Dalam pembuktian terhadap klasifikasi ruang, menurut saya, atribut delta-pressure ini termasuk hal yang harus dipersiapkan cermat sebelum proses pembuktian dilakukan. Hal ini menyangkut, kita sebagai pelaku uji harus benar-benar memahami desain yang diterapkan, konsep penetapan klasifikasi ruang yang ditetapkan, konsep cascading ruang sejak dari ruang kotor sampai dengan ruang paling bersih dalam cakupan desain tersebut. Selain itu kita perlu juga berhati-hati dalam menetapkan instrumen ukur delta-pressure sebagai pembuktiannya. Apakah menggunakan instrumen terpasang? Ataukah memakai instrumen yang disiapkan tersendiri? Tidak hanya menyangkut pemastian bahwa instrumen ukur yang dipakai sebagai pembuktian harus sudah terkalibrasi, tapi juga menyangkut tata cara pengukuran itu sendiri. Ingat, syarat delta-pressure ruang, kita bicara beda tekanan bahkan sampai hanya sekitar 5 Pa, tiupan nafas yang keluar dari mulut manusia bisa lebih dari 5 Pa! Itulah mengapa hal ini terkadang tidak mudah karena delta-pressure yang kita ukur akan sangat rentan terhadap gangguan.

Dari sisi desain sudah, persiapan instrumen dan cara ukur sudah, hal berikutnya adalah tentang persiapan sebelum uji. Hal yang paling mendasar sebelum kita melakukan uji delta-pressure adalah agar dipastikan kepada kontraktor bahwa sudah dilakukan proses balancing dengan hasil baik. Proses balancing sudah dilakukan dengan terlebih dahulu memastikan bahwa syarat flow tiap diffuser sudah mencapai kriteria yang dipersyaratkan merujuk pada syarat air-change yang ditetapkan. Hal ini perlu dipastikan agar proses pembuktian delta-pressure tidak perlu dilakukan berulang-kali.

Saat mulai melakukan persiapan uji perlu dilakukan hal-hal berikut:

Pastikan posisi titik ukur dan metode pengukurannya, sehingga bisa dibandngkan dengan syaratnya.  Saya pernah punya pengalaman dimana tekanan udara tiap ruang diukur menggunakan transducer, yang memberi sinyal kepada kontroller BAS (Building Automation System). Angka yang tertampil pada display bukan merupakan penunjukkan langsung dari transducer tapi sudah melalui proses kalkulasi kontrol sehingga dapat diketahui beda tekanan antar ruang, berdasarkan hasil pengukuran beda tekanan suatu ruang dengan tekanan reference. Pada kondisi ini kita perlu cermat, karena bisa jadi, bila pemasangan transducer dan perhitungan selisih tekanan ada kesalahan, maka hal itu tentunya tidak bisa dibandingkan dengan syaratnya. Dan umumnya kontraktor HVAC tidak begitu perhatian sampai hal-hal detail seperti ini.

Pastikan saat pengukuran, semua hal terkait konstruksi pintu, celah, seal-pintu sudah secara optimal memberikan tingkat bocoran udara antar ruang yang paling rendah. Biasanya pada desain pintu khusus untuk fasilitas Clean-room, menyediakan set adjustment untuk mengatur celah pintu, sehingga bocoran minimal dan pintu masih dapat dengan mudah dibuka-tutup. Hal ini termasuk juga untuk memastikan agar saat pengukuran uji delta-pressure, agar aktifitas buka-tutup pintu sebisa mungkin tidak terjadi.

Pengambilan data seperti juga saat pengukuran Suhu dan RH, menurut saya, lebih baik bila menggunakan sistem logging. Dimana diambil angka delta-pressure, setiap interval waktu tertentu, selama ketentuannya (syarat minimal 3 hari untuk klas non-steril dan minimal 5 hari untuk klas steril). Pengukuran sistem logging akan membantu kita untuk juga bisa menganalisa kehandalan sistem HVAC mempertahankan syarat delta-pressure. Dengan sistem logging kita akan bisa mengamati stabilitas operasional blower, bila terjadi buka tutup-pintu, akan bisa diamati seberapa lama sistem akan kembali memenuhi syarat tekanannya. Data akan lebih banyak untuk bisa dibuat pola dan analisanya daripada menggunakan pengukuran single-event, satu data per hari. Dan akan lebih baik bila menggunakan instrumen terpasang dan faslitas logging juga sudah disiapkan dalam sistem kontrolnya.

Berikutnya adalah tentang hasil pengukuran. Kita tahu bahwa syarat regulasi mengatakan bahwa, untuk antar klas ruang berbeda harus memenuhi syarat 10-15 Pa, sedang untuk klas ruang yang sama, bila ditetapkan sesuai peruntukannya harus ada beda tekanan antar ruang, maka harus memenuhi minimal 5 Pa.

Dalam penerapakn desain tata udara, biasanya juga tidak bisa dengan mudah mengadopsi syarat tersebut. Tentang minimal 5 Pa mungkin bisa dibuat. Tapi syarat 10-15 Pa, biasanya akan dikompromikan untuk membuat syarat itu lebih tinggi dari 15 Pa. Karena seperti yang saya sampaikan, 5 Pa sangat rentan terhadap gangguan. Merujuk pada tafsir terhadap syarat tersebut adalah: Kurang dari 10 Pa tidak diperbolehkan karena hal itu tidak memberi jaminan untuk tidak terjadi kontaminasi dari ruang yang lebih kotor ke ruang yang lebih bersih. Tidak lebih dari 15 Pa adalah saran agar sistem bekerja efisien dari perspektif penggunaan energi. Sehingga jalan keluar yang ditempuh biasanya memberi kompromi adjustmen untuk memperbolehkan kondisi beda tekanan diatas 15 Pa. Hanya saja secara teori tetap dibatasi maksimal 37 Pa (Juknis Sarana Penunjang Kritis, BPOM, 2013) karena dapat menimbulkan kebocoran udara berlebih dan secara jangka panjang bisa mengancam konstruksi bangunan dan partisi.

Dibawah ini adalah gambar sesuai tafsir tersebut, saya dapat dari ISPE Baseline Guide: Sterile Products Manufacturing Facilities, halaman 101.

 

Pitoyo Amrih

 

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya