Setelah lebih dari satu abad bertahan, standar internasional 1 kg per 20 Mei 2019 resmi diredefinisi kembali! Standar itu berubah! Yang semula 1 kg standar Internasional adalah sebuah benda terbuat dari Platinum-Iridium dengan dimensi tertentu, disimpan di BPIM, Sevres, Prancis, disepakati sebagai 1 kg, sehingga semua salinan standar yang dimiliki oleh negara-nagara lain akan tertelusur kepada massa standar tersebut sebagai rantai kalibrasinya. Untuk kemudian didiseminasikan di negara masing-masing menjadi acuan konvensi massa. Hingga diturunkan sampai ke penggunaan metrologi massa di industri-industri. Hari itu kesepakatan dunia berganti! Acuan massa kini sudah setara dengan besaran-besaran pokok lainnya yang bisa ditelusurkan pada sebuah konstanta alam!

Lalu bagaimana memahami itu semua secara mudah, dan yang lebih penting lagi adalah apakah perubahan itu berdampak sampai ke kita praktisi industri terutama dalam hal pengukuran dan kalibrasi massa? Tak perlu dahi berkerut, mari kita coba rileks kupas sedikit demi sedikit.

Selengkapnya...Redefinisi 1 kg, Apa Pengaruh Bagi Industri?

Mungkin ada pertanyaan saat akan menimbang sebuah benda dengan timbangan. Timbangan yang seperti apakah yang saya pakai? Misalnya anda diminta menimbang emas dengan kisaran berat 50 gram, namun karena tiap gram begitu berarti nilainya, maka perlu verifikasi dengan penimbangan kembali. Keraguan itu muncul, akan memakai timbangan seperti apa? Memakai timbangan dengan ketelitian paling tidak 0,1 gram! Baiklah. Itu saja?

Atau suatu saat anda harus memformulasikan obat. 0,1 gram begitu berarti. Apalagi misalnya kelebihan dosis sedikit saja akan mengancam keselamatan pengguna obat. Jawaban biasanya akan sangat klasik: pakai timbangan analitik! Tapi apakah kita percaya begitu saja bahwa setiap timbangan analitik akan memiliki ketepatan yang kita harapkan sehingga kelebihan dosis obat tidak mungkin terjadi?

Selengkapnya..Kelas Akurasi Timbangan

Kita semua mungkin tahu anak timbang. Sebagian memberi istilah batu timbang. Bila anda membeli buah di pasar, kemudian si pedagang menggunakan timbangan lengan. Anda lihat mereka memakai batu timbang atau anak timbang 1 kg di satu sisi, sementara di sisi lengan yang lain adalah buah yang ditimbang bila misal membeli satu kg.

Di dalam sebuah industri, apalagi yang memakai ukuran massa dan berat produk sebagai salah satu tolok ukur kualitasnya, pasti diperlukan sebuah timbangan untuk mengukur. Dan sebuah timbangan butuh di kalibrasi, dipastikan kesesuaiannya dengan standard. Caranya dengan memberi beban timbangan dengan batu timbang yang memiliki akurasi lebih baik. Atau bahkan untuk timbangan tertentu, yang dibutuhkan kepastian akurasinya dari hari ke hari saat penggunaannya, biasa kita mengenal istilah daily-check. Adalah verifikasi setiap hari sebelum timbangan digunakan, bila hasil penunjukkan timbangan masuk pada batas yang ditentukan berarti timbangan baik dan boleh digunakan, bila lewat maka tidak boleh digunakan, sebaiknya diperbaiki dulu, atau dikalibrasi secara lebih teliti terlebih dahulu. Proses daily check inilah yang juga harus menggunakan beban yang tentunya sudah diketahui massanya. Biasa kita sebut dengan massa standard.

Selengkapnya..Klasifikasi Anak Timbang

Saat anda menimbang badan, sebenarnya apa yang diukur? Massa atau Berat? Banyak orang memiliki beda persepsi terhadap hal ini. Menganggap bahwa massa dan berat adalah hal yang sama. Lalu, sebenarnya yang ingin diketahui paling utama apa? Massa atau Berat? Ketika anda melakukan program diet misalnya, salah satu tolok ukur apakah diet yang anda lakukan berhasil atau tidak adalah dengan cara menimbang badan. Dari waktu ke waktu secara berkala anda menimbang badan. Turun angkanya berarti diet anda boleh dikata berhasil, bila tetap berarti masih perlu upaya keras melakukan program itu.

Yang penting menjadi indikator bagi sebuah materi atau benda, termasuk badan kita adalah besaran yang disebut massa. Bukan berat. Massa suatu benda bisa didekati dengan definisi banyaknya jumlah materi terkecil dari benda yang menyusun sehingga terbangun menjadi benda tersebut. Hanya masalahnya, manusia tidak memiliki penginderaan yang mampu mendeteksi berapa jumlah substansi terkecil yang menyusun suatu benda. Sampai kemudian manusia menemukan cara bantu untuk mendeteksi massa dengan cara menginderai beratnya. Berat adalah sampai berapa besar suatu benda terpengaruh oleh gravitasi bumi. Dan benda yang memiliki massa besar ternyata akan dipengaruhi lebih besar oleh gravitasi bumi, alias beratnya lebih besar. Demikian sebaliknya.

Selengkapnya: Mengenali Massa Benda

Ada sebuah perusahaan fiktif bernama PT MAJU. Perusahaan ini memproduksi air mineral dalam kemasan gelasplastik. Mesin yang dimiliki perusahaan ini adalah mesin pembentuk gelas plastik sekaligus mengisi air mineral, sebanyak dua unit.

Bulan ini pesanan begitu meningkat. Bagian pemasaran yang telah berhasil melakukan promosi membuat bagian produksi jungkir-balik selama dua puluh empat jam menjalankan mesinnya untuk mengejar permintaan bagian pemasaran. Dan sudah terlihat di depan mata, bulan depan pesanan bagian pemasaran naik 30 % dari bulan sekarang. Sementara bulan ini mesin telah jalan siang malam, bahkan minggu pun masuk untuk mengejar kekurangannya.

“Gila! Harus segera saya usulkan membeli satu unit mesin lagi untuk mengejar permintaan bulan depan,” teriak Pak Joni, sang kepala produksi. “Dan awal bulan depan mesin itu sudah di sini..!” imbuhnya.   ...selengkapnya

Bookmark This

Follow Us

Powered by CoalaWeb

 

KupasPitoyo, KumpulanTulisan Pitoyo Amrih, yang juga berbicara tentang Pemberdayaan Diri, ..pemberdayaan berkesinambungan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa... khususnya melalui budaya... selengkapnya..

Pitoyo Amrih.... terlibat aktif dalam perumusan penerapan konsep-konsep TPM (Total Productive Maintenance) di perusahaan tempatnya bekerja. Juga pernah memimpin kajian dan penerapan rumusan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang bisa.....  ...selengkapnya