Saat anda menimbang badan, sebenarnya apa yang diukur? Massa atau Berat? Banyak orang memiliki beda persepsi terhadap hal ini. Menganggap bahwa massa dan berat adalah hal yang sama. Lalu, sebenarnya yang ingin diketahui paling utama apa? Massa atau Berat? Ketika anda melakukan program diet misalnya, salah satu tolok ukur apakah diet yang anda lakukan berhasil atau tidak adalah dengan cara menimbang badan. Dari waktu ke waktu secara berkala anda menimbang badan. Turun angkanya berarti diet anda boleh dikata berhasil, bila tetap berarti masih perlu upaya keras melakukan program itu.

Yang penting menjadi indikator bagi sebuah materi atau benda, termasuk badan kita adalah besaran yang disebut massa. Bukan berat. Massa suatu benda bisa didekati dengan definisi banyaknya jumlah materi terkecil dari benda yang menyusun sehingga terbangun menjadi benda tersebut. Hanya masalahnya, manusia tidak memiliki penginderaan yang mampu mendeteksi berapa jumlah substansi terkecil yang menyusun suatu benda. Sampai kemudian manusia menemukan cara bantu untuk mendeteksi massa dengan cara menginderai beratnya. Berat adalah sampai berapa besar suatu benda terpengaruh oleh gravitasi bumi. Dan benda yang memiliki massa besar ternyata akan dipengaruhi lebih besar oleh gravitasi bumi, alias beratnya lebih besar. Demikian sebaliknya.

Massa memiliki satuan internasional 'g' atau gram, dan 'kg' atau kilogram. Sedang berat sebenarnya perkalian antara massa dan percepatan gravitasi. Misal sebuah benda dibumi dengan massa 10 kg, kalau kita dekati percepatan gravitasi bumi adalah 9,8 m/dtk2, maka berat benda tersebut adalah 98 kg.m/dtk2. Lalu ketika kita menimbang badan, yang terlihat di skala apakah berat atau massa? Apa yang terlihat di timbangan tetaplah besaran massa, artinya skala itu sudah dikompensasi terhadap keberadaan gravitasi bumi.

Sampai di sini, mendeteksi massa menjadi diambil dua pilihan. Menggunakan timbangan yang langsung menunjukkan skala yang bisa diartikan sebagai massa benda tersebut. Dan membandingkan massa benda tersebut dengan sebuah anak timbangan atau batu timbang, menggunakan timbangan neraca, atau timbangan pasar yang banyak dipakai pedagang. Sehingga dikenal kemudian istilah-istilah:

True Mass atau Massa Sebenarnya sebuah benda atau anak timbang. Angka ini adalah sebuah angka khayalan yang kita tak bisa dengan tepat memperkirakannya. Kita hanya bisa meng-estimasi sebuah rentang, dimana true-mass akan diyakini pada rentang tersebut.

Massa Nominal, adalah angka yang tertera pada batu timbang atau anak timbang. Biasanya bulat misalnya, 1 kg, 2 kg, 5 kg, 10 kg dan seterusnya. Sebagai penanda bahwa anak timbang tersebut pada kisaran massa nominalnya.

Massa Konvensional. Karena besaran massa dipengaruhi banyak hal. Ada percepatan gravitasi yang sangat tergantung tempat, ketinggian tempat pengukuran yang berpengaruh pada kepadatan udara sehingga mempengaruhi gaya apung benda, suhu dan tekanan udara, yang bisa mempengaruhi sifat benda yang diukur massanya, densitas benda, maka perlu sebuah konvensi, kesepakatan. Secara internasional disepakati bahwa massa konvensional suatu benda (misal 1 kg) adalah massa sebuah anak timbang yang densitasnya 8000 kg/m3, pada suhu 20 C, berada dalam keadaan setimbang dalam densitas udara 1,2 kg/m3. Itulah mengapa setiap anak timbang akan selalu dibandingkan dengan anak timbang yang lebih baik. Yang lebih baik juga dibandingkan dengan yang lebih baik lagi. Pembandingan yang sampai pada standard massa secara internasional. Kegiatan yang disebut dengan kalibrasi. Hasil dari sebuah kalibrasi itulah berupa massa nominal dan penyimpangan, yang bila dijumlahkan menjadi massa konvensional.

Anda boleh coba menantang logika anda sendiri dengan pertanyaan usil dari saya demikian: suatu ketika anda menimbang badan anda dibumi dan terlihat di skala massa badan anda 70 kg. Kemudian bayangkan anda pergi ke bulan membawa timbangan tersebut kemudian anda menimbang. apakah skalanya tetap atau lebih kecil, atau lebih besar dari 70 kg? kalau lebih kecil atau lebih besar, apakah berarti massa badan anda saat berada di bulan berubah? Hehe,..

Pitoyo Amrih 

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya