijalankan. Seperti analogi anda punya mobil yang sehat, distart langsung nyala, tokcer, tak ada kendala. Tapi anda memutuskan tak menggunakannya. 

Karena  adanya losses yang mengurangi waktu Loading Time, maka waktu bagi mesin yang tersisa menjadi Operating Time. Yang membuat Loading Time terkurangi adalah losses (lihat bagan diatas): Setup, Setdown, Adjustment, Downtime. Setup adalah hal yang perlu disiapkan operator di awal proses sebelum mesin bekerja. Setdown adalah apa yang perlu dilakukan setelah mesin berhenti bekerja, pembersihan, kalibrasi ulang, dan sebagainya. Adjustment adalah operator harus menghentikan mesin karena perlu merubah setting mesin agar menghasilkan produk lebih baik. Sementara Downtime artinya mesin rusak, tak bisa beroperasi. 

Sampai disini, ada salah satu faktor OEE yang disebut Availability atau Tingkat Ketersediaan. Cara mencarinya anda tinggal memprosentasekan perbandingan Operating Time dan Loading Time. Lihat bagan diatas pada Availability, bisa dibantu dengan cara mudah yaitu garis tebal dibagi keseluruhan garis. Dikalikan seratus persen tentunya.

Ada losses yang kemudian mengurangi Operating Time. Menjadi apa yang disebut sebagai Net Operating Time. Adalah Idle, dimana mesin sebenarnya sehat, siap beroperasi, tapi tak mungkin berjalan karena bahan baku tidak tersedia, atau operator tidak ada, atau mungkin sarana penunjang tak beroperasi. Tetap mesin tak bisa bekerja. Kemudian Minor Stoppage yang bisa diartikan mesin kehilangan waktu operasinya karena berhenti-berhenti sebentar yang bisa karena sebab apa saja. Sementara Reduced Speed, bisa diartikan dua hal, adalah mesin berkurang kecepatan karena sengaja mesin dijalankan dibawah kecepatan teoritis seharusnya. Atau secara rata-rata, mesin dibawah kecepatan teoritisnya walau kenyataannya mesin dijalankan sesuai kecepatan teoritisnya. Keduanya didapat dari satu perhitungan, yaitu dengan waktu Operating Time, dan kecepatan teoritis mesin, dari dua hal itu kita bisa tahu jumlah produk yang keluar, tapi ketika kenyataan produk yang dihasilkan dihitung, hasilnya tak sebanyak jumlah teoritisnya. Selisihnya bila dikalikan Operating Time-nya, akan menggambarkan waktu yang hilang karena hal tersebut. Itulah Reduced Speed. Jadi pada kenyataannya mesin tetap bekerja selama Operating Time, tapi karena adanya waktu yang hilang, seolah-olah mesin hanya bekerja selama Net Operating Time.

Sampai  disini ada satu lagi faktor OEE yang disebut Performance Efficency atau Tingkat Efisiensi. Dengan cara yang sama mencari Availability, anda dapat melihat bagan diatas cara menghitung cepat faktor ini.

Berikutnya adalah apa yang disebut Valuable Operating Time. Inilah yang dikatakan waktu dimana mesin benar-benar menghasilkan produk baik. Lossesnya adalah Reject, dimana waktu mesin beroperasi dihabiskan untuk menghasilkan produk reject. Dan Reduced Yield, waktu beroperasi saat yield, dikatakan bukan produk baik karena keluar saat mesin belum mencapai kecepatan optimal, misal diawal dan diakhir mesin berjalan. Faktor pada wilayah ini adalah Rate of Quality atau Tingkat Kualitas. Dimana selama waktu Valuable Operating Time benar-benar waktu mesin menghasilkan produk baik.

Perbandingan prosentase Valuable Operating Time dan Loading Time itulah yang disebut OEE dalam satuan persen. Atau bisa juga dengan cara menghitung perkalian ketiga faktor: Availability x Performance Efficiency X Rate of Quality.

Beberapa orang juga melakukan mendekatan tentang definisi Utilization atau Utilisasi mesin, persen waktu mesin digunakan. Bisa didekati dengan membandingkan Loading Time dan Total Time.

Tak perlu dahi berkerut saat membaca tulisan diatas, bila anda memulai melakukan perhitungan, semua akan biasa saja. Percayalah!

Pitoyo Amrih

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya