Jadi Begini. Beberapa kali saya terlibat diskusi lagi-lagi harus berdebat panjang tentang masalah terminologi. Dan juga termasuk perihal steam (uap air). Saya menerjemahkan steam dengan uap air pun bisa jadi terbuka untuk sebuah diskusi baru, karena dalam bahasa inggris kita mengenal steam, kita juga mengenal istilah water-vapour, ada juga terminologi moisture,.. yang terkadang semuanya kemudian 'harus' diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan kata 'uap air'. Urusan bahasa lain waktu coba kita bedah, namun kali ini kita hanya fokus pada urusan steam, fasa air dalam bentuk uap setelah melewati titik didih-nya, uap air.

Nah, dalam aplikasi di industri, agar efektif penggunaannya, kita harus mengenal tingkatan dalam steam, dan bagaimana kita harus mendefinisikan tolok ukurnya, yang pada akhirnya bagaimana kita harus membuktikan tolok ukur itu sebagai acuan dalam penerimaan tersebut bahwa memang benar klasifikasi steam yang dihasilkan sesuai dengan grade steam yang ditetapkan sebelumnya. Terutama bila dalam penggunaan steam ini kita harus melibatkannya pada penggunaan dengan tuntutan yang rumit dan ketat. Misalnya penggunaan steam untuk proses sterilisasi uap basah misalnya.

Kita berangkat dari grade steam yang paling 'kasar' dulu yang umum diistilahkan dengan nama Plant Steam, ada yang menyebutnya Industrial Steam, ada yang terbiasa dengan nama Black Steam. Adalah air dengan pengolahan mendasar kemudian diuapkan melalui perangkat Boiler, bisa jenis pipa api ataupun pipa air. Air dengan pengolahan mendasar yang saya maksud adalah sumber pasokan air yang diolah hanya dalam pertimbangan secara fungsi engineering air tersebut baik untuk pasokan boiler. Air ini utamanya mengacu kepada syarat air baku di aturan lokal masing-masing. Atau beberapa mungkin juga mensyaratkan penggunaan syarat air minum. Hal yang kemudian penting adalah syarat tentang kesadahan, yang biasanya dibuat lebih ketat dibanding syarat air baku. Bukan karena tuntutan penggunaan (syarat steam yang dihasilkan), tapi lebih kepada pertimbangan proses. Tingkat kesadahan air yang rendah, meminimalisasi timbulnya kerak di dinding sisi air pada boiler (ingat bila anda coba selalu memasak air sumur di rumah tanpa pengolahan apa-apa, maka hampir selalu anda dapati built-up kerak di sisi dalam ketel). Dan kerak yang semakin tebal akan semakin menurunkan efisiensi boiler, dan pada akhirnya bisa berpotensi memberi penyumbatan yang bisa berbahaya bagi proses kerja boiler.

Plant steam, adalah pemanfaatan steam yang paling mendasar. Biasa dimanfaatkan untuk heat-exchanger instalasi pemanas, landry, dsb. Bila hasil steam kontak langsung dengan produk, biasa dipakai pada produk-produk bukan makanan atau obat. Monitoring kualitas steam cukup sederhana hanya beberapa sifat kimia dan fisika pada air dan pada kondensat steam itu sendiri. Monitoring lebih bersifat menjaga efektifitas dan efisiensi instalasi pembangkit dan distribusi steam itu sendiri. Monitoring juga biasa dilakukan untuk menghindari dua hal yang tidak diinginkan di plant-steam ini, yaitu kondisi Priming (masih dalam fasa cair ikut terbawa ke distribusi, sehingga tidak efisien) dan Foaming (ada buih yang timbul di permukaan steam, sehingga mengganggu efektifitas steam). Pengendaliannya melalui sifat kimia dan fisika air baku.

Tingkatan berikutnya, sedikit lebih tinggi tuntutannya, adalah apa yang disebut sebagai Filtered Steam, banyak yang menyebut Culinary-Steam. Nama yang biasa dipakai karena umumnya setam ini juga biasa dipakai untuk mengukus produk makanan. Grade ini adalah plant-steam yang kemudian dilewatkan filter stainless-steel, umumnya 5 micron. Dan betul direct contact dengan produk terhadap pemakaian steam jenis ini, hampir semuanya diaplikasikan pada industri food and beverage.

Lebih tinggi lagi adalah apa yang disebut dengan Clean Steam. Secara proses sama dengan cara menghasilkan plant steam. Hanya bedanya pada jenis steam ini, syaratnya harus memakai air jenis Purified Water. Tentunya kemudian yang membedakan lagi adalah pada material boiler, terutama pada sisi yang kontak dengan air, harus dipilih material yang tidak mencemari air selama prosesnya menjadi uap air. Umumnya menggunakan stainless-steel. Tolok ukut yang digunakan adalah syarat Purified Water pada air yang dipakai, dan setelah menjadi steam, harus juga dibuktikan bahwa kondensat-nya memenuhi syarat Purified Water, kecuali pada atribut konduktifitas yang tidak lebih dari 35 μS/cm, sementara pada Purified Water mensyaratkan kurang dari 1,3 μS/cm.  Bila pada Filtered Steam hanya mampu mengendalikan kontaminasi partikel sesuai kemampuan filter terpasang, Clean Steam, disyaratkan lebih juga harus mampu mengendalikan kandungan cemaran, cross-contamination dan kemurnian pada kondensat-nya.

Clean Steam, banyak diaplikasikan penggunaannya pada industri makanan yang menginginkan syarat yang lebih tinggi daripada filtered-steam, pemakaian uap air untuk sterilisasi di rumah sakit, yang umumnya dipakai untuk destruksi dan dekontaminasi. Juga pada industri farmasi untuk penggunaan topikal. Juga pada industri kosmetik. Clean-steam juga menjadi pilihan untuk penggunakan kontak produk di industri Herbal, tentunya dengan data pemenuhan kriteria penerimaan di hasil validasinya.

Grade tertinggi adalah yang disebut Pure-Steam. Air yang digunakan adalah Purified Water, sama seperti pada Clean Steam. Bedanya adalah pada prosesnya, yaitu dengan prinsip distilasi, dan itupun untuk mencapai kriteria yang ditetapkan biasanya juga dilakukan bertahap (Multiple Effect Distillation). Pure-steam menjadi sebuah keharusan di industri farmasi terutama pada produk-produk steril. Syarat yang ditetapkan adalah syarat Quality dan syarat Purity.

Syarat Quality menggunakan konsep bahwa air yang digunakan harus memenuhi syarat Purified Water, dan pada steam yang dihasilkan, kondensatnya harus memenuhi syarat Water for Injection. Sementara Syarat Purity dilakukan dengan atribut Dryness, Non-condensable, dan Superheat. Penggunaan umum Pure-steam pada fasilitas steril untuk proses sterilisasi, memberikan syarat Quality dan Purity dengan pertimbangan konsep: syarat Quality adalah upaya untuk menjamin efektifitas proses sterilisasi, sementara syarat Purity adalah upaya untuk menjamin bahwa uap basah yang dipakai untuk sterilisasi tidak akan memberikan kontaminasi terhadap obyek sterilsiasi.

Pitoyo Amrih

 

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya