Banyak diantara pemilik pabrik yang saya tahu, terutama pabrik pabrik kelas bawah sampai menengah, hanya berfokus kepada paradigma ‘ada pesanan – mesin pokoknya jalan’. Sedikit diantara mereka yang mencoba menelaah apakah mesin-mesin yang mereka jalankan di pabrik mereka, memberikan kontribusi positif terhadap profit pabrik, atau justru mesin semakin jalan, semakin menggerogoti profit hasil pabrik yang seharusnya anda dapat.

Semua orang tahu, bahwa selain kualitas produk hasil pabrik, faktor lain yang menentukan mengapa orang membeli produk pabrik anda adalah harga jual produk anda. Dan harga jual produk, secara sederhana adalah merupakan penjumlahan dari biaya dan profit.

Untuk menaikkan profit, pabrik-pabrik yang menganut paradigma ini biasanya menempuh jalan menaikkan harga jual. Apalagi kalau ditambah adanya kondisi dimana faktor-faktor biaya ada yang naik diluar kendali kita (misalnya karena inflasi, kenaikkan harga BBM, dsb). Hampir bisa dipastikan, paradigma ini akan melihat bahwa menaikkan harga jual adalah satu-satunya solusi.

Sampai kemudian berkembang sebuah paradigma, bahwa biaya produksi terutama biaya karena bekerjanya mesin, bisa diturunkan bila kita bisa melakukan strategi penghematan yang tepat terhadap mesin tersebut.

Sehingga upayanya, dari sisi manajemen selain selalu berusaha untuk meningkatkan pesanan –atau penjualan-, juga upaya untuk sebesar mungkin menurunkan biaya yang terjadi karena mesin yang berproduksi.

Sehingga kala itu muncul sebuah kebutuhan, bagaimana kita tahu bahwa sebuah mesin tersebut berjalan secara efisien (‘memakan’ biaya yang seharusnya) atau tidak (mesin berjalan dengan boros).

Dan OEE adalah jawaban akan hal itu. Sebuah metodologi pengukuran terhadap unjuk kerja mesin yang dapat dikorelasikan secara langsung sehingga dapat menilai bahwa sebuah mesin ‘memakan’ biaya yang wajar –sehingga memberikan profit yang diharapkan-, atau justru  ‘memakan’ biaya yang diluar kendali sehingga menggerogoti profit yang seharusnya didapat.

Pitoyo Amrih

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya